Petty Cash: Pengertian, Manfaat, Contoh Penggunaan, dan Pengelolaannya

Pengertian Petty Cash

Petty cash atau kas kecil merupakan dana yang kerap digunakan ketika membutuhkan pengeluaran mendadak. Kas kecil tercatat sebagai judul buku besar pada akun aktiva lancar yang menerangkan tentang laporan jumlah kas kecil perusahaan. Biasanya jumlah kas kecil ini bervariasi, tergantung kebijakan perusahaan.

Asal Usul Kata “Petty Cash”

Sebenarnya, kata “Petty” berasal dari Bahasa Perancis “Petit” yang berarti kecil. Petty cash adalah uang tunai yang tersedia dalam jumlah kecil oleh perusahaan untuk membayar pengeluaran insidental. Dana ini biasanya disimpan di laci atau kotak terkunci. Meskipun tersedia cek sebagai alat pembayaran, perusahaan hanya menggunakannya untuk membayar biaya operasional bisnis dan pengeluaran dengan nominal besar lainnya.

Kas kecil merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam manajemen pengeluaran perusahaan atau suatu bisnis. Di perusahaan besar, setiap departemen biasanya memiliki kas kecilnya tersendiri. Jumlahnya pun bervariasi. Meskipun dapat digunakan kapan saja, penggunaan kas kecil harus sepengetahuan orang yang diberi wewenang dan dicatat dalam jurnal laporan keuangan.

Persyaratan Kas Kecil

Penggunaan kas kecil memang dapat mengantisipasi kebutuhan mendesak. Namun, bukan berarti siapa pun dapat mengakses kas kecil. Perusahaan akan menerapkan kontrol ketat mengenai pengelolaan kas kecil. Biasanya, perusahaan akan menunjuk dan memercayakan akses serta pengelolaan kas kecil ke satu atau beberapa individu.

Perlu dicatat bahwa uang tersebut hanya boleh digunakan untuk kegiatan yang berkaitan dengan operasional perusahaan. Orang yang dipercaya mengakses kas kecil bertanggung jawab untuk mengumpulkan seluruh tanda terima penggunaan dana dan membuat laporan keuangan.

BACA JUGA :  3 Perbedaan Lembaga Keuangan Bank dan Nonbank

Adapun komponen kas kecil, meliputi:
– Uang tunai
– Prosedur pengambilan
– Metode pengelolaan
– Pencatatan pembukuan

Manfaat Petty Cash

Lantas, apa saja manfaat penggunaan kas kecil? Berikut uraiannya.

Mempermudah Pelayanan

Melayani klien ketika mengadakan rapat atau pertemuan penting lainnya adalah suatu keharusan. Keberadaan kas kecil memudahkan pembelian kudapan berupa makanan ringan maupun utama tanpa harus menunggu persetujuan pencairan dana yang menghabiskan banyak waktu.

Makin baik pelayanan terhadap klien, makin kuat relasi bisnis. Pelayanan yang baik juga mendongkrak citra perusahaan dan meningkatkan kepercayaan klien. Bahkan, bukan mustahil perusahaan akan mendapatkan calon klien potensial lainnya di masa depan.

Meringkas Prosedur Pencairan

Kegiatan operasional sehari-hari sering memunculkan beragam biaya nominal kecil yang harus segera dipenuhi. Lantaran sifatnya mendesak, Anda tidak bisa menggunakan prosedur pencairan yang memerlukan proses panjang. Untuk mengatasi hal ini, setiap divisi dianjurkan untuk menyimpan kas kecil. Keberadaannya dapat meringkas prosedur pencairan dan membantu pemenuhan biaya tak terduga yang datang tiba-tiba.

Melancarkan Bisnis

Kelancaran kegiatan bisnis dan proses usaha akan terganggu ketika perusahaan gagal memenuhi kebutuhan mendesak. Mengingat prosedur pencairan dana tergolong panjang dan membutuhkan waktu lama, alangkah bijak apabila Anda menyediakan kas kecil untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak.

Membantu Tugas Manajer

Seorang manajer memiliki tugas untuk menjaga kelancaran divisi yang dipimpinnya. Meskipun manajer dapat menalangi kebutuhan perusahaan dengan uang pribadinya, proses pencairan rembes membutuhkan waktu selama beberapa hari. Keberadaan kas kecil membantu manajer menjalankan tugasnya dengan lebih efektif dan efisien waktu.

Lebih Mudah Mengelola Pengeluaran

Adanya kas kecil memudahkan perusahaan mengendalikan pengeluaran yang bersifat mendesak. Meskipun nominal kecil, pengeluaran dalam jumlah banyak akan menghabiskan uang perusahaan. Namun, keberadaan kas kecil yang mudah dicatat ke pembukuan membuat keuangan perusahaan tetap stabil dan terkendali.

BACA JUGA :  Manfaatkan TikTok Affiliate untuk Menambah Penjualan, Ini Tipsnya

Contoh Penggunaan Petty Cash

Adapun contoh penggunaan petty cash, antara lain:
– Pembelian materai
– Membayar biaya angkut
– Membayar pesanan makanan untuk klien
– Mengganti uang karyawan untuk pembelian alat tulis kantor
– Pembelian karangan bunga untuk peresmian kantor cabang
– Pembelian parsel buah untuk manajer yang sakit
– Untuk rembes kebutuhan karyawan yang dipakai untuk operasional dalam jumlah kecil


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *