Begini Fungsi BPJS Ketenagakerjaan dan Manfaatnya bagi Pegawai

Pengertian BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan merupakan sebuah program perlindungan sosial yang disediakan oleh pemerintah Indonesia bagi semua tenaga kerja Warga Negara Indonesia (WNI). Program ini bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap risiko finansial yang mungkin terjadi selama bekerja, baik itu karena kecelakaan kerja maupun hal-hal lain yang dapat mengancam jiwa pekerja.

Program BPJS Ketenagakerjaan ini memiliki beberapa cakupan perlindungan yang tidak hanya bermanfaat bagi anggota program tersebut, tetapi juga bagi keluarganya. Untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, seseorang harus mendaftarkan diri dan membayar premi lewat potongan gaji secara rutin. Dengan menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan, seseorang akan memperoleh berbagai perlindungan sosial ekonomi dalam jangka panjang.

Fungsi BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan memiliki beberapa fungsi yang sangat penting dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja. Beberapa fungsi BPJS Ketenagakerjaan antara lain:

1. Sebagai Jaminan Kecelakaan Kerja

Salah satu fungsi utama dari BPJS Ketenagakerjaan adalah sebagai jaminan kecelakaan kerja. Jaminan ini berlaku bagi pekerja yang mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju atau pulang dari tempat kerja, serta saat sedang melakukan tugas di tempat kerja atau dalam perjalanan dinas.

Apabila seorang pekerja mengalami kecelakaan kerja, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan jaminan berupa pengobatan hingga penyembuhan. Selama dalam kondisi sakit, pekerja juga akan memperoleh santunan upah karena tidak dapat bekerja. Jaminan yang diberikan sebesar 48 kali dari upah yang diterima oleh pekerja. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan jaminan beasiswa untuk dua orang anak apabila orang tua mereka (yang merupakan anggota BPJS Ketenagakerjaan) mengalami cacat total atau meninggal dunia.

BACA JUGA :  Mandiri Online Banking: Cara Daftar dan Beragam Kemudahan dalam Genggaman!

2. Sebagai Jaminan Hari Tua

Fungsi BPJS Ketenagakerjaan yang kedua adalah sebagai jaminan hari tua. Jaminan ini diberikan dalam bentuk uang tunai yang dapat diambil oleh pekerja setelah memasuki masa pensiun (berusia 56 tahun) atau apabila pekerja mengalami kematian atau cacat permanen yang membuatnya tidak dapat bekerja lagi.

Besaran iuran yang harus dibayarkan untuk jaminan hari tua adalah sebesar 5,7% dari penghasilan, dengan pembayaran 2% dari pekerja dan sisanya dari perusahaan tempat pekerja tersebut bekerja.

3. Sebagai Santunan Kematian

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga berfungsi sebagai jaminan kematian. Jika seorang pekerja meninggal dunia akibat faktor yang bukan kecelakaan kerja, maka ahli waris pekerja tersebut berhak menerima Jaminan Kematian (JKM).

JKM diberikan kepada ahli waris dalam bentuk santunan senilai Rp12 juta yang akan diberikan secara berkala dalam tempo 24 bulan. Selain itu, peserta juga akan memperoleh santunan biaya makam sebesar Rp10 juta dan beasiswa untuk dua anak atau ahli waris pekerja yang bersangkutan.

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan

Selain fungsi-fungsi di atas, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan berbagai manfaat bagi para anggotanya. Beberapa manfaat BPJS Ketenagakerjaan bagi karyawan antara lain:

1. Mempermudah Pengajuan KPR

Bagi para pekerja yang belum memiliki hunian sendiri, BPJS Ketenagakerjaan memberikan fasilitas berupa Pinjaman Kepemilikan Rumah (KPR). Pinjaman KPR ini dapat digunakan untuk membeli rumah, baik itu rumah tapak maupun rumah susun, dengan plafon maksimal sebesar Rp500 juta dan tenor terpanjang 30 tahun.

Namun, untuk mengajukan KPR melalui program Pinjaman Kepemilikan Rumah dari BPJS Ketenagakerjaan, terdapat beberapa persyaratan lain yang harus dipenuhi oleh calon peminjam. Persyaratan-persyaratan tersebut dapat dilihat secara lengkap melalui situs resmi BPJS Ketenagakerjaan.

BACA JUGA :  Keuntungan dan Cara Beli Emas UBS Asli yang Praktis

2. Mendaftar Program Pinjaman Biaya Renovasi Rumah

Selain memberikan pembiayaan dalam bentuk KPR untuk pembelian unit rumah, anggota BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP). Pinjaman ini diberikan untuk keperluan renovasi rumah.

Besaran plafon kredit maksimal yang dapat diberikan melalui program ini adalah Rp200 juta, dengan tenor pinjaman paling lama 15 tahun. Ini merupakan opsi yang menarik bagi anggota BPJS Ketenagakerjaan yang sudah memiliki rumah dan ingin melakukan renovasi.

3. Berkesempatan Mengikuti Program Beasiswa Sekolah Anak

Sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan, seseorang juga memiliki kesempatan untuk memperoleh manfaat berupa beasiswa untuk pendidikan anak. Beasiswa ini akan diberikan kepada dua orang anak dengan nilai maksimal Rp174 juta.

Beasiswa tersebut berlaku mulai dari jenjang pendidikan TK hingga S1 (Strata 1), dengan rincian sebagai berikut:

  1. TK hingga SD/sederajat mendapatkan beasiswa sebesar Rp1,5 juta per tahun dengan masa pendidikan maksimal 8 tahun
  2. SMP/sederajat mendapatkan beasiswa sebesar Rp2 juta per tahun, dengan maksimal 3 tahun
  3. SMA/sederajat mendapatkan beasiswa sebesar Rp3 juta per tahun, dengan maksimal 3 tahun
  4. S1/pelatihan mendapatkan beasiswa sebesar Rp12 juta per tahun, dengan maksimal 5 tahun

Pengajuan beasiswa tersebut dapat dilakukan setiap tahun melalui jalur JKK (apabila anggota BPJS Ketenagakerjaan tersebut meninggal dunia akibat kecelakaan kerja) dan JKM (apabila anggota BPJS Ketenagakerjaan tersebut meninggal dunia akibat kecelakaan yang bukan faktor pekerjaan).

Itulah beberapa informasi mengenai BPJS Ketenagakerjaan, fungsi, dan manfaatnya bagi para anggotanya. Dengan adanya perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan, para pekerja diharapkan dapat merasa aman terhadap risiko finansial yang dapat terjadi selama mereka bekerja.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *