Mengenal ETF Syariah, Investasi Halal dan Menguntungkan

Apa Itu ETF Syariah?

ETF syariah adalah produk keuangan yang merupakan varian dari Exchange Traded Fund (ETF) yang memiliki prinsip syariah. ETF sendiri adalah salah satu instrumen reksadana populer dalam investasi. ETF syariah ini memiliki bentuk berupa kontrak investasi kolektif, yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek.

Dalam ETF syariah, pengelolaan asetnya mengikuti ketentuan Fatwa DSN-MUI Nomor 20 dan ada pengawasan dari Dewan Pengawas Syariah. Hal ini membuat pilihan aset dan portofolio yang digunakan dalam ETF syariah sesuai dengan prinsip syariah. Proses perdagangan unit penyertaan juga mengikuti ketentuan Fatwa DSN-MUI Nomor 80.

ETF syariah ini juga diperdagangkan di Bursa Efek, sehingga harganya dapat berubah-ubah selama jam perdagangan berlangsung. Perubahan harga ini terjadi karena adanya kegiatan jual beli unit penyertaan ETF di Bursa Efek. Dengan demikian, investor dapat membeli dan menjual unit penyertaan ETF syariah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka.

Rekomendasi ETF Syariah

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi ETF syariah yang bisa menjadi pilihan untuk investasi:

1. Reksa Dana Pinnacle Enhanced Sharia ETF (XPES)

Reksa Dana Pinnacle Enhanced Sharia ETF (XPES) adalah produk ETF syariah yang dikelola oleh PT. Pinnacle Persada Investama. Produk ini pertama kali dicatatkan di Bursa Efek pada tanggal 12 Oktober 2017. XPES merupakan salah satu pilihan yang bisa kamu pertimbangkan untuk investasi.

BACA JUGA :  Cek Kuota Axis

2. Reksa Dana Syariah Indeks Simas ETF JII (XSSI)

Reksa Dana Syariah Indeks Simas ETF JII (XSSI) adalah ETF syariah lainnya yang bisa kamu pertimbangkan. Produk ini dikelola oleh PT. Sinarmas Asset Management dan pertama kali dicatatkan di Bursa Efek pada tanggal 17 September 2019. XSSI memiliki potensi untuk memberikan keuntungan yang sesuai dengan performa indeks JII.

3. Reksa Dana KIK Syariah Premier ETF JII (XIJI)

Reksa Dana KIK Syariah Premier ETF JII (XIJI) adalah ETF syariah yang dikelola oleh PT Indo Premier Investment Management. Produk ini pertama kali dicatatkan di Bursa Efek pada tanggal 30 April 2013. XIJI merupakan salah satu pilihan yang bisa kamu pertimbangkan untuk mendapatkan keuntungan dari investasi syariah.

Keunggulan ETF Syariah

Investasi dalam bentuk ETF syariah memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan investasi lainnya. Berikut beberapa keunggulan dari ETF syariah:

1. Fleksibel

ETF syariah memungkinkan kamu untuk jual beli produk ini di perusahaan sekuritas atau dealer partisipan kapan pun dan di mana pun. Proses jual belinya juga bisa dilakukan di pasar sekunder maupun pasar primer. Kamu dapat membeli ETF syariah dengan minimal 1 lot (100 unit penyertaan) di pasar sekunder, dan minimal 1.000 lot (setara dengan 100.000 unit) di pasar primer.

2. Transparan

Setiap akhir Bursa, isi portofolio dari produk ETF syariah akan diumumkan melalui situs resmi Bursa Efek. Hal ini memungkinkan para investor untuk melihat kandungan portofolio tiap aset secara terbuka. Selain itu, kondisi ini juga membantu investor untuk memantau nilai aset bersih secara real-time.

3. Memenuhi Prinsip Syariah

ETF syariah pengelolaannya mengikuti ketentuan Fatwa DSN-MUI Nomor 20, sehingga pilihan aset dan portofolio yang digunakan dalam ETF syariah sesuai dengan prinsip syariah. Selain itu, ada juga pengawasan dari Dewan Pengawas Syariah yang memastikan bahwa produk ini sesuai dengan prinsip syariah. Proses perdagangan unit penyertaan juga mengikuti ketentuan Fatwa DSN-MUI Nomor 80.

BACA JUGA :  4 Cara Mudah Mengisi GoPay, Nomor 4 Lebih Hemat Biaya!

Perbedaannya dengan Reksadana

Meskipun ETF dan reksadana sama-sama merupakan instrumen investasi yang fokus pada pengelolaan dana, terdapat perbedaan signifikan antara keduanya. Berikut ini adalah perbedaan-perbedaan antara ETF dan reksadana:

1. Proses Settlements Lebih Cepat

Proses penyelesaian atau settlement pada ETF lebih cepat dibandingkan dengan reksadana. Jika reksadana membutuhkan waktu sekitar 1-7 hari kerja untuk penyelesaian transaksi, ETF dapat selesai dalam T+2. Hal ini karena penyelesaian ETF bersamaan dengan saham.

2. Management Fee Lebih Rendah

Biaya manajemen yang dibebankan kepada investor ETF syariah relatif lebih rendah dibandingkan dengan reksadana. Hal ini dikarenakan mayoritas ETF syariah pengelolaannya bersifat pasif, sehingga pembiayaan yang dibutuhkan lebih sedikit. Sedangkan reksadana dikelola secara aktif, yang mana membutuhkan sumber daya yang lebih banyak.

3. Tempat Perdagangan

Reksadana membutuhkan jasa manajer investasi, broker saham, dan agen penjual reksadana sebagai perantara dalam transaksi. Sementara itu, investasi dalam ETF syariah dapat dilakukan langsung dengan dealer yang ada di bursa saham. Selain itu, kamu juga bisa bertransaksi di pasar sekunder menggunakan broker saham.

4. Harga

Penentuan harga ETF syariah sama dengan saham, sehingga investor dapat mengetahui harga berdasarkan volume permintaan saat perdagangan terjadi. Sebaliknya, harga reksadana ditentukan pada akhir jam perdagangan. Fluktuasi harga reksadana tergantung pada penentuan harga tersebut.

5. Risiko

Reksadana memiliki risiko yang cukup rendah, tetapi tingkat risikonya tergantung pada Manajer Investasi yang mengelola portofolio. Risiko ETF dapat dikontrol dan disesuaikan setiap saat sesuai dengan jam kerja Bursa Efek.

Setelah memahami ETF syariah, jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi, kamu dapat memilih platform investasi yang kamu inginkan. Selanjutnya, kamu dapat menyetor dana investasi melalui sobatcloud.com dengan layanan bebas biaya administrasi. Dengan memilih ETF syariah, kamu dapat berinvestasi dengan prinsip syariah dan memperoleh keuntungan yang sesuai dengan tujuan finansialmu.

BACA JUGA :  Butuh SWIFT Code CIMB Niaga? Ini Dia Kodenya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *