APBN – Pengertian, Fungsi, Tujuan, Struktur, dan Penyusunan

Gengs, elo dapet uang jajan berapa nih, kalau pergi ke sekolah? Kalau gue, pas zaman Sekolah Menengah Atas (SMA) sih, dikasih sekitar Rp 20.000 dari bokap dan nyokap. 

Nah, dari uang itu tuh gue udah bisa jajan banyak di sekolah. Mulai dari nasi uduk buat sarapan, sampai beli seblak buat ngemil. Bahkan, gue bisa puasa di sekolah buat nabung dan ngumpulin uang demi beli diamond Mobile Legends.

Setelah gue hitung-hitung, ternyata Rp 20.000 itu lumayan juga kalau ditotalin jadi sebulan. Ya… sekitar Rp 400.000, deh. Angka itu belum termasuk uang yang dibutuhin buat perlengkapan sekolah gue kayak beli buku.

Pas gue pikir-pikir lagi, ternyata anggaran buat sekolah itu nggak murah, ya. Duh, salut deh sama bokap dan nyokap gue yang selalu bisa memenuhi kebutuhan sekolah gue ini. 

Tapi, gue pun jadi langsung mikir lebih luas lagi. Kalau anggaran buat sekolah aja cukup mahal, apalagi kalau anggaran negara, ya? 

Ya… elo bayangin aja, menurut info yang gue dapat dari website Kementerian Keuangan (Kemenkeu), katanya anggaran negara Indonesia di tahun 2021 ini mencapai angka Rp2.786 triliun. Wow!

Itu dipakai buat apa aja, ya? Kebetulan banget! Gue bakal bahas semuanya tentang keuangan negara atau APBN di sini.

Yuk, kita cari tahu tentang pendapatan dan pengeluaran negara kita.

Apa Itu APBN?

Sebelum bahas lebih jauh tentang keuangan negara kita, gue mau coba menanyakan satu hal sama elo. Apa yang dimaksud APBN? Ada yang tau? Jadi, APBN adalah kepanjangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 

Simpelnya, APBN adalah rancangan penerimaan dan pengeluaran pemerintah dalam kurun waktu tertentu, biasanya satu tahun. 

Contoh gampangnya gini, elo sama temen-temen mau bikin kegiatan pentas seni di sekolah. Biasanya, elo bakal bikin proposal buat pihak sekolah, kan? 

Di dalam proposal, bakal ada rincian mulai dari kegiatannya sampai anggaran pentas seni tersebut. Nah, anggaran di proposal itu sebenarnya mirip sama APBN ini.

Eits, tapi APBN ini berbeda sama Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), ya. Apa sih, perbedaan APBN dan APBD? Sebenarnya, elo bisa menyimpulkan dari kepanjangannya, sih. 

Kalau APBN sendiri merupakan rencana keuangan pemerintah pusat untuk satu negara. Sedangkan APBD, merupakan rencana keuangan untuk pemerintah daerah.

Terus, siapa yang menyusun APBN, sih? APBN sendiri disusun oleh presiden sebagai kepala pemerintahan, dan tentunya juga dibantu oleh menteri-menteri yang dipilihnya.

BACA JUGA :  Kuliah di Luar Negeri, Mulai Dari Mana? | KTTJ

Setelah itu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan memutuskan apakah akan memberikan persetujuan terhadap rancangan APBN tersebut. Nah kira-kira, kenapa ya APBN perlu disusun?

Jadi, tujuan dari penyusunan APBN adalah sebagai pedoman penerimaan dan belanja negara. Simpelnya, APBN disusun supaya keuangan negara ini jadi lebih jelas. Pemasukannya dapat dari mana, terus pengeluarannya dipakai buat apa aja.

Selain itu, tujuan dari penyusunan APBN juga disebut sebagai pertanggungjawaban pemerintah ke masyarakat. Saking pentingnya nih, APBN punya peran besar buat negara, lho. Emangnya, bagaimana pengaruh APBN terhadap perekonomian negara, sih

Menurut laman resmi pembelajaran milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), keberadaan APBN ini bisa menggambarkan kebijakan pemerintah di satu tahun mendatang. Jadi, perekonomian negara juga bakal lebih stabil, deh.

Sampai sini, semoga elo paham secuil materi tentang APBN, ya. Tapi, tenang! Pembahasan kita nggak sampai pengertiannya aja, kok. Gue bakal bahas lebih lengkapnya lagi di bawah ini.

Fungsi APBN

Bukannya fungsi APBN itu sebagai pedoman penerimaan dan belanja negara, ya? Eits, itu termasuk ke tujuan dibuatnya aja. Buat fungsinya sendiri sebenarnya cukup berbeda, gengs. 

Jadi, fungsi APBN terbagi menjadi 6 bagian. Apa aja?

Enam fungsi APBN dalam pemerintahan (Arsip Zenius)
Fungsi APBN (Arsip sobatcloud.com)

Berdasarkan keenam fungsinya yang beragam, itu lah kenapa APBN dibutuhkan dan dibuat oleh pemerintah hingga saat ini.

Sejauh ini, gue harap elo paham sama penjelasan materi APBN, ya. Tapi kalau masih bingung, gue punya salah satu alternatif buat elo, nih. Jadi, sobatcloud.com punya penjelasan materi ini versi video yang dijelaskan langsung sama tutor kita. 

Menarik banget, kan? Elo bisa pantengin penjelasannya dengan cara klik banner yang ada di bawah ini, ya!

Pelajari materi Ekonomi di video materi belajar Zenius

Mekanisme Penyusunan APBN

Setelah elo belajar banyak tentang teorinya di atas, gue mau ngajak elo juga buat mengetahui mekanisme penyusunan APBN, nih. Tapi sebelum itu, kenapa APBN harus selalu dibuat, sih?

Soalnya, pemerintah Indonesia sudah punya dasar hukum APBN sendiri. Landasan hukum APBN ini tertuang di UUD 1945 pasal 23 ayat 1 tentang APBN setiap tahunnya. Terus, dasarnya juga ada di UU No. 17 tahun 2003 tentang keuangan negara.

Makanya, gue mau ngasih tau elo tentang penyusunannya yang nggak mudah. Soalnya, ada beberapa tahapan yang harus dilalui.

Terus, gimana sih, mekanisme penyusunan APBN? Gue punya gambarnya supaya elo bisa gampang mengerti, nih.

Mekanisme penyusunan APBN hingga disahkannya (Arsip Zenius)
Alur tersusunnya keuangan negara (Arsip sobatcloud.com)

Nah, seluruh mekanisme penyusunan APBN di atas itu biasanya dibuat di 1 tahun sebelumnya.

BACA JUGA :  Rumus Energi Mekanik dalam Fisika Beserta Contoh Soal

Misalnya, pemerintah membuat APBN untuk tahun 2022. Nah, proses perencanaannya ini udah dirancang dari tahun 2021. Ibaratnya, dari jauh-jauh hari, deh. Sama kayak elo yang mengurus proposal pentas seni dari jauh-jauh hari.

Tapi, penyusunan rancangan keuangan di atas juga punya prinsip tertentu. Prinsip penyusunan APBN yang dipegang oleh pemerintah sampai saat ini ada dua, yaitu:

  1. Berdasarkan aspek pendapatan, prinsip penyusunan APBN yaitu menyelesaikan kerugian negara yang sudah dijanjikan sebelumnya.
  2. Berdasarkan aspek pengeluaran, prinsip penyusunan APBN yaitu hemat dan sesuai dengan anggaran.

Simpelnya, jangan sampai ada keborosan dalam penyusunan rencana keuangan negara.

Sampai sini, elo paham ya, kalau ternyata penyusunan rencana keuangan di Indonesia itu nggak simpel. Bahkan, harus dibuat dari 1 tahun sebelumnya.

Struktur APBN

Sekarang, elo udah tau APBN lebih jauh lagi, nih. Tapi, dari tadi gue belum kasih lihat contoh APBN ke elo, ya.

Makanya, gue mau coba kasih lihat contoh struktur APBN yang bisa elo jadikan bayangan kedepannya. Siapa tau, salah satu dari pembaca sobatcloud.com di sini bakal menyusun keuangan negara nantinya, kan? Gue aminin dulu.

Jadi, ini dia contoh struktur APBN dari tahun 2007-2013 yang gue dapetin dari laman resmi pembelajaran Kemdikbud. 

Struktur APBN dalam tahun 2007 hingga 2013 silam (Arsip Zenius)
Contoh struktur APBN (Arsip sobatcloud.com)

Simpelnya, struktur APBN ini berisi pendapatan negara, pengeluaran atau hasil belanja negara, keseimbangan primer (selisih pendapatan dan pengeluaran di luar bunga utang), surplus defisit (selisih penerimaan dan pengeluaran), dan juga pembiayaan di dalam serta luar negeri.

Dari struktur di atas, mungkin elo ada yang bertanya, mengapa data penerimaan pajak tercantum dalam APBN, ya? Soalnya, pembayaran pajak ini jadi salah satu asal pendapatan negara yang paling besar.

Makanya, dari pendapatan itu, ada beberapa pengeluaran rutin setiap tahunnya yang dilakukan sama pemerintah, nih. 

Nah, yang termasuk pengeluaran rutin dalam APBN adalah gaji dan pensiunan pegawai dalam negeri (PNS), pembayaran utang di dalam dan luar negeri, subsidi bahan bakar minyak (BBM), sampai pembangunan.

Contoh Soal APBN

Buat menguji pengetahuan elo tentang materi kita hari ini, gue punya tiga contoh soal yang bisa elo kerjain, nih.

Semangat ngerjain soalnya, ya!

Contoh Soal 1

Pada saat terjadi inflasi APBN berperan sebagai ….

A. Alat penentuan kebijakan moneter

B. Alat penentuan kebijakan fiskal

C. Alat penentuan kebijakan perdagangan internasional

D. APBN tidak memiliki peran saat kondisi inflasi

Jawaban:

Inflasi terjadi karena jumlah uang beredar terlalu banyak sehingga nilai uang turun dan harga barang terus menerus naik. APBN dalam berperan untuk menurunkan inflasi melalui kebijakan fiskal yaitu dengan cara menaikan pajak dan mengurangi belanja negara.

BACA JUGA :  Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia Tempo Dulu hingga Ejaan yang Disempurnakan (EYD)

Jadi, jawaban yang paling tepat yaitu B.

Contoh Soal 2

Pada saat terjadi resesi pemerintah berusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan pengeluarannya berupa pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kepada Masyarakat. Dalam hal ini APBN telah menjalankan fungsinya berupa….

A. Fungsi otorisasi

B. Fungsi alokasi

C. Fungsi stabilisasi

D. Fungsi distribusi

Jawaban:

Pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) hanya diberikan kepada masyarkaat yang dianggap kurang mampu, artinya tidak semua orang dapat bantuan ini. 

Dalam jenis fungsi APBN, hal ini masuk ke dalam fungsi distribusi dimana hanya sebagian masyarakat yang mendapatkan manfaat dari pengeluaran negara. Selain BLT, contoh lainnya adalah pemberian subsidi listrik dan beasiswa.

Berdasarkan penjelasannya, jawaban yang paling tepat ialah D.

Contoh Soal 3

Kebijakan anggaran yang paling cocok digunakan pada saat terjadi resesi adalah ….

A. Kebijakan anggaran berimbang

B. Kebijakan anggaran surplus

C. Kebijakan anggaran defisit

D. Kebijakan moneter

Jawaban:

Pada saat resesi, kondisi perekonomian mengalami penurunan ditandai dengan penurunan GDP selama 2 kuartal atau 6 bulan berturut-turut. 

Pemerintah dapat menerapkan kebijakan anggaran defisit pada APBN dimana pengeluaran lebih besar dibandingkan dengan penerimaan. Hal ini dimaksudkan agar dapat membantu perekonomian sehingga terjadi pertumbuhan ekonomi.

Jadi, jawaban yang paling tepat yaitu C.

Hayo … siapa yang jawaban dari ketiga soal di atas benar semua? Kalau pun salah, nggak apa-apa, gengs. Intinya, elo bisa baca-baca ulang materi ini supaya bisa paham keseluruhannya dan mampu menjawab soal dengan baik nantinya, ya.

Menariknya nih, sobatcloud.com punya fitur latihan soal try out, lho. Lumayan banget, elo bisa mengasah pengetahuan elo dengan cara mengerjakan soal-soalnya. Yuk, langsung aja klik link ini buat ikut latihan soalnya.

                                                                    

Nah, itu dia pembahasan kita hari ini tentang APBN dan juga pajak. Lengkap banget, kan? Mulai dari pengertiannya, fungsi, struktur, sampai penjabaran contoh soal tentang APBN. 

Kalau dari elo sendiri, gimana? Udah paham sejauh ini? Oh iya, sobatcloud.com juga punya materi pelajaran Ekonomi lainnya yang nggak kalah keren dan menarik, lho. 

Apalagi, video materi Ekonomi di bawah ini langsung diajarin sama salah satu tutor sobatcloud.com yang kece abis penjelasannya! Penasaran? Tonton langsung videonya, ya!

Reference:

Data APBN – Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Pajak dan APBN – Materi UTBK sobatcloud.com

APBN dan APBD – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 

Pengaruh APBN dan APBD terhadap Perekonomian – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Mekanisme Penyusunan APBN – Kompas (2022)

Pengertian, Prinsip, Tahapan, dan Asas Penyusunan APBN – Kumparan (2021)

Tujuan APBN – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *