Mengenal Macam-Macam Indeks Saham Syariah Indonesia

Pengertian Indeks Saham Syariah

Indeks saham syariah merupakan daftar statistik yang menunjukkan pergerakan harga berbagai saham syariah. Saham syariah yang terdaftar dalam indeks ini telah diseleksi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan mengeluarkan Daftar Efek Syariah (DES). Dalam proses seleksi, terdapat kriteria yang harus dipenuhi sebelum suatu saham bisa masuk indeks saham syariah.

Kriteria pertama yang harus dipenuhi adalah emiten saham tidak melakukan aktivitas usaha yang bertentangan dengan prinsip syariah Islam. Aktivitas yang dihindari antara lain adalah tergolong judi, mengandung riba, perdagangan dengan penawaran palsu atau tidak disertai penyerahan produk, transaksi yang mengandung gharar (unsur ketidakpastian) dan/atau maisir (judi), memproduksi, menjual, dan/atau mendistribusikan produk yang bersifat mudarat atau merusak moral, serta transaksi yang mengandung unsur suap.

Kriteria kedua adalah emiten harus memenuhi ketentuan rasio keuangan. Total utang berbasis bunga tidak boleh melebihi 45% dari total aset, dan total pendapatan bunga dan pendapatan non-halal lainnya tidak boleh melebihi 10% dari total pendapatan bisnis.

Dengan adanya daftar indeks saham syariah, investor lebih mudah mencari saham syariah yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka di pasar modal.

Macam-macam Indeks Saham Syariah di Indonesia

Di pasar modal Indonesia, terdapat lima macam indeks saham syariah yang bisa ditemukan. Berikut adalah penjelasan lebih detail tentang masing-masing indeks tersebut:

IDX Sharia Growth

IDX Sharia Growth (IDXSHAGROW) merupakan indeks yang mengukur performa harga 30 saham syariah. Daftar saham syariah pada IDXSHAGROW telah diseleksi berdasarkan tren pertumbuhan laba bersih, likuiditas transaksi, rata-rata pendapatan terhadap harga, serta kinerja keuangan yang baik. Kriteria seleksi saham syariah yang masuk dalam IDXSHAGROW adalah saham syariah yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index 70 (JII70), rutin melakukan pembukuan laba bersih dengan nilai rasio price-to-earnings (PER) yang tidak ekstrem, serta 30 saham syariah dengan PER dan rasio price-to-sales (PSR) tertinggi.

BACA JUGA :  Ternyata Simpel, Begini Cara Buka Rekening BSI Online

Jakarta Islamic Index

Jakarta Islamic Index (JII) adalah indeks saham syariah yang pertama kali diterbitkan di pasar modal Indonesia. Indeks ini terdiri dari 30 saham syariah paling likuid yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk masuk ke daftar JII, sebuah saham syariah harus terdaftar dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) selama enam bulan terakhir. Selanjutnya, 60 saham dengan nilai rata-rata kapitalisasi pasar tertinggi selama setahun terakhir akan diseleksi, dan dari 60 saham tersebut, akan dipilih 30 saham dengan rata-rata nilai transaksi harian tertinggi di pasar reguler.

Jakarta Islamic Index 70

Jakarta Islamic Index 70 (JII 70) adalah indeks yang menaungi 70 saham syariah paling likuid di BEI. Indeks ini diluncurkan pada 17 Mei 2018. Untuk masuk daftar JII 70, saham syariah harus terdaftar dalam ISSI selama enam bulan terakhir. Selanjutnya, terdapat seleksi 150 saham berdasarkan nilai rata-rata kapitalisasi pasar selama setahun terakhir, dan dari 150 saham tersebut, diseleksi 70 saham dengan nilai rata-rata transaksi harian tertinggi di pasar reguler.

Index Saham Syariah Indonesia

Index Saham Syariah Indonesia (ISSI) merupakan indeks komposit saham syariah yang tercatat dalam BEI. ISSI menjadi indikator dari kinerja pasar saham syariah yang tercatat dan terdaftar di BEI. Dalam menghitung kinerja suatu saham, ISSI menggunakan rata-rata tertimbang dari kapitalisasi pasar, dengan tahun dasar perhitungan sejak Desember 2007. Indeks ini menampung seluruh saham syariah yang terdaftar dalam DES dari OJK.

IDX-MES BUMN 17

IDX-MES BUMN 17 adalah indeks hasil kerja sama antara Perkumpulan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan BEI. Indeks ini terdiri dari 17 saham syariah dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan afiliasinya. Kriteria seleksi saham yang masuk IDX-MES BUMN 17 adalah saham syariah yang tercatat dalam ISSI, merupakan saham milik perusahaan BUMN atau afiliasinya, serta diseleksi 17 saham dengan tingkat likuiditas dan performa fundamental paling baik.

BACA JUGA :  Intip! Periksa Tagihan PLN Online lewat Mobile Banking!

Setiap indeks saham syariah idealnya melakukan review kinerja dua kali setahun mengikuti jadwal DES oleh OJK, yaitu tiap bulan Mei dan November. Dengan begitu, seluruh saham syariah dapat terus sejalan dengan perkembangan indeks saham syariah Indonesia.

Dengan banyaknya pilihan indeks saham syariah di Indonesia, investor memiliki fleksibilitas dalam berinvestasi sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka. Investasi syariah dapat menjadi pilihan yang menarik bagi mereka yang ingin mendapatkan keuntungan maksimal tanpa melanggar ketentuan dalam syariat Islam.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *