Pahami Aturan Pajak Deposito dan Cara Menghitungnya

Apa Maksud dari Pajak Deposito?

Deposito merupakan salah satu instrumen investasi yang cukup populer di kalangan masyarakat. Sebab, pemilik rekening hanya perlu menempatkan dana di bank untuk memperoleh keuntungan dalam bentuk bunga. Namun, perlu diketahui bahwa bunga deposito yang diperoleh oleh individu atau entitas tertentu juga dapat tunduk pada pajak. Pajak yang dikenakan terhadap bunga deposito ini dikenal sebagai pajak deposito.

Bunga deposito sendiri merupakan keuntungan yang diperoleh oleh pemilik rekening deposito sebagai imbal hasil dari menempatkan dananya dalam jangka waktu tertentu. Pihak bank akan memberikan bunga deposito kepada pemilik rekening sebagai bentuk penghargaan atas dana yang disimpannya di bank. Bunga deposito ini akan dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Dasar Hukum Pajak Bunga Deposito

Dasar hukum yang mengatur pajak deposito di Indonesia adalah Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Pasal 4 ayat (1) dari undang-undang ini menyatakan bahwa penghasilan dari bunga deposito termasuk dalam penghasilan yang dikenai Pajak Penghasilan. Dengan kata lain, bunga deposito tunduk di bawah ketentuan perpajakan yang telah disebutkan karena dianggap sebagai objek yang bisa menghasilkan uang tambahan.

Undang-undang ini mengatur bahwa setiap individu atau entitas yang menerima bunga deposito harus membayar pajak atas penghasilan tersebut. Pajak yang harus dibayarkan akan ditentukan berdasarkan tarif pajak yang berlaku pada saat itu. Oleh karena itu, penting bagi pemilik rekening deposito untuk memahami dan mengikuti ketentuan perpajakan yang berlaku agar dapat memenuhi kewajiban perpajakan dengan benar.

BACA JUGA :  Lengkap! Daftar Promo Harbolnas 12.12 dari Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, dan Lazada! Jangan Sampai Terlewat!

Tarif Pajak Bunga Deposito

Tarif pajak bunga deposito ditentukan berdasarkan ketentuan yang ada dalam undang-undang pajak penghasilan. Tarif PPh yang diterapkan pada bunga deposito biasanya bergantung pada status kependudukan dan besaran penghasilan individu atau entitas yang menerima bunga deposito sesuai penghitungan berikut:

1. Tarif PPh Pasal 21

Tarif ini berlaku bagi pegawai atau karyawan yang menerima bunga deposito sebagai bagian dari penghasilan mereka. Tarif PPh Pasal 21 berkisar antara 5% hingga 30% dari total penghasilan. Tarif pajak yang lebih tinggi akan diterapkan pada individu dengan penghasilan yang lebih tinggi pula. Pemilik rekening deposito yang merupakan pegawai atau karyawan harus menyadari bahwa mereka akan dikenakan pajak atas bunga deposito yang mereka terima.

2. Tarif PPh Pasal 22

Berbeda dengan jenis sebelumnya, perusahaan atau badan usaha yang menerima bunga deposito sebagai penghasilan akan dikenakan tarif sebesar 0,1% hingga 15% berdasarkan isi pasal ini. Tarif pajak yang diterapkan pada perusahaan atau badan usaha bergantung pada skala usaha dan besaran penghasilan yang mereka peroleh. Pemilik rekening deposito yang merupakan perusahaan atau badan usaha juga harus mempertimbangkan besaran pajak yang akan mereka bayar atas bunga deposito yang diterima.

3. Tarif PPh Pasal 25

Tarif pajak deposito dari pasal ini berlaku bagi badan usaha yang menerima bunga deposito sebagai penghasilan dari kegiatan usaha atau pekerjaan bebas. Nominalnya berkisar antara 1% hingga 30% berdasarkan jenis usaha dan nominal pendapatan. Tarif pajak yang lebih tinggi akan diterapkan pada jenis usaha dengan pendapatan yang lebih tinggi pula. Badan usaha yang memiliki rekening deposito harus memperhitungkan besaran pajak yang harus mereka bayar atas bunga deposito yang mereka peroleh.

BACA JUGA :  BPJS JKK: Pengertian hingga Syarat Pencairannya

Cara Menghitung Pajak atas Bunga Deposito

Untuk mengetahui cara menghitung pajak atas bunga deposito, kamu perlu mengetahui besaran bunga yang diperoleh terlebih dahulu. Lalu, kamu bisa menggunakan rumus pajak bunga deposito yang sederhana di bawah ini: Pajak = Bunga Deposito x Tarif PPh

Misalnya, jika seseorang menerima bunga deposito sebesar Rp 10.000.000,00 dengan tarif PPh Pasal 21 sebesar 10%, pajak yang harus mereka bayar adalah: Pajak = Rp 10.000.000 x 10% = Rp 1.000.000

Dalam contoh di atas, pajak atas bunga deposito sebesar Rp 10.000.000 adalah Rp 1.000.000. Perlu dicatat bahwa penghitungan pajak deposito bisa lebih kompleks bergantung dari status kependudukan seorang individu, jenis usaha sebuah entitas, dan tarif pajak yang berlaku pada masing-masing situasi. Jadi, contoh tarif pajak bunga deposito di atas hanya bersifat sebagai ilustrasi.

Sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita memiliki tanggung jawab untuk mematuhi aturan perpajakan, termasuk pajak deposito. Pemahaman mengenai hal ini akan membantu kita mengelola keuangan dengan baik dan memenuhi kewajiban perpajakan dengan benar.

Namun, memahami dan membayar pajak saja tidaklah cukup. Kita juga perlu memikirkan bagaimana cara mengoptimalkan keuntungan dari investasi kita. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memilih opsi investasi yang tepat. Salah satunya adalah dengan menggunakan platform sobatcloud.com.

sobatcloud.com adalah platform investasi yang bekerja sama dengan Amartha untuk menggalang investor yang berminat mendanai UMKM di Indonesia. Selain memberikan manfaat sosial bagi pebisnis yang ingin berkembang dan sukses, investasi melalui sobatcloud.com juga memberikan keuntungan tahunan sebanyak 11,5%, lebih tinggi dari deposito. Dengan menggunakan sobatcloud.com, kamu bisa tumbuhkan danamu dengan mudah dan aman.

Tertarik? Yuk, mulai tumbuhkan danamu dengan investasi di sobatcloud.com sekarang juga. Kamu bisa mendapatkan aplikasinya melalui website resmi sobatcloud.com dan daftarkan diri sebagai investor. Dengan investasi melalui sobatcloud.com, kamu bisa memperoleh keuntungan yang lebih tinggi daripada deposito dan sekaligus memberikan dampak positif bagi pengembangan UMKM di Indonesia.

BACA JUGA :  Ragu Sudah Punya BPJS? Coba 4 Cara Cek Peserta BPJS Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *