BPJS Kelas 3: Fasilitas dan Berapa Iurannya Per Bulan?

Iuran BPJS kelas 3

BPJS Kesehatan kelas 3 merupakan salah satu jenis kelas dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang ditawarkan oleh BPJS Kesehatan. Kelas ini diperuntukkan bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang rendah. Dalam kelas ini, peserta akan mendapatkan fasilitas kesehatan yang disubsidi oleh pemerintah dengan iuran yang terjangkau.

Merujuk pada situs resmi BPJS Kesehatan, tarif iuran untuk peserta kelas 3 yang non-PBI atau bukan Penerima Bantuan Iuran adalah Rp35.000 per bulan. Jumlah iuran awal untuk kelas ini sebetulnya adalah Rp42.000. Namun, peserta BPJS kelas 3 kemudian mendapatkan bantuan dari pemerintah sebesar Rp7.000 sehingga jumlah iurannya turun menjadi Rp35.000 saja per bulan.

Lalu, apakah iuran BPJS kelas 3 bisa digratiskan? Bisa, tetapi itu hanya berlaku bagi mereka yang terdaftar sebagai Peserta Bantuan Iuran (PBI). Untuk kepesertaan BPJS Kesehatan PBI sendiri, pendataannya dilakukan langsung oleh Kementerian Sosial atau Dinas Sosial kabupaten/kota setempat. PBI merupakan program bantuan dari pemerintah kepada masyarakat yang kurang mampu untuk membayar iuran BPJS Kesehatan.

Dalam hal pembayaran iuran, peserta BPJS kelas 3 memiliki beberapa opsi. Pertama, peserta dapat membayar iuran secara mandiri melalui bank atau gerai-gerai yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kedua, peserta juga dapat membayar iuran melalui potongan gaji jika bekerja di perusahaan yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Ketiga, peserta yang terdaftar sebagai PBI tidak perlu membayar iuran karena iurannya ditanggung oleh pemerintah.

Denda BPJS kelas 3

Dalam program BPJS Kesehatan, setiap peserta diwajibkan untuk membayar iuran tepat waktu. Jika peserta terlambat membayar iuran, maka akan dikenakan denda sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Denda ini bertujuan untuk mendorong peserta agar selalu membayar iuran tepat waktu agar tidak mengganggu kelancaran program JKN.

BACA JUGA :  Kode Bank Jago, Bank Digital dengan Banyak Kelebihan

Berapa denda yang dikenakan kepada peserta BPJS kelas 3 jika telat membayar iuran? Merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) No. 64 Tahun 2020, denda BPJS Kesehatan adalah sebesar 5 persen dari biaya rawat inap yang kemudian dikalikan dengan jumlah bulan yang belum dibayar. Jumlah bulan tertunggak maksimal adalah 12 bulan, dengan besar denda paling banyak Rp30 juta.

Namun, bagaimana jika seseorang hanya telat bayar iuran 1 atau 2 minggu saja? Untuk sementara ini, peserta BPJS Kesehatan tidak akan dikenakan denda jika hanya telat 1 atau 2 minggu saja. Hal ini dilakukan sebagai bentuk toleransi dan kemudahan bagi peserta dalam membayar iuran.

Untuk menghindari denda, peserta BPJS Kesehatan sebaiknya membayar iuran tepat waktu. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memudahkan pembayaran iuran, seperti menggunakan layanan pembayaran online atau mengatur pembayaran secara otomatis melalui rekening bank. Dengan membayar iuran tepat waktu, peserta dapat menjaga keaktifan kepesertaannya dan tetap mendapatkan manfaat dari program JKN.

Fasilitas BPJS kelas 3

Meskipun BPJS kelas 3 merupakan kelas paling rendah dalam program JKN, peserta kelas ini tetap mendapatkan fasilitas kesehatan yang diperlukan. Fasilitas yang diberikan oleh BPJS Kesehatan kelas 3 tidak jauh berbeda dengan kelas-kelas lainnya, hanya terdapat sedikit perbedaan dalam kapasitas ruang rawat inap dan besaran subsidi kacamata yang diterima peserta.

Khusus untuk fasilitas rawat inap, peserta BPJS kelas 3 akan mendapatkan kamar perawatan dengan kapasitas antara 4 hingga 6 pasien. Meskipun jumlah pasien dalam satu kamar lebih banyak, hal ini tidak mengurangi kualitas pelayanan medis yang diberikan oleh rumah sakit. Rumah sakit tetap mengutamakan kebutuhan medis peserta dengan memberikan pelayanan yang terbaik.

Namun, jika kondisi ruang rawat inap untuk BPJS kelas 3 penuh dan pasien membutuhkan penanganan segera, rumah sakit dapat mengizinkan pasien kelas 3 untuk sementara waktu dirawat di ruang kelas yang lebih tinggi. Namun, perlu diingat bahwa selisih biaya perawatan saat naik kelas tersebut tetap akan ditanggung oleh pasien. Oleh karena itu, rumah sakit umumnya akan merujuk pasien kelas 3 untuk dirawat di rumah sakit lain yang memiliki kamar inap kelas 3 yang masih kosong guna menghindari pembayaran selisih biaya.

BACA JUGA :  Mau Kirim Uang ke Luar Negeri? Pakai Flip Globe Aja!

Selain fasilitas rawat inap, peserta BPJS kelas 3 juga mendapatkan fasilitas subsidi biaya kacamata. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 3 Tahun 2023, peserta BPJS kelas 3 akan menerima subsidi kacamata sebesar Rp165.000. Subsidi ini dapat digunakan untuk membeli kacamata dengan resep dari dokter. Namun, peserta hanya dapat mengajukan klaim kacamata dua tahun sekali.

Fasilitas Subsidi Kacamata BPJS kelas 3

Seperti kelas di atasnya, peserta BPJS Kesehatan kelas 3 juga memperoleh fasilitas subsidi biaya kacamata. Melansir dari Detik, berdasarkan Pasal 47 Permenkes RI No. 3 Tahun 2023, peserta BPJS kelas 3 akan menerima subsidi kacamata sebesar Rp165.000. Nilai subsidi kacamata itu sudah mengalami kenaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Masing-masing kelas menerima kenaikan nilai klaim sebesar 10%. Sebelumnya, peserta kelas 3 hanya menerima subsidi kacamata sebesar Rp150.000, tetapi kini nilainya sudah naik jadi Rp165.000. Kendati demikian, peserta hanya bisa mengajukan klaim kacamata dua tahun sekali. Hal ini dilakukan agar peserta dapat menggunakan subsidi dengan bijak dan tidak memanfaatkannya secara berlebihan.

Dengan adanya subsidi kacamata, peserta BPJS kelas 3 dapat memperoleh kacamata dengan harga yang lebih terjangkau. Subsidi ini dapat digunakan untuk membeli kacamata dengan resep dari dokter yang berhubungan dengan kebutuhan penglihatan peserta. Peserta dapat mengajukan klaim kacamata ke BPJS Kesehatan dengan melampirkan resep dokter dan bukti pembelian kacamata.

Limit BPJS kelas 3

Limit BPJS kelas 3 adalah batasan atas jumlah biaya yang dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan dalam satu periode tertentu. Batasan ini ditetapkan untuk mengatur pengeluaran BPJS Kesehatan agar tetap dalam jumlah yang terjangkau dan tidak melebihi kapasitas keuangan yang dimiliki.

Namun, untuk saat ini, tidak ada batasan limit yang diberikan pihak BPJS Kesehatan pada kelas 3. Hal ini dikarenakan pada dasarnya BPJS Kesehatan menganut konsep gotong royong dengan sistem subsidi silang. Artinya, yang sehat akan membantu yang sedang sakit dan ketika yang sehat sakit, ia pun telah memiliki jaminan kesehatannya.

BACA JUGA :  Cara Aktivasi, Penggunaan dan Top Up ShopeePay

Dengan tidak adanya batasan limit, peserta BPJS kelas 3 dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang disediakan oleh BPJS Kesehatan sesuai dengan kebutuhan medisnya. Peserta dapat menjalani perawatan di rumah sakit, melakukan pemeriksaan laboratorium, membeli obat-obatan, dan menggunakan fasilitas lainnya tanpa khawatir akan melebihi batas limit.

Namun, meskipun tidak ada batasan limit, peserta BPJS kelas 3 tetap dihimbau untuk menggunakan fasilitas kesehatan dengan bijaksana. Peserta sebaiknya memilih fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan medisnya dan tidak melakukan penyalahgunaan fasilitas yang disediakan oleh BPJS Kesehatan. Dengan demikian, peserta dapat membantu menjaga keberlanjutan program JKN dan memastikan bahwa manfaat kesehatan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan dapat dinikmati oleh semua peserta.

Demikianlah ulasan mengenai BPJS kelas 3, termasuk iuran, denda, fasilitas, subsidi kacamata, dan limit yang berlaku. Meskipun merupakan kelas paling rendah dalam program JKN, peserta BPJS kelas 3 tetap mendapatkan fasilitas kesehatan yang diperlukan dengan iuran yang terjangkau. Dengan memanfaatkan program BPJS Kesehatan dengan baik, peserta dapat menjaga kesehatan dan mendapatkan perlindungan finansial dalam menghadapi risiko kesehatan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *