MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa) – Latar Belakang, Tujuan, dan Anggotanya

pembaca sobatcloud.com, elo pernah kebayang nggak gimana kehidupan orang-orang pada masa Perang Dunia? Semua negara yang terlibat dalam peperangan, mau itu negara yang diserang maupun yang menyerang, pasti merasakan kerugian yang nggak jauh beda, deh.

Kehidupan masyarakatnya juga akan terganggu karena negaranya lagi nggak stabil. Korban jiwa banyak berjatuhan dan kelaparan terjadi di mana-mana. Membayangkannya saja sudah sedih, ya ….

Nah, keadaan seperti ini ternyata yang jadi alasan dibentuknya Masyarakat Ekonomi Eropa atau yang biasa disingkat MEE, lho! Elo bakalan ketemu sama materi ini di pelajaran sejarah kelas 12 dalam pembahasan Organisasi Ekonomi Regional And Global.

Kira-kira, MEE itu apa sih? Supaya nggak berlama-lama lagi, langsung ikut gue membahasnya di artikel ini sampai habis, yuk!

Apa itu MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa)?

Sebelum kita bahas mengenai latar belakang, tujuan, dan anggotanya, kita kenalan dulu sama pengertian MEE, ya!

Jadi, apa itu MEE? Kita bahas dari namanya dulu, deh. MEE adalah singkatan dari Masyarakat Ekonomi Eropa yang merupakan salah satu organisasi internasional. Sesuai sama namanya, MEE merupakan kerjasama ekonomi yang fokusnya di negara Eropa.

Bentuk kegiatan ekonominya seperti apa, tuh? Kegiatan yang paling menonjolnya itu adalah perdagangan bebas dan juga kerja sama yang dilakukan dengan berbagai sektor industri.

Buat yang penasaran sama lambang MEE, elo bisa lihat logonya di bawah ini, nih!

Oh iya, MEE ini juga tergolong sebagai organisasi regional, lho. Maksudnya, organisasi ini cuma ada di wilayah tertentu. MEE berdasarkan kawasan wilayahnya termasuk organisasi yang basisnya di Eropa.

Latar Belakang MEE

Nah, sekarang kita masuk ke latar belakang MEE, ya. Sebuah organisasi berdiri tentu ada latar belakangnya dulu. Kira-kira, elo bisa tebak nggak apa yang melatarbelakangi pendirian dari organisasi ini?

Seperti yang sudah sempat gue bahas sebelumnya, pada masa Perang Dunia, keadaan politik di negara Eropa nggak stabil. Apalagi kita tahu kalau dalam masa peperangan, banyak banget aspek yang dirugikan mulai dari aspek politik, sosial, hingga ekonomi. Terutama pada pasca Perang Dunia II, negara di Eropa mengalami kekacauan yang cukup serius pada ketiga aspek tersebut.

keadaan rumah di inggris saat perang dunia 2
Keadaan salah satu rumah di Inggris saat Perang Dunia II. (dok. Wikimedia Commons)

Ibaratnya, negara-negara yang terlibat dan menjadi poros Perang Dunia pada saat itu nggak memikirkan perkembangan ekonomi negaranya, karena ya … yang dipikirkan hanya ingin memenangkan peperangan yang ada saja. Urusan dampaknya bisa nanti, deh!

BACA JUGA :  Sejarah Wayang: Menilik Perkembangan Budaya Klasik

Lalu, setelah Perang Dunia II berakhir pada tahun 1945, baru deh dampak pasca peperangan terasa banget. Mulai dari fisik negara hancur dengan banyak korban jiwa yang berjatuhan, dan keadaan ekonomi juga nggak berjalan dengan baik.

Karena dampak yang dirasakan itu, akhirnya negara-negara di Eropa mulai berpikir untuk memperbaiki kekacauan tersebut. Apalagi setelah peperangan usai, negara-negara ini memiliki keretakan hubungan antara satu sama lain karena adanya kubu-kubu yang terbentuk.

Melihat kondisi hubungan yang renggang antara satu negara dan negara lain nggak bakal membawa dampak yang baik buat negara-negara di Eropa pada saat itu. Mereka berpikir, “Kita kan sama-sama negara Eropa, kita harusnya bersatu!”

Dari kondisi itulah kemudian dibentuk Masyarakat Ekonomi Eropa atau yang disingkat menjadi MEE pada tahun 1957 di Roma, Italia.

peta persebaran anggota mee
Peta persebaran anggota Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE). (dok. Wikimedia Commons)

Eh, tapi awal terbentuknya juga nggak langsung jadi MEE, lho. Jadi, cikal bakal pembentukan MEE baru terjadi setelah Jerman Barat dan Perancis bekerja sama secara ekonomi, terutama di dalam industri baja dan besi.

Melihat kerja sama yang dijalin oleh Jerman Barat dan Perancis, akhirnya ada beberapa negara di Eropa seperti Belanda, Belgia, Italia dan Luksemburg yang tertarik untuk melakukan kerja sama juga dengan negara lainnya. Kemudian, mereka menamakan kerja sama tersebut sebagai The Six States.

Seiring berjalannya waktu, negara-negara tersebut berpikir kalau kerja sama yang dilakukan bisa dikembangkan lebih luas, nggak hanya terbatas untuk di bidang industri saja. Kerja sama tersebut kemudian dilebarkan ke sektor ekonomi.

Apalagi mengingat pada pasca perang, kondisi ekonomi di suatu negara membutuhkan banyak sokongan dana dan juga aktivitas perdagangan untuk bisa kembali bangkit dari keterpurukan. 

Kemudian, Paul-Henri Spaak, seorang tokoh politikus, diplomat, dan negarawan Sosialis-Belgia memprakarsai ide kerja sama tersebut hingga akhirnya terbentuklah MEE melalui perjanjian Roma.

BACA JUGA :  Latar Belakang Pemberontakan APRA, Tujuan, dan Kronologinya – Materi Sejarah Kelas 12

Pada awal pembentukannya tahun 1957, MEE berfokus dalam bidang ekonomi yang meliputi perdagangan dan industri. Namun dalam perkembangannya, MEE berganti nama menjadi Uni Eropa yang kita kenal sekarang pada tahun 1994. Mengapa MEE berubah nama jadi Uni Eropa? Hal itu dilakukan untuk memperluas kerjasama dan menambahkan kerjasama politik juga.

Kalau elo mau tahu tujuan dan siapa saja anggota Uni Eropa sekarang, elo bisa kepoin jawabannya di artikel Tujuan dan Anggota Uni Eropa – Materi Sejarah Kelas 12, ya!

Tujuan MEE

Lalu, apa tujuan dibentuknya MEE?

Pada dasarnya, MEE memiliki empat tujuan utama, yaitu:

Menciptakan kerja sama ekonomi negara-negara Eropa.

Tujuan yang pertama jelas untuk menciptakan kerja sama dalam bidang ekonomi. Ini sudah sempat gue bahas juga sebelumnya, di mana negara-negara Eropa pada saat itu merasakan dampak yang cukup merugikan dalam berbagai aspek, salah satunya ekonomi. Maka dari itu, kerja sama ini akan sangat membantu mengembalikan keseimbangan ekonomi di negara-negara tersebut.

Meningkatkan perdagangan bebas.

Maksudnya gimana, tuh? Maksudnya di sini yaitu negara-negara yang bekerja sama bisa melakukan kegiatan impor, ekspor, dan bea cukai. Karena dengan adanya perjanjian untuk melakukan perdagangan bebas, hambatan ekonomi yang sedang dialami akan bisa diatasi dengan lebih lancar, mengingat negara-negara ini berada dalam satu organisasi yang sama.

Meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Pasca perang dunia, pertumbuhan ekonomi negara-negara di Eropa rasanya mandek. Maka dari itu, mereka sadar kalau masalah ekonomi negaranya nggak segera diatasi, wah, bisa jadi semakin kacau nantinya. Dorongan tersebut yang kemudian menyebabkan mereka setuju untuk menjalin kerja sama dengan negara lainnya.

Meningkatkan solidaritas negara-negara Eropa.

Dengan adanya kerja sama yang saling menguntungkan antara satu negara dengan negara lainnya, maka solidaritas tentu juga akan meningkat. Apalagi kerja sama yang dilakukan juga dikuatkan dengan perjanjian-perjanjian, sehingga ada rasa saling percaya dan saling mendukung untuk menjaga solidaritas tersebut tetap berjalan.

Anggota MEE

Elo penasaran nggak sih, kira-kira siapa saja nih yang tergabung menjadi anggota MEE saat ini?

Pada awal terbentuknya, MEE punya delapan anggota, yaitu:

BACA JUGA :  Peran Perempuan di Balik Sumpah Pemuda
anggota mee
Anggota MEE (dok. Materi Video Belajar sobatcloud.com)

Nah, delapan negara yang tergabung ke dalam MEE seperti yang tertulis di dalam gambar di atas itu kemudian mengalami penambahan ketika MEE berganti nama menjadi Uni Eropa. Penasaran sebanyak apa negara yang bergabung lagi? Liat ilustrasi di bawah ini, ya!

anggota mee ketika berubah menjadi uni eropa
Anggota MEE ketika berubah menjadi Uni Eropa. (dok. Materi Video Belajar sobatcloud.com)

Yang dulu awalnya hanya punya delapan anggota, sekarang MEE punya 27 negara yang tergabung dalam Uni Eropa.

Oh iya, ada negara yang sebelumnya bergabung tapi memutuskan buat keluar, lho. Negara tersebut adalah Inggris. Kenapa Inggris keluar dari MEE? Salah satu alasannya karena dengan keluarganya Inggris dari MEE/Uni Eropa, Inggris bisa menjadi negara yang lebih demokratis lagi dan mendapat kebebasan untuk melakukan negosiasi perjanjian perdagangan yang jauh lebih liberal dengan negara dunia ketiga.

Terus, gimana struktur organisasi MEE? MEE punya struktur organisasi yang terbagi menjadi empat, yaitu:

  • The Council of the European Union (Dewan Uni Eropa)
  • The European Commission (Komisi Eropa)
  • The European Court of Justice (Pengadilan Eropa)
  • The European Parliament (Parlemen Eropa)

Keempat struktur organisasi ini menjalani tugas dan fungsi eksekutif, administratif, legislatif, dan yudikatif.

Contoh Soal Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE)

Sebelum kita akhiri pembahasan di artikel ini, gue mau ajak elo refresh otak dulu dengan coba menjawab contoh soal di bawah ini, ya!

Soal pertama:

Kapan dan di mana Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) dibentuk?

A. 1957 di Perancis

B. 1958 di Jerman Barat

C. 1957 di Roma

D. 1958 di Denmark

E. 1957 di Belanda

Jawaban yang benar adalah c. MEE dibentuk pada tahun 1957 di Roma.

Soal kedua:

Manakah dari negara di bawah ini yang bukan menjadi bagian dari anggota The Six States?

A. Jerman dan Perancis

B. Belanda dan Belgia

C. Italia dan Luksemburg

D. Spanyol dan Bulgaria

E. Perancis dan Belanda

Jawaban yang benar adalah d. Spanyol dan Bulgaria bukan merupakan anggota The Six States, melainkan anggota MEE yang bergabung setelah MEE berganti nama menjadi Uni Eropa pada tahun 1994.

Wah, ternyata seru banget ya membahas tentang Masyarakat Ekonomi Eropa ini! Semoga saja pembahasan di atas membantu elo buat semakin mengerti tentang materi ini, ya.

Kalau elo mau belajar lebih banyak tentang materi serupa, elo bisa belajar melalui materi video belajar sobatcloud.com yang tersedia di website maupun aplikasi sobatcloud.com, lho.

Buat lebih lengkapnya, tonton video belajar dengan klik banner di bawah ini, yuk!

MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa) - Latar Belakang, Tujuan, dan Anggotanya 9

***


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *