Ferdinand de Saussure, Pelopor Linguistik Modern

Mengapa Ferdinand de Saussure (1857-1913) bisa disebut sebagai pelopor linguistik modern? Yuk, mengenal dan mengetahui gagasan-gagasannya dalam biografi berikut.

Hi, guys! Kali ini, gue akan membahas salah satu tokoh linguistik yang berperan dalam kemajuan linguistik modern. Tokoh itu adalah Ferdinand de Saussure. Mungkin Sobat Zen asing dengan sosok tersebut. Namun, teori-teorinya seperti sistem bahasa menjadi landasan dalam linguistik.

Oiya, Sobat Zen tahu gak apa itu linguistik? Sebelum membaca tulisan ini lebih lanjut, ada baiknya Sobat Zen memahami dulu apa itu linguistik. Gue spill sedikit tentang apa itu linguistik, linguistik adalah studi tentang apa saja dan segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa. 

Dengan pemahaman seperti itu, berarti ilmu linguistik ini dapat dibagi lagi menjadi linguistik makro dan linguistik mikro. Linguistik mikro membahas tentang struktur bahasa, sedangkan linguistik makro membahas bahasa secara lebih luas atau kaitan bahasa dengan ilmu lain, seperti psikologi, sosiologi, dan antropologi.

Oke, setelah mengetahui bidang ilmu yang ditekuni tokoh ini, sekarang kita kenalan dengan tokoh yang ingin dibahas. Siapa itu Ferdinand de Saussure? Apa teori yang ia kemukakan? Seberapa berpengaruh temuannya dalam perkembangan ilmu bahasa? Yuk, tanpa berlama-lama lagi, guys. Langsung saja nih gue perkenalkan ke kalian.

“Without language, thought is a vague, uncharted nebula.”

Ferdinand de Saussure

Profil Singkat Ferdinand de Saussure

Ferdinand de Saussure lahir pada tanggal 26 November 1857 di Jenewa (Geneva), Swiss. Ia meninggal pada 22 Februari 1913 di Vufflens-le-Château. Ferdinand adalah anak pertama dari sembilan bersaudara. Orang tuanya bernama Henri Louis Frederic de Saussure dan Countess Louise de Pourtalès.

Ferdinand de Saussure
Potret Ferdinand de Saussure (Sumber: britannica)

Ferdinand de Saussure lahir pada tanggal 26 November 1857 di Jenewa (Geneva), Swiss. Ia meninggal pada 22 Februari 1913 di Vufflens-le-Château. Ferdinand adalah anak pertama dari sembilan bersaudara. Orang tuanya bernama Henri Louis Frederic de Saussure dan Countess Louise de Pourtalès.

Saussure adalah nama keluarga bangsawan Calvinis yang melarikan diri dari penganiayaan di wilayah Lorraine Prancis pada abad ke-15 dan menetap di Kota Atas Jenewa. Henri Louis Frederic de Saussure merupakan seorang ahli dalam bidang mineral dan entomologi (ilmu tentang serangga). Ayahnya juga seorang ahli taksonomi.

Pada tahun 1892 ia menikahi sepupunya Marie Faesch, dan sembilan bulan kemudian mereka memiliki putra pertama mereka, Jacques. Dua putra lagi, Raymond dan André, menyusul pada tahun 1894 dan 1895, meskipun André menyerah pada kolera tiga bulan kemudian.

Saussure dikenal sebagai ahli bahasa yang memiliki gagasan tentang struktur dalam bahasa. Gagasannya tersebut menjadi dasar bagi banyak pendekatan dan kemajuan ilmu linguistik pada abad ke-20. Gagasan-gagasannya dapat diketahui dari buku yang terbit setelah ia meninggal. 

Hari ini, lebih dari satu abad setelah wafatnya Ferdinand de Saussure, ide-ide fundamentalnya terus berfungsi sebagai landasan teori linguistik. Idenya telah hidup lebih lama dari tantangan yang tidak terhitung jumlahnya dan selamat. Kini, idenya memiliki konstruksi teoretis yang dibangun di atasnya dan tidak terhitung jumlahnya.

Pendidikan dan Karier

Pada tahun 1870, Saussure yang saat itu berusia dua belas tahun memulai pendidikannya di Ecole Martine dan melanjutkan sekolahnya ke College de Genève pada tahun 1872. Setelah itu, ia melanjutkan studinya di Gymnase de Genève, lalu akhirnya mengenyam pendidikan di Université de Genève. 

Di Université de Genèveia, Saussure belajar tentang berbagai bahasa seperti Bahasa Latin, Sanskerta, serta Bahasa Yunani Kuno. Tidak hanya belajar bahasa, ia juga mempelajari beragam ilmu lainnya di sana.

BACA JUGA :  Sukses IELTS dengan IELTS Preparation Class dari Zenius

Pada tahun 1876, tidak lama sebelum ulang tahunnya yang ke-19, Saussure pergi ke Leipzig, Jerman. Di Leipzig, linguistik sedang bergejolak pada saat itu. Di sana, ia bertemu dengan gurunya Hermann Osthoff dan Karl Brugmann yang akan meletakkan dasar untuk neogrammatische richtung (neogrammarian).

Pada tahun 1877–1878, ketika baru berusia 20 tahun, Saussure menerbitkan paper pertamanya di Memoires of the Société de Linguistique de Paris. Isinya mengenai usulan analisis ulang vokal a dan o dalam bahasa Proto-Indo-Eropa. Ia menawarkan analisis lain yang jauh lebih radikal dalam publikasinya yang berjudul Mémoire sur le système primitif des voyelles dans les langues indo-européennes (memoar tentang sistem vokal primitif dalam bahasa Indo-Eropa, 1878). Karya ini mengusulkan solusi yang sangat orisinal untuk masalah rumit dalam filologi komparatif dan membuatnya mendapatkan reputasi baik. 

Dari Universitas Leipzig, Saussure pergi untuk belajar di Universitas Berlin pada periode 1878–1879. Di Berlin, ia mempelajari tentang Celtic bersama privatdozent Heinrich Zimmer dan Sansekerta bersama Hermann Oldenberg. Saussure mempelajarinya sambil melakukan penelitian untuk tesis doktoralnya yang menganalisis konstruksi absolut genitif dalam bahasa Sansekerta. Ia menyerahkan karya ini ke Universitas Leipzig dan dianugerahi gelar Ph.D. pada tahun 1880 tepatnya pada bulan Februari. 

Tidak berselang lama, pada musim gugur tahun 1880, Ferdinand de Saussure pergi ke Paris dengan tujuan untuk meraih gelar (yang kedua) doktor Prancis. Namanya sudah dikenal di sana dan dalam beberapa bulan ia memulai karir barunya sebagai seorang dosen di École Pratique des Hautes Études. Saussure mengajar beberapa mata pelajaran seperti Bahasa Sanskerta, Gotik, dan juga Bahasa Jerman tingkat tinggi.

Ferdinand de Saussure meninggalkan rencananya untuk mendapatkan gelar di Prancis, ia terus mengajar di École Pratique des Hautes Études hingga 1889. Di tahun yang sama, Ferdinand mengambil cuti kembali ke Jenewa. Cuti ini bertepatan dengan serangkaian krisis dan kekecewaan pribadi. Harapannya untuk bertunangan dengan seorang sepupu asal Paris yang memiliki harta pupus dan dia tidak dipertimbangkan untuk mengisi salah satu dari dua posisi kosong untuk mengajar bahasa Sansekerta.

Dia memutuskan untuk kembali secara permanen ke Université de Genève, meski pada tahun sempat kembali ke Paris untuk melanjutkan studinya. Université de Genève menyediakan sebuah posisi dalam studi bahasa Sansekerta dan sejarahnya serta perbandingan bahasa Indo-Eropa untuk Ferdinand de Saussure. Di Université de Genève, ia mengajar bahasa Sanskerta dan bahasa Indo-Eropa. Setelah mengajar cukup lama di Universitas Jenewa, Ferdinand de Saussure mulai membuka kursus tentang Linguistik Umum pada tahun 1907.

Saussure
Potret Ferdinand de Saussure Lainnya (Sumber: wikimedia)

Teori Linguistik dan Karya Ferdinand de Saussure

Karyanya yang pertama adalah sebuah buku yang berjudul Mémoire sur le système primitif des voyelles dans les langues indo-européennes tahun 1878. Saussure menulis makalah tentang pemaparan pendekatan baru yang radikal terhadap sistem vokal Indo-Eropa primitif dan memperkirakan panjangnya hanya sekitar enam puluh halaman. Namun, buku itu tumbuh menjadi lima kali panjang yang diperkirakan. Buku ini terbit pada bulan Desember 1878, meskipun mencantumkan tanggal 1879 pada halaman judulnya. 

“I’m almost never serious, and I’m always too serious. Too deep, too shallow. Too sensitive, too cold hearted. I’m like a collection of paradoxes.”

Ferdinand de Saussure

Semasa hidupnya, Ferdinand de Saussure cukup aktif menulis. Ia telah menulis beragam manuskrip dan esai tentang linguistik umum. Namun, dia bukan orang yang berkeinginan untuk menerbitkan tulisan-tulisannya. 

Charles Bally dan Albert Sechehaye, rekan-rekannya di Jenewa, mengumpulkan catatan siswa dan melengkapinya dengan beberapa catatan manuskrip Saussure dari tahun 1907 hingga tahun 1911. Mereka mengumpulkannya dan kemudian mempublikasikannya dengan judul Cours de linguistique générale pada tahun 1916.

BACA JUGA :  UM IPB 2021: Pendaftaran, Jadwal, dan Syarat Ujian Mandiri UTM-BK IPB (Lengkap)

Buku tersebut menjadi salah satu karya paling berpengaruh di abad ke-20, yang memberikan arahan bagi linguistik modern dan inspirasi bagi teori sastra dan budaya. Sebelum meninggal, Saussure memberi tahu teman-temannya bahwa dia menulis sendiri gagasan dan pemikirannya, tetapi tidak ada bukti fisik yang dapat ditemukan. 

Delapan puluh tahun kemudian, pada tahun 1996, sebuah manuskrip yang ditulis oleh Saussure sendiri ditemukan di orangerie rumah keluarganya di Jenewa. Ini adalah karyanya yang sempat menghilang. Buku ini mencakup manuskrip yang ditemukan sebelumnya tentang filsafat bahasa, catatan Saussure sendiri untuk kuliah, dan bibliografi komprehensif karya utama Ferdinand de Saussure.

Sekarang, buku itu diterbitkan untuk pertama kalinya oleh Oxford University Press dalam bahasa Inggris dengan judul Writings in General Linguistics. Selama delapan puluh tahun pemahaman pemikiran Saussure bergantung pada teks yang tidak lengkap dan tidak definitif, yang terkadang memunculkan banyak interpretasi dan argumen kreatif baik yang mendukung maupun menentang Saussure. 

Perdebatannya sekarang dapat diselesaikan dengan karya yang sekarang telah diterbitkan. Buku ini mengungkapkan kedalaman baru dan secara halus dalam pemikiran Saussure tentang sifat dan cara kerja bahasa yang kompleks, khususnya oposisi biner yang terkenal antara bentuk dan makna, tanda dan apa yang ditandakan, dan bahasa (langue) dan kinerjanya (parole).

Langue dan Parole

Disiplin ilmu linguistik didasarkan pada langue dan parole. Langue adalah sistem kaidah-kaidah (bahasa) yang telah menjadi konvensi dan digunakan sebagai alat komunikasi, sedangkan parole adalah penggunaan bahasa yang dihasilkan secara individual dan bersifat konkret. Sederhananya, langue adalah sistem bahasa dan parole adalah langue yang dipakai oleh masyarakat bahasa (dapat berupa dialek, logat, dan sebagainya).

Langue merupakan objek kajian linguistik, tetapi dibutuhkan parole untuk mengkaji langue. Perbedaan keduanya terbukti menjadi sumber utama penelitian linguistik yang produktif dan dapat dianggap sebagai titik awal jalan linguistik yang dikenal sebagai strukturalisme. Bagi Saussure, yang pertama lebih diprioritaskan daripada yang terakhir. 

Pada waktu itu, ahli bahasa lain umumnya memahami bahasa sebagai cara untuk menunjukkan sesuatu dan tindakan. Saussure memiliki argumen lain, yaitu konsepsi tentang sesuatu, tindakan, dan gagasan merupakan bagian dari bahasa yang mampu dibangkitkan oleh kombinasi suara tertentu melalui skema di otak. Langue adalah suatu sistem tanda yang setiap tandanya terdiri dari dua unsur, yaitu konsep dan bunyi secara psikologis.

Dalam salah satu kuliah terakhirnya, ia memperkenalkan istilah signifiant ‘signifier’ untuk unsur bunyi dan signifié ‘signified’ untuk unsur makna/konsep tersebut yang akan dibahas pada sub selanjutnya.

Signifiant dan Signifié

“A linguistic system is a series of differences of sound combined with a series of differences of ideas.”

Ferdinand de Saussure

Tanda linguistik terbagi menjadi dua unsur, yaitu signifiant adalah penanda (yang menandai) dan signifié adalah petanda (yang ditandai). Penanda adalah konsep atau makna dari tanda bunyi yang ada dalam pikiran, sedangkan petanda adalah bunyi-bunyi itu yang terbentuk dari satuan bunyi (fonem) bahasa yang bersangkutan. Keduanya tidak dapat dipisahkan karena saling berkaitan.

Jadi, tanda linguistik terdiri dari dua unsur, yaitu unsur bunyi dan unsur makna. Keduanya merupakan unsur dalam-bahasa atau disebut intralingual. Unsur dalam-bahasa dapat merujuk kepada suatu referen di luar-bahasa atau ekstralingual.

Kita ambil contoh jika ada tanda linguistik yang dieja dengan <meja>. Tanda ini memiliki unsur makna atau yang ditandai (meja = terbuat dari kayu, memiliki kaki-kaki, dsb) dan unsur bunyi atau yang menandai dalam satuan bunyi (m, e, j, a). Kemudian, tanda <meja> terdiri dari unsur makna dan unsur bunyi yang memiliki referen di luar bahasa, yaitu sebuah meja atau perabot rumah tangga.

BACA JUGA :  Contoh Soal Geografi UTBK Soshum dan Pembahasan

Secara khusus, hubungan antara penanda dan petanda adalah arbitrer (sewenang-wenang). Ini merupakan prinsip pertama dari tanda linguistik. Dengan menempatkannya sebagai prinsip pertama, ini membuktikan secara aksiomatis sebagai fakta primordial (paling dasar) tentang bahasa yang tidak perlu dan tidak dapat dijelaskan.

Apa yang dipahami Ferdinand de Saussure dengan “kesewenang-wenangan” adalah ketiadaan hubungan antara bentuk tanda (signifiant) dan maknanya (signifié). Bagi dirinya, baik signifiant maupun signifié bersifat psikologis. 

Paradigmatik dan Sintagmatik 

Ferdinand de Saussure juga berasumsi bahwa setiap ucapan terdiri dari satu rantai suara yang diurutkan satu per satu dalam susunan rangkaian sederhana. Linearitas adalah dasar dari hubungan “sintagmatik”, lalu hubungan asosiatif/paradigmatik didasarkan pada kesamaan bentuk atau makna.

Jadi, dalam frasa ikan berenang, ikan dan berenang bergabung secara sintagmatik, sedangkan ikan dan lele, terkait secara asosiatif/paradigmatik. Kedua aksioma itu penting bagi konsepsi Ferdinand de Saussure tentang analisis linguistik. Pembeda dari keduanya adalah pada konsep sintagmatik bersifat horizontal, sedangkan pada paradigmatik bersifat vertikal.

Diakronis dan Sinkronis

Dalam hubungannya dengan “kesewenang-wenangan” tanda linguistik, Ferdinand de Saussure memandang realitas bahasa tidak dapat sepenuhnya dipahami tanpa memperhitungkan dimensi sosial dan sejarahnya. Jika hanya memperhatikan sejarah dan mengesampingkan yang sosial, kita seperti membayangkan seseorang yang hidup terisolasi selama beberapa abad. Kita mungkin tidak akan melihat perubahan apa pun, waktu tidak berpengaruh pada bahasa. 

Lalu, jika hanya memperhatikan sosial tanpa sejarah, kita tidak akan melihat pengaruh kekuatan sosial yang bekerja pada bahasa. Namun, ketika keduanya disatukan, bahasa itu tidak bebas. Waktu akan mengizinkan kekuatan-kekuatan sosial untuk bekerja di atasnya dan mengembangkan pengaruhnya. Kemudian, kita sampai pada prinsip kesinambungan yang meniadakan kebebasan.

Ferdinand de Saussure bersikeras memisahkan studi tentang sistem bahasa yang ada pada suatu titik waktu tertentu (sinkronis) dengan studi tentang perubahan yang mungkin mengintervensi selama periode waktu tertentu (diakronis). Ia menganggap kerancuan fakta sinkronis dengan diakronis sebagai salah satu kelemahan utama kajian bahasa pada zamannya. 

Oleh karena itu, studi tentang suatu bahasa harus bersifat sinkronis dan diakronis. Saussure berpendapat bahwa bahasa harus dianggap sebagai fenomena sosial, sistem terstruktur yang dapat dilihat secara sinkronis (seperti yang ada pada waktu tertentu) dan secara diakronis (seperti yang berubah dalam perjalanan waktu). Dengan demikian, ia memformalkan pendekatan dasar untuk studi bahasa. Ia juga menegaskan bahwa prinsip dan metodologi setiap pendekatan berbeda dan saling eksklusif. 

Nah, sekian informasi yang bisa gue sampaikan untuk sosok Ferdinand de Saussure. Gagasan-gagasannya tersebut dijadikan dasar untuk pengembangan studi linguistik ke depannya. Perlu diingat, bahasa digunakan oleh Sobat Zen setiap hari, walau tidak mempelajari linguistik. Sobat Zen mungkin tidak mempelajari linguistik secara langsung, tetapi Sobat Zen mendapatkan informasi yang secara langsung berhubungan dengan linguistik, yaitu dengan mengenal tokohnya. 

Berkat pengaruhnya dalam perkembangan linguistik, Ferdinand de Saussure dipandang sebagai Bapak Linguistik Modern. Moga-moga pengetahuan Sobat Zen khususnya dalam bidang bahasa bertambah, ya!

Update terus blog sobatcloud.com untuk mengetahui biografi dari tokoh-tokoh lainnya, ya, guys. Jangan lupa juga untuk terus ikuti keseruan lainnya dari sobatcloud.com di YouTube! Sampai jumpa!

de Saussure, Ferdinand. 1988. Pengantar Linguistik Umum. Yogyakarta: UGM Press. Dapat diakses melalui http://repositori.kemdikbud.go.id/1710/1/Pengantar%20Linguistik%20Umum%20%281988%29.pdf

Britannica. Tanpa tahun. Ferdinand de Saussure: Swiss linguist. Diakses pada 15 November 2021, dari https://www.britannica.com/biography/Ferdinand-de-Saussure

Kumparan. 2020. Mengenal Sosok Ferdinand de Saussure, Pelopor Linguistik Modern. Diakses pada 15 November 2021, dari https://kumparan.com/potongan-nostalgia/mengenal-sosok-ferdinand-de-saussure-pelopor-linguistik-modern-1spmH3ptso9/full

Pewarta Nusantara. 2021. Biografi Ferdinand de Saussure, Seorang Ahli Linguistik dari Swiss. Diakses pada 15 November 2021, dari https://www.pewartanusantara.com/biografi-ferdinand-de-saussure-seorang-ahli-linguistik-dari-swiss/

New World Encyclopedia. Tanpa Tahun. Ferdinand de Saussure. Diakses pada 15 November 2021, dari https://www.newworldencyclopedia.org/entry/Ferdinand_de_Saussure

Encyclopedia.com. Tanpa Tahun. Saussure, Ferdinand De (1857–1913). Diakses pada 15 November 2021, dari https://www.encyclopedia.com/history/encyclopedias-almanacs-transcripts-and-maps/saussure-ferdinand-de-1857-1913

Joseph, John. E. 2017. Ferdinand de Saussure. Diakses pada 15 November 2021, dari https://doi.org/10.1093/acrefore/9780199384655.013.385

Baca Juga Artikel Lainnya

Sapardi Djoko Damono

Chairil Anwar

WS Rendra


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *