Mengenal Pengertian Biaya, Klasifikasi, dan Jenis-jenisnya

Apa Itu Biaya?

Biaya atau cost adalah suatu pengeluaran atau pengorbanan nilai moneter yang dilakukan oleh suatu pihak untuk mendapatkan keuntungan lebih dari suatu barang atau jasa pada masa mendatang. Pihak yang dimaksud di sini bisa individu maupun perusahaan. Biaya yang dikeluarkan mencakup ongkos bahan baku, pemasaran produk, upah tenaga kerja, dan lainnya. Semua pengeluaran tersebut dimasukkan dalam pembukuan akuntansi sebagai beban atau expenses.

Biaya merupakan hal yang tidak dapat dihindari dalam setiap bisnis. Setiap perusahaan harus mengeluarkan biaya untuk menjalankan kegiatan operasionalnya. Biaya ini bisa berupa pengeluaran untuk membeli bahan baku, membayar gaji karyawan, mengiklankan produk, membayar sewa tempat usaha, dan masih banyak lagi. Tanpa biaya, suatu bisnis tidak akan bisa berjalan dengan baik.

Lalu, apa bedanya cost dan expenses? Sekali lagi, cost atau biaya merupakan pengeluaran perusahaan atau individu yang berkaitan langsung dengan proses produksi barang atau jasa. Contohnya adalah pengeluaran untuk membeli bahan baku atau membayar upah tenaga kerja. Sementara itu, expenses adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan atau perorangan yang sifatnya hanya sebagai pendukung. Contohnya adalah pengeluaran untuk membeli peralatan kantor atau membayar biaya iklan.

BACA JUGA :  500: Internal Server Error

Klasifikasi Biaya dalam Ilmu Akuntansi

Untuk memudahkan pengelolaan dan pencatatan biaya dalam laporan keuangan, setiap biaya harus dikategorikan ke dalam beberapa akun. Dalam ilmu akuntansi, biaya biasanya diklasifikasikan berdasarkan tujuannya, periode pembebanan, objek yang dibiayai, dan fungsi pokok perusahaan. Mari kita bahas lebih detail mengenai klasifikasi biaya ini.

Berdasarkan Volume Produksi

Pertama, biaya dapat diklasifikasikan berdasarkan volume produksi. Ada dua jenis biaya yang termasuk dalam klasifikasi ini, yaitu biaya variabel dan biaya tetap.

1. Biaya variabel (variable cost)

Biaya variabel merupakan komponen biaya yang mengalami perubahan sesuai dengan jumlah hasil produksi. Semakin meningkat jumlah produksi, semakin meningkat pula biaya yang harus dikeluarkan. Contohnya adalah biaya bahan baku. Semakin banyak barang yang diproduksi, semakin banyak bahan baku yang dibutuhkan, dan biaya bahan baku pun akan semakin tinggi.

2. Biaya tetap (fixed cost)

Biaya tetap merupakan biaya yang tidak terpengaruh sama sekali oleh volume produksi. Biaya ini memiliki dua karakteristik, yakni tak akan berubah oleh periode maupun aktivitas tertentu. Sementara, biaya per unitnya justru berbanding terbalik dengan perubahan jumlah produksi. Contohnya adalah biaya sewa tempat usaha. Biaya sewa tetap harus dibayar setiap bulan, tidak peduli seberapa banyak barang yang diproduksi.

Berdasarkan Periode Pembebanan

Kedua, biaya dapat diklasifikasikan berdasarkan periode pembebanan. Dalam hal ini, terdapat dua jenis biaya yang perlu diperhatikan, yaitu pengeluaran modal dan pengeluaran penghasilan.

1. Pengeluaran modal (capital expenditure)

Pengeluaran modal adalah semua komponen biaya yang dikeluarkan untuk sejumlah tujuan. Di antaranya untuk meningkatkan efisiensi aktivitas perusahaan, mendapatkan aktiva tetap, mendorong kapasitas produktif serta memperpanjang masa kegunaan aset tetap. Contohnya adalah pengeluaran untuk membeli mesin produksi baru atau memperbaiki gedung pabrik.

BACA JUGA :  Jangan Sampai Terlewat! Ini Panduan Lapor Pajak bagi Perusahaan

2. Pengeluaran penghasilan (revenue expenditure)

Pengeluaran penghasilan adalah semua biaya yang hanya memberi keuntungan dalam periode berjalan. Dengan kata lain, biaya tersebut tidak akan dikapitalisasi sebagai aset tetap. Namun, biaya-biaya ini akan langsung dikategorikan sebagai beban dalam buku laporan laba rugi. Contohnya adalah biaya iklan atau biaya tenaga penjualan.

Berdasarkan Objek yang Dibiayai

Ketiga, biaya dapat diklasifikasikan berdasarkan objek yang dibiayai. Dalam hal ini, terdapat dua jenis biaya yang perlu diperhatikan, yaitu biaya tidak langsung dan biaya langsung.

1. Biaya tidak langsung (indirect cost)

Biaya tidak langsung ialah pengeluaran yang tidak berhubungan langsung dengan seluruh proses produksi barang atau jasa. Contohnya seperti upah mandor, administrasi pabrik, biaya listrik, dan biaya penyusutan mesin produksi. Biaya tidak langsung tidak bisa langsung diatribusikan ke produk atau jasa tertentu, sehingga perlu dilakukan alokasi biaya.

2. Biaya langsung (direct cost)

Biaya langsung adalah semua pengeluaran yang berhubungan langsung dengan produksi barang atau jasa. Beberapa di antaranya seperti upah tenaga kerja, pembelian bahan baku, dan biaya pemasaran produk. Biaya langsung bisa langsung diatribusikan ke produk atau jasa tertentu.

Berdasarkan Fungsi Pokok Perusahaan

Keempat, biaya dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi pokok perusahaan. Ada dua jenis biaya yang termasuk dalam klasifikasi ini, yaitu biaya produksi dan biaya administrasi dan umum.

1. Biaya produksi (production cost)

Biaya produksi merupakan penggabungan dari semua pengeluaran perusahaan yang diperlukan selama proses produksi barang atau jasa. Biaya ini meliputi upah tenaga kerja, biaya bahan utama, biaya operasional pabrik, dan sebagainya. Biaya produksi merupakan bagian penting dalam perhitungan harga pokok produksi.

2. Biaya administrasi dan umum (general administrastion expenses)

Merupakan semua biaya yang digunakan perusahaan untuk melakukan koordinasi aktivitas produksi dan distribusi produk. Beberapa yang termasuk biaya administrasi dan umum adalah upah tenaga kerja dan biaya overhead kantor yang mana tidak berkaitan langsung dengan proses produksi. Biaya administrasi dan umum harus diperhitungkan dalam perhitungan biaya operasional perusahaan.

BACA JUGA :  Manakah Pilihan yang Tepat, Flip atau Flip for Business?

Jenis-Jenis Biaya Lain

Selain klasifikasi biaya di atas, terdapat juga jenis-jenis biaya lain yang perlu diketahui dalam ilmu akuntansi. Jenis-jenis biaya ini dikategorikan berdasarkan perilaku dan tujuan pengambilan keputusan.

1. Biaya relevan (relevant cost)

Relevant cost merupakan jenis biaya yang hanya terjadi pada alternatif tindakan tertentu dan tidak akan ter


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *