Apa yang Dimaksud dengan Piutang Dagang? Pahami Pengertian, Jenis, dan Perbedaannya!

Pengertian Piutang Dagang dalam Istilah Akuntansi

Dalam istilah akuntansi, piutang dagang adalah hasil atau pembayaran yang akan diterima oleh perusahaan dari konsumen atau klien yang sudah membeli barang atau jasa mereka secara kredit. Biasanya, jangka waktu pembayarannya terbilang pendek. Ada pilihan beberapa hari, bulanan, dan pada beberapa kasus, bisa sampai satu tahun.

Piutang dagang adalah salah satu aset yang penting bagi perusahaan. Dalam neraca perusahaan, piutang dagang termasuk dalam kategori aset lancar. Hal ini karena piutang dagang dianggap dapat diuangkan dalam waktu relatif singkat, dan oleh karena itu, memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Pada umumnya, piutang dagang terbentuk ketika perusahaan menjual barang atau jasa secara kredit kepada pelanggan. Dalam proses penjualan, perusahaan mengirimkan faktur kepada pelanggan yang berisi jumlah pembayaran yang harus dibayarkan dan batas waktu pembayarannya.

Setelah faktur dikirimkan, pelanggan memiliki tanggung jawab untuk membayar piutang dagang kepada perusahaan. Ketika pelanggan membayar piutang dagang tersebut, perusahaan akan mencatatnya sebagai penerimaan kas dalam laporan keuangan mereka.

Selain itu, perusahaan juga dapat memberikan diskon atau fasilitas kredit kepada pelanggan untuk mendorong pembayaran yang lebih cepat. Diskon ini diberikan sebagai bentuk insentif bagi pelanggan untuk membayar piutang dagang lebih awal dari batas waktu yang ditentukan.

Dalam hal ini, perusahaan dapat menghitung diskon yang diberikan kepada pelanggan sebagai potongan harga atas pembelian yang dilakukan. Diskon ini kemudian akan dicatat dalam laporan keuangan perusahaan sebagai potongan penjualan.

Jenis-jenis Piutang Dagang

Piutang dagang dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, berdasarkan karakteristiknya. Berikut adalah beberapa jenis piutang dagang yang umum ditemui dalam bisnis:

BACA JUGA :  Fungsi, Cara Kerja, dan Manfaat API di Era Digital

1. Account Receivable (Piutang)
Piutang dagang ini terbentuk ketika perusahaan menjual barang atau jasa secara kredit kepada pelanggan. Piutang ini muncul sebagai akibat dari pembelian barang atau jasa secara kredit. Jumlah piutang dagang ini akan dicatat dalam laporan keuangan perusahaan sebagai aset lancar.

2. Notes Receivable (Catatan Piutang)
Catatan piutang adalah pernyataan jumlah terutang dari pelanggan yang berupa dokumen resmi. Tidak seperti piutang dagang, catatan piutang hanya bisa diklasifikasikan ke dalam aset lancar di neraca jika jumlah yang jatuh tempo dapat ditagih dalam waktu setahun. Biasanya piutang jenis ini digunakan dalam jangka waktu kredit lebih dari 60 hari.

3. Uncollectible Account Receivable (Piutang Tak Tertagih)
Piutang tidak tertagih bisa terjadi ketika pelanggan tidak membayar utang yang tertagih. Banyak perusahaan mengalihkan risiko piutang tidak tertagih ke pihak lain. Misalnya saja, ketika Anda membeli barang di perusahaan penyedia bahan baku yang tidak menerima pembayaran secara kredit, tapi mereka bisa dibayar dengan menggunakan kartu kredit.

4. Piutang Lain-lain
Piutang ini meliputi piutang pajak, piutang karyawan, dan piutang bunga, serta memiliki sifat yang mirip dengan notes receivable. Jika bisa ditagih dalam waktu satu tahun, bisa diklasifikasikan sebagai aset lancar. Jika diperkirakan baru akan tertagih lebih dari satu tahun, maka itu bisa dikelompokkan sebagai aset yang tidak lancar dan tentunya perlu dilaporkan ke bagian investasi.

Contoh Piutang Dagang dan Laporannya

Untuk lebih memahami apa itu piutang dagang, mari kita buat contoh sederhana. Misalnya saja, perusahaan A merupakan produsen furnitur yang mengirimkan produk mereka ke toko ritel. Setelah pabrikan menagih toko untuk furnitur tersebut, pembayaran terutang akan dicatat sebagai piutang milik perusahaan A. Posisi perusahaan A menunggu pembayaran dari toko.

BACA JUGA :  Mengenal Marketing Collateral, Cara Efektif untuk Optimalkan Pemasaran Bisnis

Semua data terkait transaksi di atas dicatat dalam pernyataan piutang. Pernyataan piutang sendiri merupakan daftar yang berisi kewajiban debitur. Di dalamnya ada tanggal jatuh tempo lengkap dengan detail piutangnya. Laporan piutang sendiri terdiri dari 4 macam yakni:

1. Laporan Saldo Akhir Bulan
Laporan ini berisi sisa pembayaran yang harus dibayarkan kembali oleh debitur di periode selanjutnya. Gunanya adalah untuk bukti sekaligus pengingat sisa utang yang harus dibayar.

2. Laporan Tagihan yang Belum Dibayar
Laporan ini diberikan oleh perusahaan kepada konsumen atau distributor ketika transaksi sudah terjadi. Laporan ini berfungsi untuk memberitahu konsumen bahwa mereka masih memiliki utang yang harus segera diselesaikan.

3. Laporan Saldo Saat Ini
Laporan ini dikeluarkan oleh seorang akuntan untuk keperluan internal perusahaan. Laporan ini memberikan informasi tentang saldo piutang yang dimiliki oleh perusahaan pada saat ini.

4. Unit Statement
Laporan ini berisi informasi tentang kewajiban debitur pada awal bulan, rincian transaksi selama sebulan, serta menunjukkan saldo yang harus dibayar oleh debitur pada akhir bulan.

Perbedaan Piutang Dagang dengan Utang Dagang

Banyak orang yang kerap menganggap bahwa utang dagang dengan piutang dagang itu adalah hal yang sama. Meskipun pemberi pinjaman dan investor mempertimbangkan kedua metrik ini dalam menilai kesehatan keuangan bisnis Anda, keduanya sama sekali berbeda.

Piutang dagang adalah jumlah yang harus dibayarkan oleh pelanggan kepada perusahaan karena pembelian barang atau jasa secara kredit. Dalam hal ini, perusahaan berperan sebagai kreditur yang memiliki hak untuk menerima pembayaran dari pelanggan.

Sementara itu, utang dagang adalah jumlah yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada pemasok atau kreditor karena pembelian barang atau jasa secara kredit. Dalam hal ini, perusahaan menjadi debitur yang memiliki kewajiban untuk membayar kepada pemasok atau kreditor.

BACA JUGA :  500: Internal Server Error

Perbedaan utama antara piutang dagang dan utang dagang terletak pada siapa yang berada dalam posisi kreditur dan siapa yang berada dalam posisi debitur. Dalam piutang dagang, perusahaan memiliki hak untuk menerima pembayaran, sedangkan dalam utang dagang, perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar.

Selain itu, piutang dagang dianggap sebagai aset dalam laporan keuangan perusahaan, sedangkan utang dagang dianggap sebagai kewajiban. Aset adalah sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan yang memiliki nilai ekonomi, sedangkan kewajiban adalah jumlah uang atau hak lain yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada pihak lain.

Ketika memilih antara piutang dagang dan utang dagang, perusahaan harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti likuiditas, risiko, dan arus kas. Piutang dagang dapat meningkatkan likuiditas perusahaan jika pelanggan melakukan pembayaran tepat waktu, sedangkan utang dagang


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *