5 Kelebihan Mobil Listrik Dibandingkan Mobil Konvensional

1. Emisi Nol

Mobil dengan mesin konvensional, baik yang berbahan bakar bensin maupun diesel, mengeluarkan emisi akan berdampak buruk pada lingkungan. Emisi yang dihasilkan berupa gas sisa pembakaran bahan bakar di dalam mesin. Gas karbondioksida (CO2) dan karbonmonoksida (CO) adalah senyawa yang menjadi komposisi utama dari gas buang kendaraan dan terbukti menjadi salah satu penyebab utama pemanasan global.

Pada mobil listrik, mesin yang digunakan adalah motor yang digerakkan dari tenaga listrik yang disediakan oleh baterai. Prinsip kerja motor pada mobil listrik kurang lebih sama dengan motor pada barang-barang elektronik seperti kipas angin. Karena tidak membakar BBM, mobil listrik tidak menghasilkan gas buang alias emisinya nol. Karena emisinya nol, mobil listrik dapat dikategorikan sebagai kendaraan ramah lingkungan.

Mobil listrik memiliki kelebihan utama dalam hal emisi nol. Hal ini berarti bahwa mobil listrik tidak menghasilkan gas buang yang merugikan lingkungan seperti mobil konvensional. Dalam beberapa tahun terakhir, isu perubahan iklim dan pemanasan global semakin mendapatkan perhatian yang serius dari masyarakat dunia. Para ilmuwan sepakat bahwa salah satu penyebab utama pemanasan global adalah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor.

Gas rumah kaca, seperti karbondioksida (CO2) dan metana (CH4), dapat menyebabkan efek rumah kaca dan mengakibatkan peningkatan suhu global. Oleh karena itu, pengurangan emisi gas rumah kaca menjadi salah satu langkah yang penting dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim. Dalam hal ini, mobil listrik memiliki peran yang sangat penting karena tidak menghasilkan emisi gas buang yang dapat menyebabkan efek rumah kaca.

Selain itu, mobil listrik juga tidak mengeluarkan polutan lainnya yang umum dihasilkan oleh mesin pembakaran internal, seperti karbon monoksida (CO) dan nitrogen oksida (NOx). Polutan-polutan ini dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti iritasi pernapasan, asma, dan penyakit jantung. Dengan tidak adanya emisi gas buang dan polutan lainnya, mobil listrik dapat memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan masyarakat.

2. Ekonomis

Harga BBM akan terus mengalami peningkatan ke depannya, sehingga biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalankan mobil konvensional pun akan terus meningkat. Saat ini, rata-rata konsumsi BBM untuk mobil keluarga berkisar antara 10-14 km per liter. Artinya, di kawasan Jakarta, jika mobil menggunakan BBM jenis Pertamax dan menempuh jarak 140 km per minggu, kamu harus mengeluarkan biaya sekitar Rp133.000 per minggu untuk mengisi BBM.

BACA JUGA :  Cara Mengaktifkan Nomor XL yang Sudah Mati, Dijamin Berhasil!

Mobil listrik membutuhkan biaya yang jauh lebih sedikit untuk pengisian baterai. Untuk kendaraan listrik dengan konsumsi daya sekitar 5km/kWh seperti Tesla Model X, jarak tempuh yang sama dapat dicapai dengan mengonsumsi 28 kWh.

Kalau kamu melakukan pengisian daya di rumah dengan asumsi harga Rp1.700 per kWh, maka kamu hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp47.600 untuk menempuh jarak 140 km. Jangan lupa untuk mengisi token listrik sebelum melakukan pengisian daya. Kamu bisa membeli token di sobatcloud.com dengan menggunakan berbagai macam metode pembayaran.

Dalam jangka panjang, penggunaan mobil listrik dapat memberikan penghematan yang signifikan dalam pengeluaran operasional kendaraan. Meskipun harga mobil listrik saat ini masih relatif mahal dibandingkan dengan mobil konvensional, biaya operasional yang lebih rendah dapat membantu mengimbangi perbedaan harga tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi baterai untuk mobil listrik terus mengalami perkembangan yang pesat. Kapasitas baterai semakin meningkat, sehingga jarak tempuh mobil listrik juga semakin bertambah. Selain itu, biaya baterai juga semakin murah, sehingga harga mobil listrik menjadi lebih terjangkau.

Dalam beberapa tahun ke depan, diperkirakan bahwa harga mobil listrik akan semakin kompetitif dengan mobil konvensional. Dengan adanya insentif dan subsidi dari pemerintah, harga mobil listrik dapat semakin terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, biaya operasional yang lebih rendah juga akan menjadi pertimbangan penting bagi konsumen dalam memilih kendaraan.

3. Torsi Instan

Kelebihan mobil listrik selanjutnya adalah tenaganya yang instan. Hal ini dapat dicapai karena sistem yang lebih sederhana dan komponen bergerak yang lebih sedikit dibandingkan mesin pembakaran internal. Akibatnya, mesin dapat memberikan torsi yang dibutuhkan untuk melajukan kendaraan secara instan. Torsi instan ini memberikan sensasi berkendara yang seringkali hanya bisa dirasakan pada mobil balap kelas atas.

Mesin pembakaran internal pada mobil konvensional biasa sulit menyamai torsi instan pada mesin mobil listrik. Pada mesin konvensional, torsi didapat dari pergerakan vertikal piston yang memutar poros engkol (crankshaft) dan disalurkan ke roda. Banyaknya komponen mekanis ini membuat torsi maksimal hanya bisa dicapai setelah putaran mesin mencapai RPM tertentu.

BACA JUGA :  Simpel! Begini Cara Bayar Tagihan PDAM Tirta Raharja

Pada mobil listrik, torsi instan dapat dirasakan sejak kendaraan mulai bergerak. Hal ini karena motor listrik langsung memberikan torsi maksimal pada saat awal percepatan. Sensasi torsi instan ini memberikan pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan dan mendebarkan. Dalam beberapa tes akselerasi, mobil listrik mampu mencapai kecepatan 0-100 km/jam dalam waktu yang sangat singkat.

Torsi instan pada mobil listrik juga memberikan keuntungan dalam hal manuverabilitas. Dengan torsi yang langsung tersedia pada saat awal percepatan, mobil listrik mampu melakukan manuver dengan lebih lincah dan responsif. Hal ini sangat berguna dalam situasi lalu lintas yang padat atau saat melakukan parkir paralel.

Keunggulan torsi instan pada mobil listrik tidak hanya dirasakan dalam kecepatan tinggi, tetapi juga dalam kecepatan rendah. Pada mobil konvensional, mesin perlu bekerja keras untuk memberikan torsi yang cukup pada saat awal percepatan. Hal ini dapat terasa saat mengendarai mobil konvensional dalam situasi macet atau saat menanjak. Mesin perlu bekerja keras dan menghasilkan suara yang bising untuk memberikan torsi yang cukup pada kecepatan rendah.

Pada mobil listrik, torsi yang langsung tersedia pada saat awal percepatan membuat mobil mampu melaju dengan mulus dalam kecepatan rendah. Mesin mobil listrik tidak perlu bekerja keras untuk memberikan torsi yang cukup pada saat awal percepatan. Hal ini membuat mobil listrik lebih nyaman dan tenang dalam berkendara dalam situasi macet atau saat menanjak.

4. Pengoperasian Lebih Mudah

Pada mobil konvensional, kita mengenal istilah transmisi manual dan otomatis. Pada transmisi manual, perpindahan gigi dilakukan sendiri oleh pengemudi dengan mengatur tuas transmisi ke posisi gigi yang sesuai sambil menginjak pedal kopling. Artinya, pengoperasian mobil manual memiliki langkah-langkah yang sedikit lebih rumit dibandingkan mobil bertransmisi otomatis.

Pengoperasian transmisi otomatis memang lebih mudah, namun tetap membutuhkan pengaturan dari tuas transmisi. Pada sistem transmisi ini, kamu tidak perlu memindahkan gigi secara manual. Transmisi otomatis juga tidak membutuhkan pedal kopling karena perpindahan gigi diatur oleh sistem dalam transmisi. Tetapi, tidak jarang kamu harus memasukkan dan mengunci transmisi pada posisi gigi rendah ketika melewati tanjakan.

BACA JUGA :  Simak Cara Bayar PDAM Online Terbaru, Gampang Banget!

Pada mobil listrik, pengoperasian kendaraan jauh lebih mudah. Seringkali, transmisi pada mobil listrik diatur menggunakan semacam kenop, bukan tuas transmisi seperti pada mobil konvensional. Anda juga tidak perlu menurunkan atau menaikkan gigi. Cukup nyalakan mesin, pindahkan posisi transmisi dari netral ke maju atau mundur, lalu jalankan mobil.

Pengoperasian yang lebih mudah ini membuat mobil listrik menjadi pilihan yang lebih nyaman dan praktis untuk pengemudi yang tidak terbiasa dengan transmisi manual atau tidak ingin repot dengan pengaturan gigi. Selain itu, pengoperasian yang lebih mudah juga dapat mengurangi risiko kesalahan dalam mengoperasikan kendaraan, terutama bagi pengemudi pemula.

5. Keringanan Pajak

Kendaraan listrik, baik sepeda motor maupun mobil, menikmati keringanan pajak dari pemerintah. Selain itu, kendaraan listrik juga dibebaskan dari pajak tertentu. Keringanan dan pembebasan pajak kendaraan listrik mencakup:

a. PPnBM

Berdasarkan PP Nomor 74 Tahun 2021, Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mobil listrik ditetapkan sebesar 0% alias bebas PPnBM.

b. Pajak tahunan

Nilai Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mobil listrik juga lebih murah dari mobil konvensional. Dalam Permendagri Nomor 1 Tahun 2021 pasal 10 dan 11, ditetapkan bahwa mobil listrik mendapatkan keringanan PKB hingga 90%. Artinya, jika NJKB mobil listrik Rp540 juta, pajak yang harus dibayarkan tiap tahunnya hanya sekitar Rp1 juta dari yang seharusnya sekitar Rp10 juta.

Mobil listrik juga mendapatkan keringanan lain di luar pajak yang dibebankan. Pemerintah berencana memberikan subsidi pembelian kendaraan listrik, baik sepeda motor maupun mobil. Selain itu, kendaraan listrik juga dibebaskan dari aturan ganjil-genap di Jakarta.

Dengan adanya keringanan pajak dan insentif dari pemerintah, pembelian dan penggunaan mobil listrik menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Selain ramah lingkungan dan ekonomis, mobil listrik juga menawarkan sensasi berkendara yang sulit disaingi oleh mobil konvensional. Pengoperasian dan perawatannya juga relatif lebih mudah. Dengan segala kelebihan mobil listrik, ditambah berbagai insentif dan keringanan pajak dari pemerintah, akhir kejayaan mobil konvensional semakin terlihat jelas.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *