Cara Investasi Reksadana yang Tepat untuk Pemula

6 Cara Investasi Reksadana untuk Pemula yang Tepat

Investasi reksadana menjadi salah satu pilihan yang populer bagi masyarakat dalam mengelola keuangannya. Hal ini dikarenakan reksadana memberikan peluang bagi investor pemula untuk bisa memulai investasinya dengan modal yang terjangkau. Namun, sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksadana, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar investasi tersebut dapat berjalan dengan baik dan menguntungkan. Berikut ini adalah beberapa cara investasi reksadana yang tepat untuk pemula:

Pertimbangkan tujuan investasimu

Sebelum memulai investasi reksadana, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah mempertimbangkan tujuan investasimu. Apa yang ingin kamu capai dengan melakukan investasi ini? Apakah kamu ingin mempersiapkan dana untuk membeli rumah, ataukah untuk biaya pendidikan anak? Dengan menentukan tujuan investasi yang jelas, kamu akan lebih mudah mengatur strategi investasimu dan memilih jenis reksadana yang sesuai.

Misalnya, jika tujuan investasimu adalah untuk membeli rumah dalam waktu lima tahun, maka kamu perlu memilih reksadana dengan tingkat risiko yang rendah. Hal ini dikarenakan risiko yang tinggi dapat membuat nilai investasimu turun dalam waktu yang singkat. Dengan menentukan tujuan investasi yang jelas, kamu juga dapat mengetahui berapa besar dana yang perlu kamu investasikan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Riset berbagai reksadana yang beredar

Setelah menentukan tujuan investasimu, langkah selanjutnya adalah melakukan riset terhadap berbagai reksadana yang beredar di pasar. Ada berbagai jenis reksadana yang dapat kamu pilih, seperti reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana lainnya. Setiap jenis reksadana memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda, sehingga kamu perlu memilih jenis reksadana yang sesuai dengan tujuan investasimu.

BACA JUGA :  Ini Dia Berbagai Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional

Selain itu, kamu juga perlu mempertimbangkan apakah ingin berinvestasi dalam reksadana konvensional atau reksadana syariah. Reksadana konvensional berinvestasi dalam berbagai instrumen keuangan tanpa mempertimbangkan prinsip syariah, sedangkan reksadana syariah berinvestasi sesuai dengan prinsip syariah dalam Islam. Pilihan ini tergantung pada preferensi dan nilai-nilai yang kamu pegang.

Dalam melakukan riset, kamu perlu melihat kinerja reksadana tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Perhatikan juga biaya-biaya yang dikenakan oleh perusahaan manajer investasi, seperti biaya pembelian, biaya penjualan, dan biaya pengelolaan. Semakin rendah biaya yang dikenakan, maka semakin tinggi potensi keuntungan yang dapat kamu peroleh.

Pilih penyedia yang kredibel

Setelah melakukan riset, langkah selanjutnya adalah memilih penyedia layanan investasi reksadana yang kredibel. Seiring dengan berkembangnya dunia teknologi keuangan, semakin banyak platform penyedia layanan investasi reksadana yang tersedia. Namun, tidak semua platform tersebut terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oleh karena itu, kamu perlu melakukan verifikasi terhadap platform tersebut sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Pastikan penyedia layanan tersebut telah terdaftar dan diawasi oleh OJK, serta memiliki track record yang baik dalam mengelola investasi reksadana. Kamu juga perlu mempertimbangkan kemudahan akses dan fitur-fitur yang disediakan oleh platform tersebut, seperti kemudahan dalam melakukan transaksi, layanan pelanggan yang responsif, dan informasi yang akurat dan terpercaya.

Pahami tingkat toleransi risikomu

Setiap jenis reksadana memiliki tingkat risiko yang berbeda. Ada reksadana dengan risiko yang rendah namun potensi keuntungan yang juga rendah, seperti reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap. Ada juga reksadana dengan risiko yang tinggi namun potensi keuntungan yang tinggi pula, seperti reksadana saham. Oleh karena itu, sebelum memilih jenis reksadana yang akan kamu investasikan, kamu perlu memahami tingkat toleransi risikomu.

Tingkat toleransi risiko merupakan sejauh mana kamu siap untuk menerima fluktuasi nilai investasi kamu. Jika kamu memiliki toleransi risiko yang rendah, maka sebaiknya memilih reksadana dengan risiko yang rendah pula. Namun, jika kamu memiliki toleransi risiko yang tinggi dan bisa menerima fluktuasi nilai investasi yang tinggi, maka kamu dapat memilih reksadana dengan risiko yang lebih tinggi.

BACA JUGA :  Profil, Promo, dan Cara Berbelanja di Tokopedia

Untuk menentukan tingkat toleransi risiko, kamu perlu mempertimbangkan beberapa faktor, seperti usia, pendapatan, tujuan investasi, dan pengalaman dalam berinvestasi. Semakin muda usiamu, semakin tinggi tingkat toleransi risikomu. Selain itu, semakin tinggi pendapatan yang kamu miliki, semakin tinggi tingkat toleransi risikomu. Jadi, pertimbangkan dengan baik tingkat toleransi risikomu sebelum memilih jenis reksadana yang akan kamu investasikan.

Siapkan dana khusus untuk investasi

Sebelum memulai investasi reksadana, penting untuk memisahkan dana khusus untuk investasi. Jangan mencampurkan dana investasi dengan dana kebutuhan sehari-hari atau dana darurat. Dengan memisahkan dana investasi, kamu akan lebih fokus dalam mengelola dan mengontrol investasimu.

Sebaiknya, alokasikan sebagian pendapatanmu setiap bulan untuk diinvestasikan dalam reksadana. Tentukan jumlah yang sesuai dengan kemampuanmu dan jangan terlalu memaksakan diri untuk berinvestasi dengan jumlah yang besar. Mulailah dengan jumlah yang kecil terlebih dahulu dan tingkatkan investasimu secara bertahap seiring dengan bertambahnya pengalaman dan pengetahuanmu dalam berinvestasi.

Jangan lupa investasi secara rutin

Terakhir, penting untuk melakukan investasi secara rutin. Jangan hanya melakukan investasi sekali saja dan menunggu hasilnya. Lakukan investasi secara rutin setiap bulan atau setiap periode tertentu sesuai dengan kemampuanmu. Dengan melakukan investasi secara rutin, kamu akan memperoleh keuntungan dari efek dollar cost averaging.

Efek dollar cost averaging adalah efek dimana kamu membeli saham dengan harga yang berbeda-beda seiring dengan perubahan harga pasar. Jika harga saham turun, maka kamu akan membeli saham dengan harga yang lebih rendah. Namun, jika harga saham naik, maka kamu akan membeli saham dengan harga yang lebih tinggi. Dalam jangka panjang, efek ini dapat mengurangi risiko investasi kamu dan meningkatkan keuntungan yang dapat kamu peroleh.

BACA JUGA :  4 Cara Berhentikan Paket Indosat, Gampang!

Rekomendasi Investasi untuk Pemula

Selain investasi reksadana, masih ada beberapa instrumen investasi lainnya yang cocok untuk dilakukan oleh pemula. Salah satunya adalah investasi dalam bentuk pendanaan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Dengan melakukan investasi ini, kamu tidak hanya mengelola keuanganmu, tetapi juga membantu UMKM Indonesia mengembangkan bisnisnya.

Salah satu platform yang menawarkan investasi pendanaan UMKM adalah sobatcloud.com yang bekerja sama dengan Amartha. Melalui platform ini, kamu dapat berinvestasi dalam berbagai proyek UMKM yang telah melewati proses seleksi yang ketat. Dengan berinvestasi melalui sobatcloud.com, kamu juga berpeluang mendapatkan keuntungan yang cukup menarik, yaitu hingga 11,5%.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam pendanaan UMKM, kamu perlu memahami risiko yang terkait dengan investasi ini. Investasi dalam pendanaan UMKM memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi reksadana. Namun, dengan risiko yang lebih tinggi, juga terdapat potensi keuntungan yang lebih tinggi pula.

Selain itu, kamu perlu memahami cara kerja investasi pendanaan UMKM dan memahami proyek-proyek UMKM yang akan kamu investasikan. Lakukan riset terhadap UMKM tersebut, seperti prospek bisnisnya, manajemen yang ada, dan potensi keuntungan yang dapat kamu peroleh. Dengan memahami cara kerja dan risiko investasi pendanaan UMKM, kamu dapat membuat keputusan investasi yang lebih bijak.

Untuk memulai investasi dalam pendanaan UMKM bersama sobatcloud.com dan Amartha, kamu perlu mengunduh aplikasi sobatcloud.com di smartphone-mu. Melalui aplikasi ini, kamu dapat melihat proyek-proyek UMKM yang tersedia untuk diinvestasikan, memilih proyek yang sesuai dengan preferensimu, dan melakukan investasi dengan mudah dan aman.

Apapun jenis investasi yang kamu pilih, baik itu investasi reksadana maupun investasi pendanaan UMKM, penting untuk selalu mempelajari dan memahami cara kerja investasi tersebut. Lakukan riset, konsultasikan dengan ahli keuangan, dan jangan ragu untuk bertanya jika ada hal yang kurang jelas. Dengan pemahaman yang baik, kamu dapat mengelola investasimu dengan lebih baik dan mengoptimalkan potensi keuntungan yang dapat kamu peroleh.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *