Jangan Bingung! Ini Perbedaan Paspor Biasa dan Elektronik

Kelengkapan Data

Perbedaan pertama antara paspor biasa dan elektronik terletak pada kelengkapan data. Paspor biasa hanya memuat data diri pemegang paspor seperti nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, serta kewarganegaraan. Sedangkan paspor elektronik memuat data yang lebih lengkap, yaitu data biometrik. Data biometrik ini mencakup data wajah dan sidik jari pemegang paspor.

Hal ini dikarenakan paspor elektronik dilengkapi dengan chip yang dapat menyimpan data biometrik pemegang paspor. Data wajah dan sidik jari ini digunakan sebagai alat verifikasi identitas yang lebih akurat. Dengan adanya data biometrik ini, penggunaan paspor elektronik dianggap lebih aman dan sulit dipalsukan.

Kelebihan Paspor Elektronik

Dengan adanya data biometrik pada paspor elektronik, pengguna dapat dengan mudah diidentifikasi melalui pemindaian wajah dan sidik jari. Hal ini memudahkan proses pemeriksaan di bandara dan meminimalisir kemungkinan terjadinya penyalahgunaan paspor oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, data biometrik pada paspor elektronik juga memudahkan pengguna dalam melakukan proses perpanjangan paspor. Dengan data yang sudah tersimpan dalam chip, pengguna dapat dengan mudah memperbarui paspor elektronik mereka tanpa perlu mengulang proses pengambilan data biometrik.

Kelemahan Paspor Biasa

Sementara itu, paspor biasa yang tidak dilengkapi dengan data biometrik memiliki kelemahan dalam hal keamanan. Paspor biasa hanya mengandalkan data pribadi seperti nama dan tanggal lahir untuk verifikasi identitas. Hal ini memungkinkan adanya kemungkinan penyalahgunaan paspor oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, paspor biasa juga memiliki kelemahan dalam proses perpanjangan. Pengguna paspor biasa harus mengulang proses pengambilan data diri setiap kali melakukan perpanjangan paspor. Hal ini tentu menjadi proses yang lebih merepotkan dibandingkan dengan paspor elektronik yang dapat dengan mudah diperbarui.

Biaya

Selanjutnya, perbedaan lain dari kedua jenis paspor ini adalah dari segi biaya. Biaya pembuatan paspor biasa dan elektronik telah ditentukan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak.

Untuk pembuatan paspor biasa dengan 48 halaman, dikenakan biaya sebesar Rp350.000. Sementara itu, biaya pembuatan paspor elektronik dengan 48 halaman adalah Rp650.000. Perbedaan biaya ini cukup signifikan, namun sebanding dengan kelebihan dan keamanan yang ditawarkan oleh paspor elektronik.

BACA JUGA :  Kunjungi Tempat Wisata Thailand Ini, Liburan Jadi Makin Seru!

Selain itu, peraturan pemerintah juga memberikan opsi untuk menggunakan layanan cepat pembuatan paspor dalam satu hari dengan biaya tambahan sebesar Rp1.000.000. Namun, biaya ini tidak termasuk dalam biaya penerbitan paspor dan harus dibayarkan secara terpisah.

Kelebihan Paspor Elektronik

Meskipun biaya pembuatan paspor elektronik lebih tinggi daripada paspor biasa, namun terdapat beberapa kelebihan yang ditawarkan. Dengan menggunakan paspor elektronik, pengguna dapat dengan mudah mengakses layanan autogate di bandara.

Layanan autogate merupakan layanan yang dapat membantu mengurangi kepadatan antrean di pemeriksaan imigrasi. Dengan menggunakan paspor elektronik, pengguna dapat dengan cepat dan mudah melewati pemeriksaan imigrasi tanpa perlu mengantre dalam waktu yang lama.

Kelemahan Paspor Biasa

Sementara itu, paspor biasa tidak dilengkapi dengan chip sehingga tidak dapat mengakses layanan autogate. Pemegang paspor biasa harus melewati pemeriksaan imigrasi secara manual yang membutuhkan waktu lebih lama.

Proses pemeriksaan imigrasi secara manual memerlukan waktu sekitar 30 detik lebih lama daripada menggunakan layanan autogate. Hal ini tentu dapat menghambat perjalanan pengguna paspor biasa terutama jika terdapat antrian yang panjang di bandara.

Keberadaan Fisik Buku dan Chip

Perbedaan lain antara paspor biasa dan elektronik terletak pada keberadaan fisik buku dan chip. Secara fisik, buku paspor biasa dan elektronik tampak sama. Namun, terdapat perbedaan yang mencolok ketika melihat bagian dalam buku paspor.

Paspor elektronik dilengkapi dengan chip yang terdapat pada halaman depan paspor. Chip ini berfungsi untuk menyimpan data keimigrasian yang mencakup identitas, wajah, dan sidik jari pemegang paspor. Dengan adanya chip ini, paspor elektronik dapat dengan mudah diidentifikasi dan diverifikasi oleh pihak imigrasi.

Sementara itu, paspor biasa tidak dilengkapi dengan chip. Halaman dalam paspor biasa hanya berisi informasi pribadi seperti nama, tanggal lahir, dan tempat lahir. Dalam hal ini, paspor biasa memiliki kelemahan dalam hal keamanan dan verifikasi identitas.

Kelebihan Paspor Elektronik

Dengan adanya chip pada paspor elektronik, pengguna dapat dengan mudah diidentifikasi melalui pemindaian data biometrik yang tersimpan dalam chip. Hal ini memudahkan proses pemeriksaan di bandara dan meminimalisir kemungkinan terjadinya penyalahgunaan paspor oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

BACA JUGA :  Penyebab dan Solusi Wifi Lambat Saat Speedtest Indihome

Selain itu, chip pada paspor elektronik juga memungkinkan pengguna untuk menggunakan layanan autogate di bandara. Dengan menggunakan layanan autogate, pengguna dapat dengan cepat melewati pemeriksaan imigrasi tanpa perlu mengantre dalam waktu yang lama.

Kelemahan Paspor Biasa

Sementara itu, paspor biasa yang tidak dilengkapi dengan chip memiliki kelemahan dalam hal keamanan dan verifikasi identitas. Paspor biasa hanya mengandalkan informasi pribadi seperti nama dan tanggal lahir untuk verifikasi identitas. Hal ini memungkinkan adanya kemungkinan penyalahgunaan paspor oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, paspor biasa juga tidak dapat menggunakan layanan autogate di bandara. Pemegang paspor biasa harus melewati pemeriksaan imigrasi secara manual yang membutuhkan waktu lebih lama.

Bebas Visa ke Jepang

Pemilik paspor biasa maupun paspor elektronik dapat pergi ke Jepang. Namun, terdapat keistimewaan bagi pemilik paspor elektronik yaitu mereka dapat berkunjung ke Jepang tanpa harus memiliki visa.

Hal ini dikarenakan chip yang ada pada paspor elektronik sudah sesuai dengan standar International Civil Aviation Organization (ICAO). Standar ini memungkinkan pemegang paspor elektronik untuk bepergian ke negara-negara tertentu tanpa memerlukan visa.

Pengguna paspor elektronik dapat berkunjung ke Jepang untuk berbagai tujuan seperti kunjungan keluarga, wisata, atau bisnis selama 15 hari dengan masa berlaku tiga tahun. Namun, sebelum berangkat, pemegang paspor elektronik harus mendaftarkan paspor mereka ke Kantor Perwakilan Negara Jepang atau Kantor Konsulat Jepang di Indonesia.

Kelebihan Paspor Elektronik

Dengan adanya kemudahan bepergian tanpa visa ke Jepang, pemilik paspor elektronik dapat menghemat waktu dan biaya dalam proses pengurusan visa. Hal ini tentu menjadi keuntungan bagi mereka yang sering bepergian ke Jepang untuk tujuan bisnis atau wisata.

Selain itu, paspor elektronik juga memberikan keamanan yang lebih tinggi dalam hal identifikasi dan verifikasi di bandara. Dengan adanya chip yang dapat menyimpan data biometrik, paspor elektronik sulit dipalsukan dan meminimalisir kemungkinan terjadinya penyalahgunaan paspor oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kelemahan Paspor Biasa

Sementara itu, pemilik paspor biasa harus mengurus visa terlebih dahulu sebelum pergi ke Jepang. Proses pengurusan visa ini memerlukan waktu dan biaya tambahan yang harus ditanggung oleh pemilik paspor biasa.

Pemegang paspor biasa harus mengajukan permohonan visa ke kedutaan atau konsulat Jepang di negara asal mereka. Proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan memerlukan persyaratan dokumen yang lengkap. Hal ini tentu menjadi proses yang lebih merepotkan dibandingkan dengan pemegang paspor elektronik yang dapat langsung berkunjung ke Jepang tanpa harus mengurus visa terlebih dahulu.

BACA JUGA :  7 Interesting Facts About Indonesian Money

Penyimpanan

Perbedaan lain antara paspor biasa dan elektronik terletak dalam penyimpanan data. Paspor biasa tidak dapat menyimpan data karena tidak dilengkapi dengan chip. Sementara itu, paspor elektronik memiliki chip yang dapat menyimpan data biometrik pemegang paspor.

Data biometrik yang disimpan dalam chip paspor elektronik mencakup data wajah dan sidik jari pemegang paspor. Data ini lebih lengkap dan akurat sehingga sulit dipalsukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Namun, penggunaan chip pada paspor elektronik juga membutuhkan perawatan khusus agar chip tetap aman dan tidak mudah rusak. Paspor elektronik harus disimpan dalam tempat yang aman dan terhindar dari benturan atau kerusakan. Selain itu, pengguna harus berhati-hati dalam penggunaan paspor elektronik agar chip tidak rusak atau hilang.

Sementara itu, paspor biasa tidak memerlukan tempat penyimpanan khusus karena tidak dilengkapi dengan chip. Namun, pemilik paspor biasa juga harus tetap menjaga keamanan dan keutuhan paspor mereka agar tidak rusak atau hilang.

Dalam kesimpulannya, terdapat beberapa perbedaan antara paspor biasa dan elektronik. Perbedaan ini mencakup kelengkapan data, biaya, layanan autogate, keberadaan fisik buku dan chip, kebebasan visa ke Jepang, dan penyimpanan data. Meskipun terdapat perbedaan, baik paspor biasa maupun elektronik merupakan dokumen resmi yang dapat digunakan sebagai identitas saat berada di luar negeri.

Pemilihan jenis paspor yang tepat tergantung pada kebutuhan dan preferensi individu. Jika sering bepergian ke negara yang memiliki layanan autogate, maka paspor elektronik dapat menjadi pilihan yang lebih praktis dan efisien. Namun, jika hanya digunakan untuk perjalanan biasa tanpa kebutuhan layanan autogate, maka paspor biasa juga dapat menjadi pilihan yang baik.

Dalam era digital seperti sekarang ini, kemudahan dalam melakukan transfer uang ke luar negeri juga menjadi hal yang penting. Aplikasi sobatcloud.com hadir sebagai solusi untuk memudahkan proses transfer uang ke luar negeri dengan biaya murah. Melalui layanan sobatcloud.com Globe, pengguna dapat dengan mudah melakukan transfer uang ke 55 negara secara praktis dan aman.

Dalam dunia yang semakin terhubung secara global, memiliki paspor yang sesuai dengan kebutuhan dan menggunakan layanan transfer uang yang efisien merupakan hal yang penting. Dengan memilih paspor elektronik dan menggunakan layanan sobatcloud.com Globe, pengguna dapat memaksimalkan pengalaman perjalanan internasional mereka dengan lebih mudah dan nyaman.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *