Reimbursement: Penjelasan Lengkap dan Cara Pengajuannya!

Apa Itu Reimbursement?

Reimbursement, atau kadang disebut juga reimburse, adalah proses penggantian biaya yang telah dikeluarkan oleh seorang karyawan dengan uang pribadi untuk kepentingan perusahaan. Dalam dunia bisnis, tidak jarang seorang karyawan harus menggunakan uang pribadi terlebih dahulu untuk melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan perusahaan, seperti perjalanan dinas, pembelian keperluan operasional, atau biaya kesehatan. Setelah itu, karyawan tersebut dapat mengajukan reimbursement kepada perusahaan untuk mengganti biaya yang telah dikeluarkan.

Pengertian reimbursement ini dapat ditemukan dalam kamus bahasa Inggris yang berarti penggantian. Artinya, kegiatan ini dilakukan untuk mengganti apa yang seharusnya menjadi hak karyawan, tetapi karena suatu hal harus digunakan untuk kepentingan perusahaan. Mengutip dari laman Investopedia, reimbursement merupakan bentuk kompensasi yang diberikan oleh perusahaan kepada para karyawan untuk biaya out of pocket (dikeluarkan dari kantong sendiri). Dengan kata lain, dalam aktivitas bisnis, seorang karyawan tidak akan pernah merugi ketika harus mengeluarkan dana pribadi untuk kepentingan perusahaan.

Namun, agar lebih jelas, sebaiknya karyawan memastikan aturan reimbursement yang berlaku di perusahaan tempatnya bekerja. Hal ini penting karena setiap perusahaan memiliki aturan masing-masing terkait reimbursement. Tidak semua pengeluaran pribadi untuk urusan bisnis dapat diklaim penggantiannya ke perusahaan. Jadi, jika sudah mengetahui aturan reimbursement yang berlaku di perusahaan, karyawan tidak akan melanggar aturan tersebut dan mengalami kerugian.

Jenis-Jenis Reimbursement

Terdapat tiga jenis reimbursement yang umum digunakan untuk mengganti keperluan perusahaan. Ketiga jenis reimbursement tersebut adalah legal, insurance, dan taxes.

BACA JUGA :  Begini Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan untuk Bisnis

1. Legal (Hukum)

Reimbursement jenis ini merupakan pembayaran pengganti atas uang dan waktu yang ditanamkan (diinvestasikan) dalam pertumbuhan dan prospek keuangan. Biasanya, reimbursement ini lebih dikenal dengan istilah tunjangan reimbursement. Tunjangan reimbursement ini diberikan kepada karyawan yang telah melakukan tindakan atau investasi tertentu yang dianggap bermanfaat bagi perusahaan dalam jangka panjang.

2. Insurance (Asuransi)

Reimbursement dalam asuransi umumnya terkait dengan pengajuan klaim untuk biaya pengobatan medis. Misalnya, pemegang polis asuransi harus segera mendapat tindakan medis tetapi pihak asuransi belum bisa dihubungi. Maka, pemegang polis harus membayar biaya tindakan medis tersebut terlebih dahulu dan kemudian mengajukan reimbursement ke perusahaan asuransi untuk menggantikan biaya yang telah dikeluarkan.

3. Taxes (Pajak)

Reimbursement dalam pajak adalah penggantian dana untuk para karyawan wajib pajak karena mereka sudah membayarkan pajak penghasilannya secara mandiri. Pada dasarnya, setiap karyawan yang menerima gaji sudah dipotong sejumlah pajak sebelum gaji tersebut diberikan. Namun, dalam beberapa kasus, karyawan dapat mengajukan reimbursement untuk penggantian dana yang telah dibayarkan sebagai pajak penghasilan.

Hal-Hal yang Bisa Di-reimburse

Ada beberapa hal yang dapat di-reimburse dalam transaksi perusahaan. Berikut adalah tiga tipe pengeluaran yang umumnya dapat di-reimburse:

1. Pengeluaran untuk Biaya Perjalanan Bisnis

Perjalanan bisnis dalam suatu perusahaan umumnya dilakukan dengan anggaran yang telah ditetapkan. Namun, terkadang kebutuhan yang dianggarkan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Oleh karena itu, jika seorang karyawan harus menggunakan uang pribadi untuk menutupi segala keperluan perjalanan bisnis, pengeluaran tersebut dapat dimasukkan dalam klaim reimbursement setelah perjalanan bisnis selesai. Penting untuk menyimpan semua bukti pembayaran agar proses klaim dapat dilakukan dengan lancar.

BACA JUGA :  Menuju Disrupsi Optimal: Beberapa Tahapan Startup Unicorn

2. Pengeluaran untuk Biaya Operasional Bisnis

Jika seorang karyawan membutuhkan sesuatu untuk keperluan operasional bisnis, tetapi belum disediakan oleh perusahaan, maka biasanya karyawan tersebut akan membeli sendiri kebutuhan tersebut atas persetujuan atasan. Pengeluaran yang dikeluarkan untuk membeli kebutuhan tersebut dapat dimasukkan dalam klaim reimbursement. Beberapa contoh pengeluaran untuk biaya operasional bisnis yang dapat di-reimburse antara lain pembelian alat tulis kantor (ATK), penggunaan


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *