Benarkah Reversal Adalah Pengembalian? Simak Serba-Serbinya!

Reversal adalah istilah yang digunakan di dunia bisnis dan perbankan. Di dunia bisnis, reversal dapat diartikan sebagai rugi, kalah, atau tidak beruntung. Berbeda dengan dunia bisnis, reversal dalam dunia perbankan diartikan sebagai keterangan ketika terjadi kesalahan saat transaksi. Istilah tersebut juga digunakan pada transaksi jual beli yang dilakukan secara online.

Pengertian Reversal Adalah Pengembalian

Reversal dalam transaksi keuangan menggambarkan situasi ketika dana dikembalikan ke rekening asal pemegang kartu. Reversal juga dikenal dengan sebutan pembalikan kredit atau pembayaran pembalikan. Pembalikan otorisasi, pengembalian uang, dan tolak bayar juga termasuk bentuk reversal.

Perlu diingat bahwa reversal adalah informasi mengenai kegagalan transaksi. Hal tersebut tidak membahayakan akun rekening atau saldo Anda.

Reversal dalam Transaksi Jual Beli Online

Reversal juga sering terjadi dalam transaksi jual beli online. Ketika Anda melakukan pembelian barang atau jasa melalui platform e-commerce atau marketplace, terdapat kemungkinan terjadinya reversal. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti produk yang habis terjual, penjual mencurigai pembeli melakukan penipuan, pembeli berubah pikiran mengenai pemesanan tersebut, pembeli ditagih dengan nominal yang salah, transaksi tidak sengaja dilakukan dua kali, pembeli menyadari ketidakpuasan terhadap suatu produk setelah membayar, atau pembeli mengirim dana pembayaran ke rekening yang salah.

Sebagai contoh, Anda memesan kemeja satin dari salah satu toko di marketplace. Setelah mengisi detail pembayaran dan mengkonfirmasi pesanan, penjual menginformasikan pada Anda bahwa kemeja yang dipesan habis terjual. Mengingat pembayaran ke penjual masih tertunda, Anda bisa memilih tombol pembatalan yang tersedia atau menghubungi customer service untuk membatalkan transaksi.

BACA JUGA :  Etika Bisnis: Pengertian, Jenis, Contoh dan Alasan Kenapa Etika Bisnis Itu Penting

Reversal dalam transaksi jual beli online memungkinkan pembeli untuk mendapatkan kembali dana yang telah dibayarkan jika terjadi kegagalan atau ketidaksesuaian dalam proses transaksi. Hal ini memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi pembeli dalam bertransaksi secara online.

Perbedaan Reversal Dengan Refund

Tak sedikit orang beranggapan bahwa reversal sama dengan refund. Faktanya, kedua istilah ini memiliki arti yang berbeda. Supaya lebih jelas, berikut perbedaannya.

Reversal

Pengertian reversal adalah pembalikan. Transaksi pembalikan mengacu pada situasi saat pembeli telah mengirim uang, tetapi belum diterima oleh akun pedagang. Selama masih dalam proses, transaksi masih bisa dibatalkan. Lantaran dilakukan sebelum transaksi selesai diproses, proses pembalikan dana relatif lebih cepat.

Dalam kegiatan jual beli, reversal terjadi karena beberapa penyebab berikut:

– Produk habis terjual.
– Penjual mencurigai pembeli melakukan penipuan.
– Pembeli berubah pikiran mengenai pemesanan tersebut.
– Pembeli ditagih dengan nominal yang salah.
– Transaksi tidak sengaja dilakukan dua kali.
– Pembeli menyadari ketidakpuasan terhadap suatu produk setelah membayar. Biasanya hal ini terjadi setelah pembeli membaca ulasan yang diberikan oleh pembeli lainnya.
– Pembeli mengirim dana pembayaran ke rekening yang salah.

Sebagai contoh transaksi pembalikan, Anda memesan kemeja satin dari salah satu toko di marketplace. Setelah mengisi detail pembayaran dan mengkonfirmasi pesanan, penjual menginformasikan pada Anda bahwa kemeja yang dipesan habis terjual. Mengingat pembayaran ke penjual masih tertunda, Anda bisa memilih tombol pembatalan yang tersedia atau menghubungi customer service untuk membatalkan transaksi.

Refund

Refund adalah pengembalian dana. Dibandingkan reversal, istilah ini paling sering digunakan dalam dunia transaksi. Dari perspektif bisnis, pengembalian uang merupakan hal buruk lantaran memengaruhi proyeksi keuangan. Pengembalian dana terjadi setelah transaksi selesai, saat uang pembeli telah diproses dan disimpan di rekening penjual.

BACA JUGA :  Apa yang Dimaksud dengan Kartu Utang? Simak Pengertian, Fungsi dan Contohnya

Ketika terjadi refund, uang akan dikembalikan menggunakan metode yang sama sesuai dengan metode saat pembayaran. Apabila Anda membayar pesanan dengan kartu kredit, pengembalian uang tersebut akan disimpan di kartu kredit yang sama. Jika Anda menggunakan kartu debit, dana akan dikembalikan ke rekening bank yang terhubung dengan kartu debit tersebut.

Biasanya diperlukan waktu sekitar 5 hingga 14 hari untuk memproses pengembalian dana. Apabila dalam waktu 14 hari pengembalian dana belum masuk, hubungi penjual untuk dilakukan pengecekan dan tindak lanjut. Kendati demikian, ketika Anda melakukan transaksi di marketplace, dana tersebut akan menjadi saldo yang bisa digunakan untuk berbelanja atau ditarik ke rekening asal. Perlu diingat bahwa setiap marketplace memiliki kebijakan tersendiri. Dalam proses penarikan ke rekening asal, transaksi tersebut bisa saja dikenakan biaya admin.

Sebagai contoh pengembalian dana, Anda memesan gaun pesta di salah satu toko di Amazon. Paket akan tiba sekitar 7 hari setelah pembayaran diproses. Ketika paket berada dalam perjalanan, Anda menyadari bahwa gaun pesta tersebut salah ukuran. Setelah barang diterima, Anda mengajukan pengembalian dana. Lantaran pembayaran telah selesai, Anda diminta menghubungi penjual.

Penyebab Reversal Dalam Transaksi Keuangan

Alasan pemb


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *