Psikologi Pendidikan Bagi Guru – Zenius untuk Guru

Kalau coba throwback ke masa lalu, sejak kita kecil sudah dikasih banyak pendidikan di rumah. Bentuknya pun beragam dan berupa pembelajaran yang sangat sederhana dari orang tua Bapak dan Ibu Guru masing-masing.

Pembelajaran yang diberikan dari orang tua itu mungkin juga tidak disengaja. Misalnya, ketika orang tua mengulang-ulang nama panggilan anaknya sampai akhirnya anak balita itu mengenali namanya sendiri.

Atau proses anak merekam bahasa dari kata “ibu”dan “ayah”.

Paparan bahasa yang diberikan oleh ibu dapat diserap oleh anak yang ada dalam kandungan.
Ilustrasi seorang ibu sedang mengandung dan mengungkapkan kalimat sapaan dalam tiga bahasa yang berbeda. (Arsip sobatcloud.com)

Menurut studi, seorang bayi bahkan sudah mulai belajar bahasa semenjak mereka masih di dalam kandungan. Selain itu, bayi yang berumur 11 bulan juga memiliki kemampuan otak untuk belajar dua bahasa sekaligus.

The Conversation (2016)

Kemauan belajar memang sudah ada pada setiap orang semenjak kecil, begitu juga kemampuan belajar. Namun, apakah tingkatannya sama satu anak dengan yang lainnya?

Tentu saja tidak, bukan? 

Perbedaan tersebut merupakan contoh dari keberagaman karakteristik siswa yang pastinya Bapak dan Ibu Guru juga sudah temui ketika mengajar di sekolah.

Adanya lebih dari satu siswa di dalam kelas memunculkan perbedaan-perbedaan, seperti perbedaan kemampuan akademik atau berpikir.
Ilustrasi siswa dengan perbedaan tingkat kemampuan belajar. (Arsip sobatcloud.com)

Adanya perbedaan karakteristik siswa itu membuat seorang pendidik tidak dapat mengajar dengan pendekatan yang seluruhnya sama kepada setiap anak. Seorang pendidik pun kemudian harus menyesuaikan pendekatan mengajarnya agar setiap siswa dapat menerima materi dengan optimal.

Nah, untuk dapat melakukan penyesuaian tersebut Bapak dan Ibu Guru akan membutuhkan sebuah bekal ilmu yang disebut psikologi pendidikan.

Mungkin Bapak dan Ibu Guru sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut, masih banyak yang belum tahu apa artinya. 

Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya akan memberikan informasi mengenai pengertian psikologi pendidikan, manfaat dan pentingnya untuk diterapkan dalam pembelajaran,  hingga contoh penerapannya.

Untuk mendapatkan pemahaman lebih tentang psikologi pendidikan, simak artikel ini hingga selesai, yuk!

Pengertian Psikologi Pendidikan

Apa sih sebenarnya psikologi pendidikan itu? 

Secara etimologis, istilah tersebut terdiri dari dua kata, yaitu psikologi dan pendidikan. 

Apriyanti Widiansyah, seorang dosen sebuah universitas di Jakarta menyatakan dalam Modul Psikologi Pendidikan (2018) yang ia tulis, bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku atau aktivitas yang dilakukan seorang individu.

BACA JUGA :  Oprah Winfrey, Miliarder Perempuan Afrika-Amerika Pertama di Abad 20

Perilaku yang dipelajari dapat berupa perilaku yang tampak, seperti berpakaian, berjalan, berbicara, atau perilaku yang tidak tampak, seperti keadaan emosi dan cara berpikir seseorang. Sedangkan aktivitas seseorang dapat berupa aktivitas motorik maupun aktivitas emosional. 

Kalau kata pendidikan menurut University of The People (2022), memiliki arti sebagai tindakan menuntut ilmu yang dilakukan untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman lebih terkait bidang-bidang disiplin ilmu.

Arti kata “pendidikan”menurut KBBI menunjukan hasil dari pendidikan itu sendiri.
Ilustrasi arti kata “pendidikan” menurut KBBI (Arsip sobatcloud.com)

Kalau ditinjau dari pengertiannya menurut KBBI, hasil sebuah pendidikan dapat kita rasakan atau amati dari perubahan yang terjadi pada seseorang. Baik itu perubahan cara pandang maupun sikap dan tingkah laku.

Lalu, apa arti psikologi pendidikan?

Melansir laporan dari Encyclopedia Britannica (2021), pengertian psikologi pendidikan adalah cabang dari psikologi modern yang berfokus pada pemahaman proses belajar dan permasalahan psikologi yang mungkin terjadi di dalam proses belajar dan mengajar.

Pemahaman terhadap hal-hal tersebut kemudian dapat dirumuskan dalam beberapa ruang lingkup bahasan. 

Menurut buku yang berjudul Educational Psychology: Effective Teaching, Effective Learning karya Stephen N. Elliot dan rekan-rekannya (1996), ruang lingkup psikologi pendidikan secara garis besar adalah seperti pada gambar berikut.

5 ruang lingkup psikologi pendidikan adalah hal-hal yang dipelajari dalam ilmu tersebut.
Ilustrasi 5 ruang lingkup psikologi pendidikan. (Arsip sobatcloud.com)

Nah, dari kelima ruang lingkup pembahasan di atas kita bisa mengetahui isi dari psikologi pendidikan secara garis besar.

Yaitu, ilmu untuk memahami siswa, mengelola kelas, dan mewujudkan situasi belajar yang kondusif dengan dasar penelitian maupun teori-teori pembelajaran yang sudah.

Berikut ini adalah beberapa teori psikologi pendidikan yang dapat digunakan dalam proses mengenal kepribadian dan karakteristik siswa, pengelolaan dan perencanaan kelas, hingga proses evaluasi proses belajar mengajar:

Teori-Teori Psikologi Pendidikan
Keterangan
Teori Belajar Behavioristik
Teori belajar behavioristik membahas tentang proses belajar siswa yang terjadi dari adanya hubungannya antara stimulus dan respons. Dalam psikologi belajar, teori ini dapat diterapkan dengan memberikan rangsangan seperti ungkapan pujian dan motivasi untuk mendorong siswa dalam belajar.
Teori Belajar Kognitif
Dalam Teori belajar kognitif yang dicetuskan oleh Jean Piaget, proses belajar merupakan hasil dari kegiatan mental di dalam otak untuk memahami, mengingat, dan menggunakan suatu pengetahuan.Sehingga, menyediakan kegiatan pembelajaran untuk siswa menerapkan materi yang didapatkan di kelas dapat sangat membantu proses belajar mereka.
Teori Belajar Konstruktivisme
Teori belajar konstruktivisme memandang proses belajar sebagai pengembangan makna dari pengalaman yang pernah dialami. Sehingga, memberikan kesempatan siswa untuk menyampaikan apa yang telah dipelajari menggunakan bahasa mereka sendiri dapat mendukung terjadinya pembelajaran.
Teori Belajar Eksperiensial
Menurut teori Belajar Eksperiensial, proses pembelajaran siswa dapat terjadi secara spontan melalui penemuan dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Teori Konstruktivisme Sosial
Budaya dalam lingkungan sosial siswa sangat mempengaruhi perkembangan siswa menurut teori konstruktivisme sosial. Oleh karena itu, memahami latar belakang kebudayaan siswa dapat berguna untuk menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan konteks sosial mereka.

Manfaat dan Pentingnya Psikologi Pendidikan bagi Guru

Seperti yang kita ketahui hakikat dari sebuah pendidikan itu terdiri dari proses interaksi antara guru dan siswa. Pendidikan pun dapat menjadi efektif apabila seorang pendidik mampu membangun interaksi tersebut dengan baik.

BACA JUGA :  Rumus Kelajuan dan Kecepatan, Apa Bedanya?

Tentunya, untuk membangun hubungan yang baik tersebut, psikologi pendidikan menjadi penting bagi seorang pendidik. Karena, konsep dasar psikologi pendidikan adalah untuk bisa mengenali karakteristik dan keadaan psikologis dari masing-masing siswa.

Menurut laporan penelitian yang dilakukan oleh Sokip (2019), bahkan ada perbedaan yang cukup signifikan di antara pendidik yang belum pernah mempelajari psikologi pendidikan dan yang sudah pernah, lho.

Penerapan psikologi belajar diperlukan ketika terdapat siswa berkebutuhan khusus di dalam kelas.
Ilustrasi inklusivitas siswa di dalam kelas. (Arsip sobatcloud.com)

Sokip melaporkan, bahwa seorang pendidik yang tidak memahami psikologi pendidikan akan cenderung mengajar menggunakan pengajaran tradisional yang mereka dapatkan selama sekolah dulu. Sehingga cara mereka menangani keberagaman karakter siswa pun akan sangat terbatas.

Contoh kasusnya adalah ketika ada siswa yang berkebutuhan khusus di kelas. Guru yang tidak tahu psikologi pendidikan kemungkinan besar akan tidak tahu bagaimana harus memperlakukan anak tersebut dan akan memperlakukannya sama dengan siswa yang lain.

Sedangkan, dengan ilmu psikologi pendidikan, guru jadi lebih lebih peka terhadap kebutuhan dan minat masing-masing siswanya. Lalu, guru juga dapat menentukan cara mengajar yang efektif untuk menyampaikan pembelajaran pada anak yang berkebutuhan khusus itu.

Pada contoh kasus di atas, terwujudnya pendidikan inklusif menjadi mungkin untuk dilakukan.

Nah, disitulah letak pentingnya psikologi pendidikan bagi guru. Yaitu, untuk mewujudkan proses pembelajaran yang tidak terbatas dengan satu metode dan teknik, melainkan sangat terbuka untuk adanya penyesuaian terhadap kebutuhan dan situasi.

Mempelajari psikologi pendidikan juga akan membawa beberapa manfaat. Berikut ini manfaat psikologi pendidikan menurut Stefanus M. Marbun dalam bukunya yang berjudul Psikologi Pendidikan (2018).

7 manfaat belajar psikologi pendidikan untuk guru dapat membantu mewujudkan pembelajaran yang efektif.
Ilustrasi manfaat psikologi pendidikan untuk guru (Arsip sobatcloud.com)

Penerapan Psikologi Pendidikan dalam Pembelajaran

Setelah mempelajari tentang psikologi pendidikan, secara praktis Bapak dan Ibu Guru akan mengetahui tentang beberapa hal di bawah ini:

  1. Macam kepribadian dan karakter siswa.
  2. Cara berpikir siswa dalam proses belajar.
  3. Ciri kesiapan belajar siswa.
  4. Motivasi belajar siswa.
  5. Keadaan emosi siswa.
  6. Indikasi terjadinya proses pembelajaran.
  7. Jenis kesulitan belajar yang dihadapi siswa.
BACA JUGA :  Pankreas – Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerja Pankreas – Materi Biologi Kelas 11

Dengan informasi tersebut, diharapkan Bapak dan Ibu Guru dapat menggunakannya dalam perencanaan pembelajaran dan manajemen kelas dan menentukan langkah yang tepat untuk membangun interaksi dengan siswa.

Supaya semakin ada gambaran tentang bagaimana penerapan psikologi pendidikan dalam pembelajaran, saya akan memberikan contoh penerapannya.

Contoh kali ini berkaitan dengan alasan mengapa seorang guru memilih untuk pemberian PR kepada siswanya.

Pemberian PR kepada siswa menjadi salah satu bentuk penerapan psikologi pendidikan.
Ilustrasi seorang guru memberikan PR. (Arsip sobatcloud.com)

Keberhasilan suatu pendidikan dapat ditandai dengan terjadinya proses dari yang semula tidak tahu menjadi tahu.

Nah, dalam teori konstruktivisme sosial yang dikemukakan oleh Lev Vygotsky,  untuk mewujudkan proses tersebut seorang guru perlu berperan dalam menyediakan situasi dimana siswa dapat lebih aktif dan kreatif dalam belajar.

Di samping itu, dari segi perkembangan siswa, guru juga menyadari bahwa siswa perlu mengalami perpindahan dari tahap intermental ke intramental. Yaitu, dari tahap dibimbing orang lain menuju tahap mandiri.

Oleh karena itu, seorang guru mewujudkan situasi belajar yang kondusif supaya siswa dapat sampai ke tahap itu. Salah satu caranya adalah dengan memberikan PR yang membantu siswa dalam mengulang-ulang materi yang didapatkannya secara aktif sampai memahaminya dengan optimal.

Jenis PR-nya pun pastinya perlu diperhatikan juga oleh guru. Misalnya menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang memacu siswa untuk dapat menuangkan gagasan mereka secara kreatif dan imajinatif dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Lalu, siswa juga bisa diberi kesempatan untuk memaparkan gagasannya itu kepada teman-temannya di pertemuan berikutnya.

Penerapan psikologi pendidikan ini merupakan contoh pendidik yang dapat mengenali kebutuhan siswanya dan mengaplikasikan baik penelitian maupun teori pembelajaran yang sudah ada ke dalam proses mengajar.

Setelah memahami apa itu psikologi pendidikan, ruang lingkup, manfaat, dan contoh penerapannya, semoga Bapak dan Ibu Guru menjadi lebih semangat dalam mewujudkan pembelajaran yang kondusif dan efektif, ya.

Nah, untuk membantu Bapak dan Ibu Guru dalam melakukan persiapan dan manajemen kelas, ratusan video materi pelajaran dan latihan soal sudah disediakan di dalam LMS sobatcloud.com. Untuk mengakses LMS-nya, silahkan klik banner di bawah ini.

lms zenius untuk guru zenru

Referensi

Introduction to Educational Psychology Theory – Psychology.org (2022)

The Importance of Educational Psychology for Teachers – Sokip (2019)

Educational Psychology – Encyclopedia Britannica (2021)

Top 10 Reasons Why Is Education Important – University of The People (2022)

Modul Psikologi Pendidikan – Apriyanti Widiansyah (2018)

Why the Baby Brain Can Learn Two Languages at the Same Time – The Conversation (2016)

Educational Psychology: Effective Teaching, Effective Learning –Stephen N. Elliot, dkk. (1996)

Psikologi Pendidikan — Stefanus M. Marbun (2018)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *