Reksadana Syariah, Investasi yang Halal dan Bikin Untung!

Sekilas tentang Reksadana Syariah

Reksadana syariah adalah wadah penghimpunan dana masyarakat yang pengelolaannya menjadi tanggung jawab Manajer Investasi Syariah. Nantinya, dana tersebut akan ditanamkan ke surat-surat berharga yang memegang prinsip-prinsip Islam, seperti obligasi syariah dan saham syariah. Reksadana syariah memiliki persyaratan yang melibatkan prinsip-prinsip Islam, yang membedakannya dengan reksadana konvensional. Untuk memulai investasi reksadana berbasis syariah, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

1. Beli langsung reksadana lewat perusahaan Manajer Investasi Syariah atau melalui perbankan yang berperan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). Cara ini memungkinkan investor untuk langsung memiliki unit penyertaan reksadana syariah.

2. Lengkapi persyaratan awal sebagai calon investor. Persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain, fotokopi kartu identitas dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Setelah persyaratan lengkap, investor dapat membuka rekening reksadana.

3. Lalui proses Know Your Customer (KYC) dan lakukan pertemuan dengan APERD atau Manajer Investasi Syariah minimal sekali. Proses ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai calon investor, termasuk profil risiko dan tujuan investasi.

Ada beberapa jenis reksadana syariah yang tersedia di Indonesia. Berikut ini adalah penjelasan detail mengenai masing-masing jenis reksadana syariah tersebut:

1. Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana syariah yang minimal 80 persen dari aktiva bersihnya diinvestasikan ke efek syariah pendapatan tetap, seperti obligasi syariah. Jenis ini cocok bagi investor yang ingin memperoleh hasil investasi yang stabil dalam jangka menengah hingga panjang.

BACA JUGA :  Konsultan Finansial: Pengertian, Tugas, Manfaat, dan Rekomendasi yang Terbaik

2. Pasar Uang

Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana syariah yang mengalokasikan dana investasi ke produk-produk pasar uang syariah, seperti surat berharga. Produk syariah ini harus bebas dari unsur haram. Reksadana pasar uang memiliki tenggat waktu kurang dari setahun dan memiliki risiko paling rendah dibanding jenis reksadana lainnya.

3. Saham

Reksadana saham adalah jenis reksadana syariah yang minimal 80 persen dari aktiva investor dialokasikan ke efek syariah berbentuk ekuitas, seperti saham-saham yang terdaftar di bursa efek syariah. Reksadana saham memiliki risiko yang paling tinggi dibanding jenis reksadana lainnya.

4. Campuran

Reksadana campuran adalah jenis reksadana syariah yang mengalokasikan dana dari sejumlah instrumen efek syariah, seperti obligasi dan saham. Komposisi alokasi dana dalam reksadana campuran dapat bervariasi, namun umumnya meliputi 0–20 persen pasar uang, 1–79 persen saham, dan 1–79 persen obligasi.

Apa Saja Keuntungannya?

Reksadana syariah memiliki beberapa keuntungan yang bisa menjadi pertimbangan bagi calon investor. Berikut ini adalah beberapa keuntungan reksadana syariah:

1. Telah Dijamin Keamanan dan Kehalalannya

Reksadana syariah yang kredibel telah didukung oleh badan-badan penjamin. Investasi ini diawasi oleh Dewan Perwakilan Syariah (DPS), sehingga transaksi dalam reksadana syariah aman dan bebas dari unsur-unsur yang menyalahi aturan Islam. Dana investasi juga aman di tangan Manajer Investasi Syariah yang telah memperoleh lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

2. Unit Penyertaan Ramah di Kantong

Investor dapat membeli unit penyertaan reksadana syariah dengan nilai yang sangat terjangkau, bahkan mulai dari Rp10 ribu. Selain itu, tersedia berbagai opsi produk reksadana syariah yang dapat disesuaikan dengan tujuan investasi.

3. Hemat Waktu dan Biaya

Dikelola oleh Manajer Investasi Syariah, investor tidak perlu repot menganalisis dan memantau pasar efek sendiri. Selain itu, banyak program reksadana syariah yang menawarkan biaya terjangkau atau bahkan gratis ketika investor membeli, menjual, atau mengalihkan reksadana.

BACA JUGA :  Aplikasi Investasi Saham, Trik Jitu Optimalkan Portofolio

Daftar Program Reksadana Syariah Terbaik di Indonesia

Bagi yang tertarik untuk berinvestasi syariah dengan instrumen reksadana, berikut adalah beberapa program reksadana syariah terbaik di Indonesia:

1. Sucorinvest Sharia Equity Fund

Program reksadana ini memberlakukan alokasi minimal 80 persen hingga maksimal 100 persen dari efek ekuitas syariah. Investor dapat memulai investasi di Sucorinvest Sharia Equity Fund dengan modal Rp100 ribu.

2. Reksadana CIMB Syariah

Program reksadana syariah dari CIMB Syariah ini mengalokasikan aset ke produk saham. Investor perlu menjadikan program reksadana ini sebagai investasi jangka panjang karena risikonya cukup tinggi.

3. Emco Barokah Syariah

Program reksadana syariah dari PT Emco Asset Management ini menawarkan imbal hasil hingga 4,47 persen.

4. Manulife Syariah Sukuk Indonesia

Program reksadana syariah dari Manulife ini menawarkan imbal hasil yang cukup menguntungkan, yaitu hingga 6,69 persen per tahun.

5. Simas Syariah

Program reksadana syariah unggulan dari PT Sinarmas Asset Management ini menawarkan potensi laba hingga 22,4 persen untuk jenis reksadana saham.

Itulah penjelasan mengenai reksadana syariah, mulai dari pengertian, jenis, keuntungan, hingga daftar programnya. Reksadana syariah merupakan produk investasi yang menarik dan patut dicoba, terutama bagi muslim dari kalangan menengah ke bawah yang ingin berinvestasi dengan risiko minim.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *