Mengenal Pengertian dan Jenis-Jenis Letter of Credit

Pengertian L/C

Letter of Credit (L/C) atau surat kredit adalah suatu perjanjian tertulis yang dilakukan oleh tiga pihak utama, yaitu penjual, pembeli, serta bank, terkait berbagai syarat dan ketentuan untuk pembayaran barang atau jasa yang diperjual-belikan. Perjanjian ini umumnya dilakukan untuk meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan dalam perdagangan skala besar, yang melibatkan pihak-pihak antarnegara (perdagangan internasional). Di sini, bank akan berperan sebagai pihak ketiga, yang tidak akan berpihak kepada siapa pun, baik pedagang (eksportir) maupun pembeli (importir).

Bank akan menjadi perantara pembayaran di antara kedua belah pihak, sehingga transaksi bisa dilakukan secara aman dan nyaman, penuh dengan kepercayaan. Intinya, dalam transaksi eksim, pihak importir akan melakukan pembayaran produk melalui bank. Selanjutnya, bank akan melanjutkan pembayaran dari importir kepada eksportir. Cara pembayaran letter of credit dilakukan dengan sistem setor deposit dari pihak-pihak yang melakukan transaksi menggunakan L/C. Selanjutnya, dana deposit tersebut akan menjadi semacam jaminan. Ketika waktu jatuh tempo sudah tiba, maka dana deposit akan dibayarkan kepada pihak-pihak yang berhak menerimanya.

Ketika eksportir sudah melakukan pengiriman produk secara tuntas, maka ia akan mendapat pembayaran dari bank. Demikian halnya jika pihak eksportir gagal melakukan pengiriman, maka pihak importir akan mendapat ganti rugi dari bank. Lalu, jika pihak importir gagal melakukan pembayaran, bank akan memberi perlindungan bagi eksportir yang memenuhi syarat. Intinya, transaksi akan senantiasa aman tanpa ada satupun pihak yang dirugikan.

BACA JUGA :  Aplikasi Laporan Keuangan: Pengertian Hingga Alasan Mengapa Itu Penting

Jenis-Jenis Letter of Credit

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai 16 jenis letter of credit yang berbeda-beda:

1. Clean L/C

Clean L/C merupakan metode pembayaran L/C yang cukup sederhana. Dana L/C ini dapat dicairkan hanya dengan kuitansi biasa maupun wesel.

2. Straight L/C

L/C ini menjelaskan tentang pelunasan atau negosiasi atas dokumen pengapalan (dokumen untuk mendukung wesel, baik dari dalam maupun luar negeri) hanya bisa dilakukan dari kassa opening/issuing bank (bank pembuka L/C).

3. Irrevocable L/C

Letter of credit yang tidak bisa dibatalkan begitu saja oleh salah satu pihak selama periode kontrak dari L/C tersebut masih berlaku atau valid. Bagi siapa saja yang membatalkan, maka ia akan mendapat sanksi.

4. Revocable L/C

L/C ini dapat diubah maupun dibatalkan begitu saja oleh salah satu pihak, tanpa diketahui pihak lain. Pihak yang dimaksud ialah bank penerbit L/C.

5. Irrevocable and Confirmed L/C

Bisa dibilang sebagai L/C yang paling aman, terutama untuk pihak eksportir. Hal tersebut karena pembayaran L/C ini dijamin bank penerbit maupun penerus.

6. Irrevocable Unconfirmed L/C

Konsepnya sama seperti Irrevocable, tetapi di sini L/C tidak dijamin oleh advising bank atau bank penasihatnya.

7. Revolving L/C

L/C yang bisa dipakai kembali oleh pihak eksportir maupun importir dalam transaksi yang berbeda. Artinya, L/C ini dapat digunakan berulang.

8. Documentary L/C

Jika dalam Clean L/C pembayaran bisa dilakukan hanya dengan wesel, Documentary L/C adalah kebalikannya. Pembayaran letter of credit ini mesti dilengkapi dengan berbagai dokumen lainnya.

9. Sight L/C

Sight L/C merupakan pembayaran sekaligus penerimaan suatu dokumen yang dilaksanakan secara langsung oleh pihak bank.

BACA JUGA :  Pemilik Bisnis Wajib Tahu! Ini Manfaat dan Jenis-Jenis Asuransi Bisnis

10. Standby L/C

Bank garansi untuk menjamin pinjaman perusahaan lokal, yang dikeluarkan para mitra dagang asing.

11. Usance L/C

Usance L/C merupakan pembayaran kredit yang dilakukan dengan masa jatuh tempo dari eksportir kepada importir.

12. Transferable L/C

L/C ini memungkinkan penerimanya (eksportir) untuk mentransfer atau memberikan kuasa kepada pihak lain yang lebih cocok dan sanggup menjalankannya.

13. Red Clause L/C

Letter of credit ini dibuat oleh bank dengan klausa khusus. Isinya ialah seputar kuasa yang diberikan kepada pihak bank penerus untuk membayarkan uang muka kredit pada eksportir.

14. Unrestricted L/C

Di sini importir maupun eksportir tidak mendapat batasan atau bebas melakukan suatu negosiasi di berbagai bank.

15. Open L/C

L/C ini memberikan hak kepada para eksportir untuk melakukan negosiasi terkait dokumen pengapalan lewat bank mana pun yang diinginkan.

16. Merchant L/C

Dalam L/C ini, pihak bank tidak bertanggung jawab terhadap pelunasan L/C yang telah dibuat.

Plus-Minus Letter of Credit

Penggunaan L/C sebagai metode pembayaran dalam transaksi eksim memiliki plus-minus alias kelebihan dan kekurangan. Beberapa di antaranya ialah sebagai berikut.

Kelebihan (Plus)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *