Contoh Soal Sosiologi SIMAK UI dan Pembahasan

Hai Pejuang PTN, apa kabar? Masih semangat mengikuti rangkaian tes masuk kampus idaman elo, dong? Setelah melewati jalur SNMPTN dan SBMPTN, masih ada satu jalur penerimaan yang bisa elo ikuti, yaitu seleksi mandiri. 

Jadi, buat elo yang belum puas dengan hasil pada kedua jalur sebelumnya, elo bisa banget maksimalkan di jalur seleksi mandiri. Di Universitas Indonesia (UI), jalur seleksi mandiri dikenal juga dengan Seleksi Masuk (SIMAK) UI. 

Denger-denger, nih, soal yang diujikan di SIMAK UI lebih sulit dari tes UTBK, lho. 

Persiapan Menghadapi SIMAK UI
SIMAK UI udah mulai bulan depan, nih. Persiapan SIMAK UI elo udah sejauh mana? (Sumber: memegenerator.net)

Eits, tapi elo nggak perlu khawatir! Kenapa, tuh? Karena, gue bakal mengajak elo untuk ngerjain bareng soal-soal SIMAK UI yang pernah muncul di beberapa tahun ke belakang. Harapannya, supaya elo lebih kebayang soal-soal yang akan elo hadapi nanti.

Nah, di artikel ini gue akan fokus membahas contoh soal Sosiologi SIMAK UI dulu, ya. Sebelum itu, kenalan dulu, yuk, dengan mata pelajaran Sosiologi di SIMAK UI. Let’s go! 

Gambaran Umum Sosiologi SIMAK UI

Buat elo yang memilih program studi (prodi) pada rumpun soshum, Sosiologi merupakan salah satu materi yang akan diujikan. 

“Kira-kira ada kisi-kisi materi yang muncul di SIMAK UI nggak, ya?”

Nggak bisa dipungkiri bahwa kisi-kisi akan sangat membantu elo buat mempersiapkan tes SIMAK UI. Tapi, sangat disayangkan, jarang banget bahkan hampir nggak ada universitas yang membagikan kisi-kisi seleksi mandiri secara resmi, termasuk UI.

Tapi, elo nggak perlu khawatir karena materi yang diujikan di SIMAK UI nggak beda jauh dengan UTBK, kok. Elo bisa review ulang materi yang masih perlu elo perdalam di sini.

Di SIMAK UI tahun 2016 – 2019, terdapat beberapa materi Sosiologi yang sering muncul, di antaranya:

Beberapa Materi yang Pernah Muncul di SIMAK UI
Beberapa materi yang muncul di SIMAK UI. (Sumber: Arsip sobatcloud.com)

Nah, untuk penerapan contoh soalnya bisa elo cek di bawah, ya!

Contoh Soal Sosiologi Simak UI

Topik: Sosiologi Sebagai Ilmu

Ilmu yang satu ini hobi banget kepo tentang berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat. Eits, nggak sekedar kepo, tetapi juga mencari penjelasan kenapa fenomena-fenomena tersebut terjadi.

Kayak misal pertanyaan “Kenapa, sih, ibu-ibu suka banget nonton sinetron?” ternyata bisa dijawab melalui riset sosiologis, lho. Lebih jelasnya bisa elo pelajari di topik Sosiologi sebagai Ilmu, ya.

Nah, biar kebayang, coba, deh, elo kerjakan contoh soal Sosiologi SIMAK UI berikut.

Contoh Soal 1

Perspektif sosiologi yang secara tepat digunakan dalam menjelaskan aksi mogok buruh terhadap perusahaannya adalah….

  1. Ketertiban sosial
  2. Interaksionisme simbolik
  3. Kesejahteraan sosial
  4. Struktural fungsional
  5. Konflik sosial

Jawaban dan pembahasan: 

Perspektif Sosiologi merupakan kerangka berpikir untuk memahami dan menganalisis fenomena sosial. Masih pada inget nggak, nih, ada berapa perspektif Sosiologi?

Yoi, ada 3, yaitu, interaksionisme simbolik, struktural fungsional, dan konflik sosial. So, opsi  A dan C bisa langsung elo eliminasi aja.

Pada soal dijelaskan bahwa aksi mogok buruh terhadap perusahaan. Hal ini terjadi akibat adanya ketidakadilan yang menyebabkan konflik diantara keduanya. 

Nah, contoh di atas merupakan salah satu contoh perspektif sosiologi konflik sosial. Jadi, jawaban yang tepat adalah E. konflik sosial.

Contoh Soal 2

Objek kajian sosiologi yang membahas kekuatan eksternal yang mempengaruhi tindakan dan perilaku individu dan bersifat memaksa disebut….

  1. Realitas sosial
  2. Konflik sosial
  3. Fakta sosial
  4. Tindakan sosial
  5. Solidaritas sosial

Jawaban dan pembahasan:

Emile Durkheim merupakan salah satu tokoh Sosiologi yang membahas objek kajian Sosiologi berupa fakta sosial. Menurutnya, cara bertindak dan berpikir yang berasal dari luar individu dapat mempengaruhi maupun menjadi hambatan eksternal bagi seorang individu.

Sehingga, dari pernyataan di atas dapat disimpulan bahwa jawaban yang tepat adalah C. fakta sosial.

Kedua contoh soal Sosiologi SIMAK UI di atas pernah muncul pada SIMAK UI di tahun 2017 dan 2019, lho, pembaca sobatcloud.com!

Topik: Penyimpangan Sosial

“Peraturan kan dibuat untuk dilanggar”

Pandangan seperti itu kayaknya sudah mengakar di pikiran masyarakat, deh. Menurut Koentjoro, Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM), hal ini terjadi akibat kebiasaan masyarakat Indonesia yang cenderung pelupa dan pemaaf, lho. 

BACA JUGA :  Info Kuliah di Ilmu Komunikasi UI dan Mata Kuliahnya

Duh, padahal peraturan dibuat agar masyarakat berperilaku sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Nah, perilaku seperti di ataslah dapat dianggap pula sebagai penyimpangan sosial. 

Topik ini merupakan salah satu topik yang diujikan di SIMAK UI, lho. Yuk, simak contoh soalnya di bawah.

Contoh Soal 1

Seorang residivis yang melakukan tindakan kejahatan perampokan berkali-kali yang disertai dengan kekerasan, dikategorikan sebagai penyimpangan sekunder, karena….

  1. penyimpangan dilakukan berulang-ulang
  2. penyimpangan tidak dapat ditoleransi oleh masyarakat
  3. penyimpangan telah menjadi gaya hidup
  4. keterlibatan lembaga formal dalam pengendalian penyimpangan
  1. Jika (1), (2), dan (3) benar
  2. Jika (1) dan (3) benar
  3. Jika (2) dan (4) benar
  4. Jika hanya (4) yang benar
  5. Jika semuanya benar

Jawaban dan pembahasan:

Untuk menjawab soal di atas elo harus inget, nih, sifat penyimpangan sekunder, yaitu:

  • Dilakukan secara berulang
  • Nggak bisa diterima atau ditoleransi

Contohnya adalah perampokan. Si perampok merasa bahwa ketika ia merampok akan memberikan keuntungan baginya. Sehingga ia terus melakukan perampokan bahkan menjadi gaya hidupnya. Sedangkan, dari sudut pandang orang lain tentu merasa resah dengan adanya perampokan ini karena bisa membahayakan orang lain. Iya, nggak? 

Nah, dari contoh di atas sudah jelas, dong, mana opsi yang termasuk penyimpangan sekunder? Yap, jawabannya adalah A. jika (1), (2), dan (3) benar.

Contoh Soal 2

Penyimpangan sosial yang dilakukan oleh individu dapat diakibatkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah….

  1. Sosialisasi yang tak sempurna
  2. Hasil proses sosialisasi subkebudayaan yang menyimpang
  3. Hasil proses belajar yang menyimpang
  4. Dikucilkan atau dijauhi kelompok

Petunjuk Soal Pilihan Angka:

  1. Jika (1), (2), dan (3) benar
  2. Jika (1) dan (3) benar
  3. Jika (2) dan (4) benar
  4. Jika hanya (4) yang benar
  5. Jika semuanya benar

Jawaban dan pembahasan:

Pada soal di atas, yang termasuk penyebab penyimpangan sosial, yaitu:

  • Sosialisasi yang tak sempurna, artinya penyimpangan dapat terjadi ketika adanya pertentangan antar agen sosialisasi dalam menyosialisasikan nilai dan norma. 
  • Hasil proses sosialisasi subkebudayaan yang menyimpang. Contohnya, budaya bolos sekolah. Perilaku tersebut sangat bertentangan dengan norma yang disepakati masyarakat. Dan seorang individu melakukan hal tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh nilai-nilai yang berbeda dari kebudayaan masyarakat pada umumnya sehingga terbentuklah perilaku menyimpang. 
  • Hasil proses belajar yang menyimpang. Salah satu penyebabnya dijelaskan pada teori diferensiasi asosiasi. Menurut Sutherland, teori ini menyebutkan bahwa penyimpangan terjadi akibat hasil dari proses belajar norma yang menyimpang. Belajar untuk keburukkan, dong? Lalu, apa contohnya? Contohnya adalah Zeni, anak SMA yang masuk ke lingkup pertemanan di mana anggotanya perokok. Kemudian, ia mempelajari kebiasaan merokok temannya sehingga ia terbawa melakukan penyimpangan pula.
  • Dikucilkan atau dijauhi kelompoknya. Poin ini berkaitan dengan labelling. Contoh dari labelling adalah seorang pelajar yang rajin mengerjakan tugas dilabeli sebagai ‘anak rajin’.

Nah, keempat poin dan penjabarannya di atas menunjukkan bahwa keempatnya merupakan penyebab terjadinya penyimpangan sosial. Sehingga, jawaban yang tepat untuk soal di atas adalah E. jika semua benar. 

Kedua contoh soal Sosiologi SIMAK UI di atas pernah muncul pada SIMAK UI di tahun 2017 dan 2019, lho, pembaca sobatcloud.com.

Topik: Mobilitas Sosial

Siapa, sih, yang nggak tahu istilah crazy rich? Akhir-akhir ini pemberitaan crazy rich di tanah air ramai diperbincangkan. Tak jarang mereka pun menceritakan kisah suksesnya. Dan ternyata, nggak sedikit dari mereka yang memulai usahanya dari nol, lho. 

Nah, hal di atas merupakan salah satu contoh mobilitas sosial vertikal naik. Artinya, naiknya status sosial seseorang dari status sosial rendah ke yang lebih tinggi. 

Ngomong-ngomong, topik ini juga sering bermunculan di SIMAK UI, lho. Coba kerjakan soal di bawah, yuk.

Contoh Soal 1

Sebuah desa transmigrasi yang dihuni oleh masyarakat asli dan juga migran memiliki dua pengelompokan berdasarkan kesejahteraannya. Masyarakat transmigran memperoleh lahan-lahan subur dan bisa menghasilkan uang cukup memadai sehingga bisa menyekolahkan anaknya ke luar desa. Sementara itu, penduduk asli hanya dapat menggarap lahan seadanya dengan menghasilkan uang yang pas-pasan sehingga mengalami kesulitan untuk menyekolahkan anaknya. Maka, faktor penghambat masyarakat lokal ini untuk melakukan mobilitas sosial adalah….

  1. Kondisi politik
  2. Kemiskinan
  3. Perbedaan ras
  4. Perbedaan agama
  5. Perbedaan jenis kelamin

Jawaban dan pembahasan:

Kurang lebih gambaran pada soal di atas kayak gini, nih.

Ilustrasi mobilitas sosial, materi Sosiologi SIMAK UI
Penyederhanaan maksud pada soal. (Sumber: Arsip sobatcloud.com)

Nah, perbedaan tersebut menyebabkan dua pengelompokkan berdasarkan kesejahteraannya. Pengelompokkan ini bentuknya stratifikasi karena berdasarkan kesejahteraannya, masyarakat transmigran memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada masyarakat lokal.  

BACA JUGA :  Program Studi dan Syarat Masuk Fakultas Kehutanan UGM

Bersekolah merupakan salah satu cara untuk meningkatkan mobilitas sosial. Dan pada soal di atas, anak dari masyarakat lokal kesulitan sekolah akibat penghasilan orang tua yang pas-pasan. Hal ini menjadi salah satu faktor penghambat mobilitas sosial bagi masyarakat lokal. Yang mana kalo elo cek pada opsi di atas, jawaban yang tepat adalah B. kemiskinan. 

Contoh Soal 2

Berikut adalah contoh mobilitas sosial. Manakah pernyataan yang tergolong ke dalam mobilitas vertikal?

(1) anggota parlemen di salah satu negara menjadi direktur BUMN

(2) Wawa, anak tukang becak, berhasil lulus dari kuliah dan diterima bekerja di perusahaan swasta ternama

(3) Marno beralih profesi dari penarik taksi online menjadi sopir pribadi

(4) Robert memulai karier sebagai staf administrasi di suatu perusahaan dan kini telah menjadi wakil manajer divisi humas

  1. Jika (1), (2), dan (3) benar
  2. Jika (1) dan (3) benar
  3. Jika (2) dan (4) benar
  4. Jika hanya (4) yang benar
  5. Jika semuanya benar

Jawaban dan pembahasan:

Masih inget, dong, apa itu mobilitas vertikal? Sama halnya dengan garis, mobilitas vertikal merupakan perpindahan kedudukan seseorang ke kedudukan lain yang nggak sederajat. Nah, pada soal di atas, mana yang termasuk mobilitas vertikal? Coba jabarin satu-satu, yuk.

  1. Perpindahan dari anggota parlemen menjadi direktur BUMN. Apakah merupakan mobilitas vertikal? Nah, di poin ini elo harus teliti, nih. Kenapa? Karena nggak memberikan informasi lebih lanjut jabatan anggota parlemennya dan nggak memberikan indikator untuk bisa mengetahui apakah ada mobilitas vertikal atau nggak. 
  2. Perpindahan dari anak tukang becak menjadi bekerja di perusahaan ternama. Pada poin ini terjadi mobilitas vertikal antargenerasi, nih. Jadi, poin ini bener, ya. 
  3. Perpindahan dari penarik taksi online ke sopir pribadi. Awas, jangan sampai terkecoh dengan poin ini, ya. Hampir sama dengan poin (1), di poin ini nggak ada informasi lebih lanjut untuk membuktikan adanya mobilitas vertikal, nih. 
  4. Perpindahan dari staf administrasi ke wakil manajer divisi humas. Nah, ini juga jelas mobilitas vertikal, ya, karena ada strata yang berubah. 

Jadi, jawaban yang tepat untuk soal di atas adalah C. jika (2) dan (4) benar.

Kedua contoh soal Sosiologi SIMAK UI di atas pernah muncul pada SIMAK UI di tahun 2017 dan 2019, lho, pembaca sobatcloud.com.

Topik: Lembaga Sosial

Sebagai makhluk sosial, manusia pasti butuh untuk berinteraksi dengan manusia lain. Nah, salah satu yang mewadahi hal tersebut adalah lembaga sosial.

Apa, sih, lembaga sosial itu? Singkatnya lembaga sosial hampir merupakan lembaga yang beranggotakan masyarakat yang memiliki kesamaan visi dan misi. 

Lebih jelasnya terkait soal yang pernah muncul di SIMAK UI bisa elo simak di bawah, ya.

Contoh Soal 1

Setiap SMA memiliki lambang yang berbeda yang mencerminkan nilai dan prinsip dasar yang ditanamkan pada para siswanya. Sekolah merupakan lembaga sosial yang memiliki ciri, antara lain….

  1. Merupakan suatu organisasi dari pola-pola pemikiran dan perilaku yang terwujud melalui aktivitas sosial.
  2. Mempunyai tujuan tertentu.
  3. Mempunyai lambang yang merupakan ciri khasnya.
  4. Memenuhi tujuan kelompok.
  1. Jika (1), (2), dan (3) benar
  2. Jika (1) dan (3) benar
  3. Jika (2) dan (4) benar
  4. Jika hanya (4) yang benar
  5. Jika semuanya benar

Jawaban dan pembahasan:

Nah, kalo elo udah nonton video materi karakteristik lembaga sosial pasti bisa jawab soal ini, deh. Sedikit mengulang juga, ada 6 karakteristik lembaga sosial, yaitu:

  • Memiliki pola dan perilaku yang terwujud melalui aktivitas sosial. Perwujudan tersebut dilakukan sesuai dengan definisi institusi sosial, yaitu menanamkan nilai dan norma. 
  • Ideologi dasar
  • Ada tradisi dan tata aturan tertulis maupun tidak tertulis
  • Memiliki tingkat kekekalan
  • Memiliki simbol dan alat kelengkapan
  • Memiliki alat kelengkapan untuk mencapai tujuan
  • Memiliki tujuan tertentu

Nah, kalo kita cocokkan dengan 6 karakteristik di atas, jawaban yang tepat adalah poin (1), (2), dan (3). 

Lho, kok poin (4) salah? Kan sama-sama memenuhi tujuan? Nah, itu dia, pembaca sobatcloud.com. Memang salah satu karakteristik institusi sosial adalah memiliki tujuan tertentu. Tapi, poin (4) kurang tepat karena bertujuan untuk memenuhi tujuan kelompok, yang dalam hal ini adalah siswa. Sedangkan, tujuan yang dimaksud dalam karakteristik institusi sosial adalah tujuan institusi, makanya poin (4) kurang tepat. Oke?

Jadi, jawaban yang tepat untuk soal di atas adalah A. jika (1), (2), dan (3) benar.

BACA JUGA :  Dampak Sampah Plastik di Laut, Berbahaya Banget

Contoh Soal 2

Hakikat Lembaga sosial adalah sistem yang tersusun berdasarkan tingkah laku yang berbeda-beda dari organisasi atau grup yang terdiri atas sejumlah orang. Manakah pernyataan yang tepat mengenai hubungan utama suatu Lembaga sosial?

  1. Lembaga sosial mengandung nilai-nilai peranan dan bentuk tingkah laku yang ditetapkan baik tertulis maupun tidak tertulis
  2. Pola-pola tingkah laku yang ditetapkan secara ketat diperhitungkan sebagai sesuatu yang agak permanen
  3. Pola pembenaran tingkah laku dan tata cara yang ditentukan, dilakukan secara membudaya
  4. Lembaga sosial berkembang ke dalam masyarakat dengan cara dibangun oleh kelompok-kelompok primer tertentu

Petunjuk Soal Pilihan Angka:

  1. Jika (1), (2), dan (3) benar
  2. Jika (1) dan (3) benar
  3. Jika (2) dan (4) benar
  4. Jika hanya (4) yang benar
  5. Jika semuanya benar

Jawaban dan pembahasan:

Dilihat dari poin-poin di atas, pembuat soal ingin menanyakan ide-ide dasar atau gagasan mendasar mengenai konsep lembaga sosial. Coba jabarin masing-masing poin, yuk.

  1. Poin ini benar, nih, pembaca sobatcloud.com. Mengapa? Karena ada tiga elemen lembaga sosial, yaitu:
  • Pola tingkah laku berulang yang dianggap wajar
  • Diatur secara tertulis maupun tidak tertulis melalui norma
  • Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
  1. Poin ini juga benar. Tapi, apa maksud dari agak permanen? Contohnya gini, sejak era reformasi, presiden dapat dipilih langsung oleh rakyat, tapi bukan berarti aturan tersebut tidak bisa diubah. 
  2. Poin ini juga benar, karena perilaku yang ‘dilanggengkan’ akan membentuk sebuah aturan-aturan yang harus diikuti para anggota barunya dan menjadi membudaya.
  3. Nah, poin ini kurang tepat karena lembaga sosial belum tentu dibentuk oleh kelompok primer (kelompok yang relatif kecil, dekat, maupun personal).

Nah, sehingga jawaban yang tepat untuk soal di atas adalah A. jika (1), (2), dan (3) benar.

Kedua contoh soal Sosiologi SIMAK UI di atas pernah muncul pada SIMAK UI di tahun 2017 dan 2019, lho, pembaca sobatcloud.com.

Topik: Perubahan Sosial

Di zaman dulu, ketika untuk berkomunikasi jarak jauh orang-orang hanya mengandalkan surat-menyurat. Dan pesan balasan pun nggak bisa kita dapatkan secara cepat.

Pada saat itu, siapa, sih, yang menyangka adanya internet memudahkan kita berkirim pesan? Udah gitu nggak perlu susah-susah dateng ke kantor pos untuk mengirim surat, pula. Nah, hal ini merupakan salah satu bentuk Perubahan Sosial, pembaca sobatcloud.com.

Berikut contoh soal topik Perubahan Sosial yang pernah muncul di SIMAK UI.

Contoh Soal 1

Berkembangnya teknologi informasi secara cepat memungkinkan dapat diaksesnya informasi secara bebas dari berbagai sumber oleh remaja. Hal ini bisa mempengaruhi perubahan gaya hidup remaja yang secara langsung disebabkan oleh faktor….

  1. Pertambahan penduduk
  2. Letak geografis
  3. Pengaruh IPTEK
  4. Teman sebaya
  5. Kebijakan otonomi daerah

Jawaban dan pembahasan:

Untuk menjawab pertanyaan di atas, elo cukup fokus ke kata kuncinya, yaitu teknologi informasi. Dari opsi jelas, ya, bahwa teknologi informasi dapat mempengaruhi perubahan gaya hidup remaja secara langsung disebabkan oleh faktor pengaruh IPTEK.

Sehingga, jawaban yang tepat adalah C pengaruh IPTEK. 

Contoh Soal 2

Untuk mengubah Indonesia dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri, pemerintah Orde Baru menerapkan kebijakan pembangunan lima tahunan (Pelita) secara bertahap. Menurut pemerintah Orde Baru, masyarakat industri akan tercapai setelah Pelita ke-5. Hal ini memperlihatkan bahwa perubahan sosial yang dilakukan pemerintah Orde Baru merupakan….

  1. Perubahan terencana berskala besar dan bersifat reaksioner
  2. Perubahan terencana berskala besar dan bersifat evolusioner
  3. Perubahan tidak terencana, berskala kecil, dan bersifat revolusioner
  4. Perubahan tidak terencana, berskala besar, dan bersifat evolusioner
  5. Perubahan terencana, berskala kecil, dan bersifat in-evolusioner

Jawaban dan pembahasan:

Penerapan kebijakan pembangunan lima tahun (Pelita) digagas oleh pemerintahan Orde Baru, sehingga perubahan sosial yang terjadi secara terencana. Selain itu, perubahan terjadi dalam skala besar, di mana tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mengubah Indonesia dari masyarakat agraris ke masyarakat industri.

Dari sini jawaban yang didapat udah mulai mengerucut, nih, yaitu opsi B dan D. Tinggal elo bedakan apakah kebijakan pelita ini berdasarkan dua sifat perubahan sosialnya, yaitu revolusi atau evolusi. 

Nah, karena pada soal disebutkan bahwa masyarakat industri akan  tercapai setelah pelita ke-5 dan tiap kebijakan pelita berlangsung selama 5 tahun. Maka, bisa kita hitung lama perubahan berlangsung selama 5 X 5 = 25 tahun dan lama. Yang mana merupakan perubahan sosial evolusioner. 

Sehingga, jawaban yang tepat untuk soal di atas adalah B. perubahan terencana berskala besar dan bersifat evolusioner.

Kedua contoh soal Sosiologi SIMAK UI di atas pernah muncul pada SIMAK UI di tahun 2016 dan 2017, lho, pembaca sobatcloud.com.

*****

Oke, pembaca sobatcloud.com. Seperti itulah soal yang pernah muncul di SIMAK UI Sosiologi. Udah kebayang, dong, ya? Semoga bermanfaat, ya!

Kalau elo masih merasa contoh soal di atas kurang, tenang aja. sobatcloud.com masih punya banyak kumpulan soal-soal SIMAK UI lainnya. Cuss, langsung klik banner di bawah ini!

Contoh Soal Sosiologi SIMAK UI dan Pembahasan 9

Referensi: 

Kata Ahli Soal Kebiasaan ‘Aturan Ada Untuk Dilanggar’ – CNN Indonesia (2021)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *