Cara Membeli Rumah Pakai Kredit Perumahan dan Jenis-Jenis KPR

KPR

KPR atau Kredit Pemilikan Rumah adalah solusi yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk membeli rumah. Dalam memenuhi kebutuhan rumah, KPR menjadi salah satu opsi yang paling populer karena memberikan kemudahan pembayaran dalam jangka waktu yang panjang. Bagi Anda yang belum memiliki rumah sendiri, KPR bisa menjadi solusi yang tepat untuk mewujudkan impian memiliki rumah.

Pengertian KPR

KPR atau Kredit Pemilikan Rumah adalah salah satu produk pembiayaan yang ditawarkan oleh bank. Dengan KPR, Anda dapat membeli rumah secara kredit dan membayar cicilan rutin sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh bank. KPR ini biasanya memiliki jangka waktu pembayaran yang panjang, yaitu antara 5 hingga 30 tahun.

Persyaratan Mengambil KPR

Untuk dapat mengambil KPR, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Pertama, Anda harus memiliki penghasilan yang tetap dan dapat dibuktikan. Penghasilan ini biasanya berasal dari gaji atau usaha yang Anda jalankan. Selain itu, Anda juga harus memiliki rekening tabungan di bank yang menjadi pemberi KPR.

Selanjutnya, Anda juga harus memiliki uang muka atau DP (Down Payment) yang merupakan persentase dari harga rumah yang harus Anda bayarkan saat pengajuan KPR. Jumlah uang muka ini bervariasi tergantung kebijakan bank, namun umumnya berkisar antara 10-30% dari harga rumah.

Selain itu, bank juga akan mempertimbangkan usia Anda saat mengajukan KPR. Biasanya, usia maksimal untuk mengajukan KPR adalah 55-60 tahun, tergantung dari kebijakan bank yang Anda pilih. Hal ini bertujuan agar Anda masih memiliki waktu yang cukup untuk melunasi cicilan sebelum mencapai usia pensiun.

BACA JUGA :  Jangan Salah, Ini Cara Isi Token Listrik ke Meteran yang Tepat

Prosedur Membeli Rumah Melalui KPR

Jika Anda sudah memenuhi persyaratan untuk mengambil KPR, berikut adalah tahapan-tahapan yang perlu Anda lakukan untuk membeli rumah melalui KPR.

Mencari Rumah yang Akan Dibeli

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari rumah yang akan Anda beli. Anda dapat mencarinya sendiri dengan melakukan survey ke beberapa perumahan atau meminta rekomendasi dari bank yang menyediakan KPR. Internet juga bisa menjadi sumber informasi yang berguna untuk mencari rumah yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Setelah menemukan calon rumah yang akan dibeli, langkah selanjutnya adalah menggali informasi secara detail tentang rumah tersebut. Anda dapat menanyakan kondisi bangunan rumah, harga, cicilan, dan anggaran yang Anda butuhkan untuk membeli rumah tersebut. Anda juga bisa meminta denah rumah agar lebih memahami luas lahan dan fasilitas yang akan Anda dapatkan.

Pembayaran Sebagai Tanda Jadi

Jika Anda sudah mantap untuk membeli rumah tersebut, Anda akan diminta untuk membayar tanda jadi. Pembayaran tanda jadi ini bertujuan untuk menjaga calon rumah agar tidak dibeli oleh orang lain. Jumlah tanda jadi ini bervariasi tergantung dari kesepakatan antara penjual dan pembeli, namun umumnya berkisar antara 1-5% dari harga rumah.

Membayar Uang Muka KPR

Setelah membayar tanda jadi, Anda perlu membayar uang muka KPR yang jumlahnya sudah ditentukan oleh pihak bank. Uang muka ini biasanya merupakan persentase dari harga rumah yang harus Anda bayarkan. Terkadang, ada developer yang memasukkan uang tanda jadi pembeli ke dalam uang muka KPR. Jika hal ini terjadi, Anda tidak perlu membayar uang muka lagi. Namun, jika uang muka KPR lebih besar daripada uang tanda jadi, Anda hanya perlu membayarkan kekurangannya.

Mengajukan KPR ke Pihak Bank

Setelah semua persyaratan dan pembayaran telah dilakukan, Anda dapat mengajukan KPR ke bank yang Anda pilih. Jika developer rumah yang akan Anda beli merupakan mitra bank tersebut, maka mereka akan mengurus pengajuan KPR Anda. Namun, jika developer tidak bekerja sama dengan bank yang Anda pilih, Anda harus mengurus pengajuan KPR sendiri.

BACA JUGA :  Bank Aladin Syariah: Solusi Keuangan Syariah di Era Digital

Setelah pengajuan KPR disetujui, Anda akan menandatangani akta kredit dan surat-surat lainnya yang diperlukan. Setelah itu, Anda dapat mulai membayar cicilan rutin sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh bank.

Jenis-Jenis KPR

Selain persyaratan dan prosedur mengambil KPR, Anda juga perlu mengetahui jenis-jenis KPR yang tersedia. Berikut adalah beberapa jenis KPR yang dapat Anda pilih:

KPR Subsidi

KPR subsidi adalah program pemerintah yang bertujuan untuk membantu masyarakat dengan penghasilan rendah untuk memiliki rumah. Harga rumah yang ditawarkan dalam program ini lebih murah dibandingkan dengan harga pasar. Selain itu, jangka waktu cicilan yang diberikan juga lebih panjang, yaitu hingga 20-30 tahun. KPR subsidi dapat menggunakan prinsip syariah atau konvensional.

KPR Non Subsidi

KPR non subsidi adalah jenis KPR yang tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah. KPR ini merupakan produk dari bank-bank yang mengikuti ketentuan yang berlaku. Setiap bank memiliki kebijakan dan persyaratan yang berbeda untuk KPR non subsidi. Jangka waktu cicilan yang ditawarkan juga bervariasi tergantung dari kebijakan bank yang Anda pilih.

KPR Angsuran Berjenjang

KPR angsuran berjenjang adalah jenis KPR yang memungkinkan Anda untuk menunda pembayaran cicilan pokok. Biasanya, penundaan ini dapat dilakukan setelah tahun ketiga KPR. Dengan demikian, Anda akan membayar angsuran secara normal kembali pada tahun keempat. Hal ini bertujuan agar Anda merasa lebih ringan dalam membayar cicilan.

KPR Syariah

KPR Syariah adalah jenis KPR yang dikeluarkan oleh bank syariah. KPR Syariah didasarkan pada prinsip-prinsip syariah yang melarang penggunaan bunga. Oleh karena itu, dalam KPR Syariah, tidak ada bunga yang dikenakan. Sebagai gantinya, bank akan menggunakan sistem bagi hasil atau nisbah. Keuntungan dari KPR Syariah adalah jumlah cicilan tidak akan mengalami kenaikan.

BACA JUGA :  Kode Bank BCA: Kemudahan Transfer Antarbank

KPR Pembelian

KPR Pembelian adalah jenis KPR yang memungkinkan Anda menggunakan rumah yang akan Anda beli sebagai jaminan. Dalam hal ini, jika Anda sudah mendapatkan surat-surat rumah tersebut, Anda dapat menggunakannya sebagai jaminan KPR Anda. Hal ini berguna bagi Anda yang kesulitan mencari jaminan untuk mengambil KPR.

KPR Duo

KPR Duo adalah jenis KPR yang paling jarang ditawarkan oleh bank. KPR ini biasanya digunakan untuk membeli isi rumah seperti mobil, furniture, motor, ruko, atau apartemen. Fungsi dari KPR Duo ini lebih umum digunakan untuk membeli barang-barang yang ada di dalam rumah.

KPR Take Over

KPR Take Over adalah jenis KPR yang memungkinkan nasabah untuk pindah ke bank lain. Dalam hal ini, pembayaran cicilan akan dilanjutkan oleh bank yang dipilih oleh nasabah. Keuntungan dari KPR Take Over ini adalah Anda dapat mencari bank yang menawarkan suku bunga yang lebih rendah, sehingga Anda akan tetap merasa ringan dalam membayar cicilan.

KPR Refinancing

KPR Refinancing adalah jenis KPR yang mirip dengan KPR Take Over. Jika Anda merasa suku bunga yang diberlakukan oleh bank lama terlalu tinggi dan Anda kesulitan melunasi cicilan, Anda dapat mencari bank baru. Bank baru yang Anda pilih akan melunasi sisa cicilan Anda kepada bank lama, dan Anda hanya perlu membayar kekurangan cicilan pada bank baru tersebut.

Kesimpulan

Dalam membeli rumah, KPR menjadi salah satu opsi yang bisa Anda pertimbangkan. Dengan KPR, Anda dapat memiliki rumah impian Anda dengan cara yang lebih terjangkau. Namun, sebelum mengambil KPR, pastikan Anda memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh bank dan memahami jenis-jenis KPR yang tersedia. Selain itu, pastikan Anda melakukan riset dan memilih bank yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Dengan melakukan persiapan yang matang dan mempertimbangkan dengan baik, Anda akan dapat membeli rumah melalui KPR dengan lebih mudah dan aman.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *