Seputar Charging Mobil Listrik: Komponen, Daya, dan Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

Komponen

Perangkat yang digunakan untuk charging mobil listrik disebut sebagai EVSE atau electric vehicle supply equipment. Perangkat ini juga dikenal dengan sebutan charging station. EVSE berfungsi mengisi daya listrik ke baterai mobil listrik. Sederhananya, perangkat ini ibarat kepala charger untuk ponsel kita.
EVSE sendiri terdiri dari beberapa komponen, yaitu:

1. Enclosure: bagian luar atau casing dari perangkat EVSE. Fungsinya adalah sebagai pelindung perangkat-perangkat sensitif di dalamnya.
2. Control board: komponen ini mengatur aliran daya dari sumber listrik ke sistem pengisian di dalam mobil.
3. Fitur keselamatan: karena tegangan listrik yang tinggi, terutama pada perangkat SPKLU, EVSE membutuhkan sistem keamanan untuk memastikan keselamatan pengguna. Fitur keselamatan ini umumnya berupa grounding dan pemutusan aliran secara otomatis.
4. Input tenaga: EVSE membutuhkan sambungan listrik dari sumber listrik. Untuk perangkat rumahan, sumbernya bisa dari stop kontak biasa atau bisa dari sirkuit khusus.
5. Output: seperti charger untuk gawai lainnya, komponen ini disambungkan ke slot charging port pada mobil listrik untuk mengalirkan daya listrik ke baterai. Bagian output biasanya terdiri dari kabel dan plug atau colokan yang menyambungkan EVSE dengan charging port.

EVSE merupakan komponen yang sangat penting dalam charging mobil listrik. Tanpa EVSE, pengisian daya listrik tidak akan bisa dilakukan dengan aman dan efisien. Oleh karena itu, pemilihan EVSE yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan sangatlah penting.

Daya Listrik yang Dibutuhkan

Dalam hal perangkat rumahan, tidak sembarangan rumah bisa memasang EVSE. Daya listrik rumah yang direkomendasikan untuk pemasangan EVSE rumahan adalah 2.200 VA ke atas. Pelanggan 1.300 VA dan 900 VA disarankan untuk menaikkan daya atau memasang aliran baru dari PLN khusus untuk pengisian mobil listrik.
Hal ini untuk memastikan aliran listrik di rumah tidak terganggu ketika melakukan charging mobil listrik. Hal ini karena perangkat EVSE rumahan membutuhkan daya listrik hingga 2600 VA, tergantung dari kuat arus yang disalurkan.
Karena itu, jika tidak ingin memasang aliran baru dari PLN, sebaiknya pertimbangkan untuk menaikkan daya listrik menjadi 3.500 VA, 4.400 VA, atau 5.500 VA. Dengan daya listrik sebesar itu, masih ada sisa daya listrik yang cukup untuk menyalakan perangkat elektronik lainnya di rumah.
Jika memilih opsi memasang aliran baru khusus untuk perangkat charging, kamu tinggal menyesuaikan daya listrik dengan konsumsi maksimal yang dibutuhkan. Misalnya, jika konsumsi daya maksimal perangkat adalah 1.750 Watt, kamu cukup memasang aliran baru dengan daya 2.200 VA.
Sebelum melakukan charging mobil listrik, jangan lupa isi token atau bayar tagihan listrik. Sekarang, kamu bisa dengan mudah membayar tagihan listrik atau membeli token listrik lewat sobatcloud.com, lho! Buka aplikasi sobatcloud.com untuk langkah-langkahnya ya!

BACA JUGA :  13 Pilihan Jenis Tabungan BNI, Mana yang Cocok Untuk Kamu?

Kuat Arus dan Durasi Pengisian

Saat ini, kuat arus yang dihasilkan dari modul pengisian rumahan bervariasi, mulai dari 8A, 10A, hingga 12A untuk modul standard charging. Rumus perhitungannya adalah Kuat arus x Tegangan listrik1000. Standar listrik PLN memiliki tegangan 220V, artinya daya listrik yang dihasilkan oleh charger 8A, 10A, dan 12A masing-masing adalah 1,76kW, 2,2kW, dan 2,64kW.
Durasi pengisian sendiri dipengaruhi oleh kuat arus dan kapasitas baterai pada mobil. Semakin tinggi kapasitasnya, semakin banyak waktu yang dibutuhkan. Sebagai contoh, untuk mengisi penuh baterai mobil Wuling Air EV Standard Range dari kosong menggunakan charger 10A membutuhkan waktu sekitar 9 jam.
Modul fast charging dapat menyalurkan listrik yang lebih besar, yaitu 20-150 kW. Biasanya, modul ini digunakan pada SPKLU karena membutuhkan daya listrik yang besar.

Kapasitas Pengisian

Daya listrik yang dibutuhkan untuk mengisi penuh baterai mobil listrik berbeda-beda pada setiap mobilnya. Hal ini karena masing-masing model mobil listrik memiliki kapasitas baterai yang berbeda-beda pula. Bahkan, model-model tertentu memiliki versi long range yang memiliki kapasitas baterai lebih besar dari versi standar.
Daya listrik yang disimpan dalam baterai dihitung menggunakan satuan kWh (kilo-Watt hour). Dari semua model mobil listrik yang dijual di Indonesia, kapasitas terkecil ada pada Wuling Air EV varian Standard Range (17,3 kWh). Sementara itu, kapasitas tertinggi dimiliki oleh Tesla Model S dengan kapasitas baterai 100 kWh.

Lebih Baik di Rumah atau SPKLU?

Jawaban dari pertanyaan ini akan bergantung pada lokasi tempat tinggalmu. Kalau di sekitar tempat tinggal atau kantormu ada SPKLU, kamu tidak perlu memasang charging station sendiri di rumah. Kamu cukup melakukan pengisian di SPKLU dan membayar sesuai daya yang kamu isi.
Jika tidak ada SPKLU di dekat tempat tinggal atau tempat kerjamu, sebaiknya kamu memasang charging station rumahan. Dengan begitu, kamu bisa langsung melakukan pengisian di rumah setiap selesai beraktivitas. Jangan lupa sesuaikan daya listrik dengan kebutuhan charging station.

BACA JUGA :  Praktis! Ini Cara Top Up DANA BCA!

Demikian penjelasan singkat seputar charging mobil listrik dan perangkat yang dibutuhkan. Bagaimana, semakin tertarik memiliki mobil listrik? Charging mobil listrik adalah solusi masa depan yang ramah lingkungan dan efisien. Dengan menggunakan motor elektrik dan baterai sebagai sumber energi, mobil listrik mengurangi polusi udara dan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
EVSE atau charging station merupakan komponen penting dalam charging mobil listrik. Perangkat ini berfungsi mengisi daya listrik ke baterai mobil listrik dengan aman dan efisien. EVSE terdiri dari beberapa komponen, seperti enclosure, control board, fitur keselamatan, input tenaga, dan output. Masing-masing komponen memiliki peran penting dalam proses pengisian daya listrik.
Daya listrik yang dibutuhkan untuk pengisian mobil listrik bervariasi tergantung pada kapasitas baterai mobil dan kuat arus yang digunakan. Untuk pengisian di rumah, diperlukan daya listrik minimal 2.200 VA. Jika daya listrik rumah tidak mencukupi, dapat dipertimbangkan untuk menaikkan daya atau memasang aliran baru dari PLN khusus untuk pengisian mobil listrik.
Durasi pengisian mobil listrik dipengaruhi oleh kuat arus dan kapasitas baterai. Semakin tinggi kapasitas baterai, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi penuh. Untuk pengisian di rumah menggunakan charger 10A, waktu pengisian bisa mencapai 9 jam. Namun, dengan adanya modul fast charging, waktu pengisian dapat lebih singkat.
Kapasitas pengisian baterai mobil listrik berbeda-beda pada setiap mobil. Kapasitas baterai dihitung menggunakan satuan kWh. Mobil listrik dengan kapasitas baterai terkecil di Indonesia adalah Wuling Air EV varian Standard Range dengan kapasitas 17,3 kWh, sedangkan mobil listrik dengan kapasitas baterai terbesar adalah Tesla Model S dengan kapasitas 100 kWh.
Pilihan antara charging di rumah atau di SPKLU bergantung pada ketersediaan fasilitas di sekitar tempat tinggal atau tempat kerja. Jika ada SPKLU di dekat, pengisian dapat dilakukan di sana. Namun, jika tidak ada SPKLU, disarankan untuk memasang charging station di rumah. Hal ini memudahkan pengguna dalam melakukan pengisian setiap selesai beraktivitas.
Dengan semakin berkembangnya teknologi dan infrastruktur, penggunaan mobil listrik di Indonesia diharapkan semakin meningkat. Keberadaan charging station di rumah atau di SPKLU menjadi kunci utama dalam pengisian mobil listrik. Dengan mengikuti panduan dan memperhatikan hal-hal yang perlu diperhatikan, pengguna mobil listrik dapat melakukan pengisian dengan aman dan efisien.

BACA JUGA :  Sebelum Kuliah di Spanyol, Wajib Cek Seluk-Beluknya di Sini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *