Simak, Cara Menghitung Growth dan Definisinya dalam Bisnis

Pengertian Growth Ratio dalam Bisnis

Growth ratio adalah parameter yang digunakan untuk menunjukkan persentase pertumbuhan suatu variabel dalam kurun waktu tertentu. Variabel tersebut umumnya mencakup penjualan, kenaikan laba bersih, kenaikan aset, kenaikan utang, dan kenaikan harga saham. Semua variabel ini dihitung dalam jangka waktu tahunan. Hasil dari perhitungan growth ratio mencerminkan apakah perusahaan mengalami keberhasilan atau justru sebaliknya. Perhitungan ini juga bisa digunakan untuk membuat keputusan atau memprediksi pertumbuhan bisnis pada masa mendatang.

Namun, perlu diketahui bahwa growth ratio bisa berubah dengan cepat. Sebab itu, sulit untuk mengetahui variabel utama yang perlu diperhitungkan. Di antara beberapa variabel utama yang memengaruhi rasio pertumbuhan adalah kondisi ekonomi, usia perusahaan, dan modal.

1. Kondisi Ekonomi

Perhitungan rasio pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi suatu negara. Bila ekonomi sedang berkembang, bisnis pun akan mengalami pertumbuhan. Sebaliknya, bila kondisi ekonomi sedang tidak baik, bisnis yang sudah sukses pun berpotensi mengalami penurunan. Oleh karena itu, pengusaha perlu memantau kondisi ekonomi agar dapat memprediksi pertumbuhan bisnisnya dan mengambil langkah-langkah yang tepat.

2. Usia Perusahaan

Rasio pertumbuhan perusahaan juga dipengaruhi oleh usia perusahaan itu sendiri. Perusahaan baru umumnya memiliki persentase pertumbuhan yang cukup tinggi. Ini karena mereka masih mendapatkan banyak dana investasi untuk mengembangkan bisnisnya. Seiring dengan berkembangnya perusahaan, growth ratio bisa menurun ke angka yang lebih pasti. Hal ini karena perusahaan yang sudah mapan biasanya memiliki akses ke modal yang lebih terbatas dan pertumbuhannya tidak lagi sebesar perusahaan yang baru berdiri.

BACA JUGA :  7 Pilihan Komunitas Bisnis untuk Menambah Relasi

3. Modal

Modal juga memengaruhi rasio pertumbuhan perusahaan. Bila perusahaan tidak memiliki modal tunai yang cukup, mereka tidak bisa melakukan banyak proses produksi barang atau jasa. Akibatnya, rasio pertumbuhan perusahaan akan menurun dalam waktu yang cukup singkat. Modal yang cukup akan memungkinkan perusahaan untuk melakukan investasi yang lebih besar dan meningkatkan pertumbuhan bisnisnya.

Jenis-Jenis Growth Ratio

Sebelum mengetahui cara menghitung growth ratio, penting untuk mengenal jenis-jenis rasio pertumbuhan terlebih dahulu. Ada beberapa jenis pertumbuhan yang umumnya dihitung dalam rasio pertumbuhan perusahaan, antara lain:

1. Kenaikan Penjualan

Jenis pertumbuhan yang pertama adalah penjualan. Dari hasil perhitungan pertumbuhan ini, perusahaan bisa mengetahui sejauh mana mereka mampu meningkatkan penjualan bila dibandingkan dengan seluruh penjualan. Pertumbuhan penjualan yang tinggi biasanya menjadi indikasi bahwa bisnis sedang berkembang dengan baik.

2. Kenaikan Laba Bersih

Kenaikan laba bersih atau setelah pajak merupakan indikator bagi perusahaan untuk meningkatkan keuntungan. Perhitungan ini tentunya harus dibandingkan dengan semua laba yang diperoleh secara menyeluruh. Pertumbuhan laba bersih yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mengelola bisnisnya dengan baik dan mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

3. Kenaikan Laba per Saham

Laba per saham adalah bagian dari keuntungan perusahaan yang bisa diklaim oleh semua pemegang saham pada tahun berjalan. Pertumbuhan laba per saham ini bisa menjadi indikator seberapa jauh perusahaan bisa mendapatkan laba per lembar saham dibandingkan dengan semua laba per saham. Pertumbuhan laba per saham yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar bagi pemegang saham.

4. Kenaikan Dividen per Saham

Dividen per saham merupakan pembagian laba untuk para pemegang saham berdasarkan jumlah saham yang dimiliki. Dengan menghitung laju pertumbuhan ini, perusahaan bisa mengetahui sejauh mana mereka dapat meningkatkan keuntungan dividen saham bila dibandingkan dengan seluruh dividen per saham. Pertumbuhan dividen per saham yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memberikan imbal hasil yang lebih besar kepada pemegang saham.

BACA JUGA :  Pahami Syarat-Syarat dan Bank yang Menerbitkan Letter of Credit

Cara Menghitung Growth Ratio

Untuk mengetahui sejauh mana suatu bisnis telah berkembang, dibutuhkan rumus khusus. Terdapat dua rumus yang digunakan untuk menghitung pertumbuhan, yakni rumus growth ratio dan CAGR (Compound Annual Growth Rate).

Rumus Growth Ratio

Rumus growth ratio adalah sebagai berikut:

Growth Ratio = ((Present – Past)/Past) x 100%

Keterangan:
– Present merupakan nilai atau harga saat ini (nilai sekarang)
– Past merupakan nilai atau harga pada masa lalu (nilai masa lalu)

Sebagai contoh, perusahaan ABC memiliki data penjualan pada tahun pertama sebesar 5 miliar rupiah. Pada tahun kedua, perusahaan mencatat


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *