6 Tips Memilih Investasi buat Anak Muda

1. Tentukan Dulu Tujuan Investasi

Investasi merupakan langkah penting dalam mengelola keuangan, terutama bagi anak muda. Namun, sebelum memulai investasi, kita perlu menentukan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan investasi ini akan menjadi panduan dalam memilih jenis investasi yang tepat.

Ada beberapa tujuan umum yang biasa dimiliki oleh anak muda dalam berinvestasi. Pertama, tujuan untuk dana darurat. Dana darurat ini berguna untuk menghadapi keadaan darurat atau kebutuhan mendadak yang mungkin terjadi. Kedua, tujuan untuk menambah pemasukan. Investasi dapat menjadi sumber pendapatan pasif yang dapat menambah penghasilan kita. Ketiga, tujuan untuk menabung dana pensiun. Anak muda juga perlu memikirkan masa depan mereka dan merencanakan keuangan untuk pensiun.

Dalam menentukan tujuan investasi, penting untuk memiliki tujuan yang jelas dan detail. Misalnya, jika tujuan investasi adalah untuk dana darurat, tentukan berapa besar dana yang ingin diinvestasikan dan dalam jangka waktu berapa lama. Semakin jelas dan detail tujuan yang ditentukan, semakin baik kita dapat merencanakan investasi dengan baik.

2. Kenali Profil Risiko

Setelah menentukan tujuan investasi, langkah selanjutnya adalah mengenali profil risiko kita. Profil risiko ini akan mempengaruhi jenis investasi yang cocok untuk kita. Dalam mengenali profil risiko, kita perlu mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, pendapatan, toleransi risiko, dan pengalaman dalam investasi.

Untuk investor pemula atau anak muda, biasanya mereka dimasukkan dalam profil risiko rendah. Artinya, jenis investasi yang cocok adalah instrumen minim risiko, seperti reksa dana pasar uang. Reksa dana pasar uang adalah jenis investasi yang memiliki risiko yang relatif rendah karena dana diinvestasikan pada instrumen pasar uang yang memiliki tingkat risiko rendah.

BACA JUGA :  Kode Bank BCA: Kemudahan Transfer Antarbank

Namun, bagi mereka yang sudah memiliki pemahaman yang baik tentang investasi dan memiliki toleransi risiko yang tinggi, mereka dapat masuk dalam profil risiko tinggi. Investasi dengan profil risiko tinggi seperti saham dan kripto dapat memberikan imbal hasil yang tinggi, tetapi juga memiliki risiko yang tinggi.

Selain itu, ada juga profil risiko moderat yang merupakan kombinasi antara risiko rendah dan tinggi. Profil risiko moderat seringkali melakukan investasi minim risiko untuk kemudian hasilnya diputar dengan investasi tinggi risiko. Contoh investasi yang cocok untuk profil risiko moderat adalah reksa dana campuran dan pendapatan tetap.

3. Alokasikan Uang untuk Investasi

Setelah menentukan tujuan dan mengenali profil risiko, langkah selanjutnya adalah mengalokasikan uang untuk investasi. Dalam mengalokasikan uang, kita perlu mempertimbangkan besaran imbal hasil yang ingin kita dapat di masa mendatang.

Pertama, kita perlu menghitung berapa besar imbal hasil yang kita inginkan. Misalnya, kita ingin mendapatkan imbal hasil sebesar 10% per tahun. Kemudian, kita bandingkan dengan dana yang sudah kita miliki saat ini. Apakah dengan dana yang kita miliki saat ini, kita dapat mencapai target imbal hasil tersebut?

Jika setelah penghitungan kita belum dapat mencapai target imbal hasil yang diinginkan, jangan berkecil hati. Kita perlu terus berinvestasi dan membiasakan diri dengan investasi. Dengan konsistensi dalam berinvestasi, kita akan terbiasa mengelola pengeluaran dan pemasukan kita. Ini adalah kebiasaan yang baik untuk kelangsungan hidup kita di masa depan.

4. Pilih Platform Terpercaya

Dalam memilih investasi, kita perlu memilih platform yang terpercaya. Pastikan platform tempat kita berinvestasi memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Hindari berinvestasi di platform abu-abu yang tidak jelas izinnya karena berisiko penipuan.

BACA JUGA :  Cetak Banyak Tokoh Dunia, Intip Jurusan di Stanford University yang Unik

Kita perlu melakukan riset terlebih dahulu sebelum memilih platform investasi. Periksa reputasi dan track record platform tersebut. Baca juga ulasan dan testimoni dari pengguna lain. Jangan ragu untuk bertanya kepada ahli investasi atau mencari informasi dari sumber yang terpercaya.

5. Investasi pakai uang dingin

Sebelum memulai investasi, kita perlu memperhatikan kondisi keuangan kita sendiri. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah uang dingin yang kita miliki. Uang dingin adalah dana yang tidak digunakan untuk kebutuhan apa pun atau yang sering disebut sebagai “uang nganggur”.

Dalam memilih investasi, sebaiknya kita menggunakan uang dingin untuk berinvestasi. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko. Jika kita menggunakan uang dingin dalam investasi, maka jika terjadi kerugian, kita tidak akan kehilangan kebutuhan yang harus dikorbankan karena uangnya telah dipakai untuk investasi.

Namun, sebelum menggunakan uang dingin untuk investasi, kita perlu memastikan bahwa kita memiliki dana darurat yang cukup. Dana darurat ini berguna untuk menghadapi keadaan darurat atau kebutuhan mendadak yang mungkin terjadi.

6. Konsisten Menabung

Tips memilih investasi di atas tak akan lengkap jika kita tidak memiliki cukup dana untuk diinvestasikan. Oleh karena itu, penting untuk konsisten menabung. Menabung adalah langkah awal untuk memulai investasi.

Setelah memiliki dana yang cukup, kita dapat menggunakannya untuk berinvestasi. Namun, penting untuk tetap konsisten menabung dan menambah dana investasi secara berkala. Mengelola dana investasi juga menjadi lebih mudah saat ini dengan adanya platform investasi yang dapat diakses melalui smartphone.

Beberapa platform investasi bahkan sudah menerima pembayaran melalui e-wallet. Salah satu platform investasi yang dapat digunakan adalah sobatcloud.com. Dengan menggunakan sobatcloud.com, kita dapat melakukan top-up e-wallet untuk dana investasi tanpa biaya administrasi. Hal ini memungkinkan kita untuk menambah lebih banyak uang untuk investasi.

BACA JUGA :  Cara Cek Token Listrik Gratis, Begini Langkah-langkahnya!

Ilustrasi Mengatur Keuangan Untuk Investasi

Untuk lebih memahami tips memilih investasi yang telah disebutkan di atas, berikut ini adalah ilustrasi mengatur keuangan untuk investasi. Dalam ilustrasi ini, kita akan mengambil contoh seorang bernama Fina.

Fina memiliki penghasilan sebesar Rp5 juta per bulan. Setelah memenuhi kebutuhan dan keperluannya, Fina memiliki uang dingin sebesar Rp1 juta. Fina belum pernah berinvestasi sebelumnya, sehingga ia termasuk dalam profil risiko rendah.

Dalam hal ini, Fina memilih untuk berinvestasi dalam reksa dana pasar uang. Reksa dana pasar uang adalah jenis investasi dengan risiko yang rendah. Setelah satu tahun, harga emiten yang dipilih oleh Fina naik menjadi Rp3.000 dari semula Rp1.500.

Berapakah keuntungan yang didapat oleh Fina jika seluruh uang dinginnya dialokasikan untuk investasi reksa dana pasar uang?

– Jumlah unit yang dibeli oleh Fina: Rp1.000.000 : Rp1.500 = 666,67 unit
– Total investasi yang didapat oleh Fina setelah satu tahun: Rp3.000 x 666,67 unit = Rp2.000.000
– Keuntungan yang didapat oleh Fina dari investasi: Rp2.000.000 – Rp1.000.000 = Rp1.000.000

Ilustrasi ini menunjukkan bahwa dengan memilih investasi yang tepat dan konsisten menabung, kita dapat memperoleh keuntungan dari investasi. Namun, perlu diingat bahwa investasi memiliki risiko, dan hasil yang diperoleh dapat berbeda-beda tergantung pada kondisi pasar.

Demikianlah ulasan mengenai tips memilih investasi yang cocok untuk anak muda. Memilih investasi yang tepat membutuhkan pemahaman yang baik tentang tujuan, profil risiko, dan kondisi keuangan kita. Selain itu, memilih platform investasi yang terpercaya juga sangat penting. Dengan mengikuti tips-tips di atas, diharapkan kita dapat membuat keputusan investasi yang bijaksana dan mengelola keuangan kita dengan baik. Selamat mencoba!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *