Begini Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan untuk Bisnis

Dasar Pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan bentuk pajak yang dikenakan atas suatu bangunan atau tanah yang telah ditempati dan memberikan manfaat kepada pemiliknya. PBB merupakan salah satu sumber pendapatan bagi pemerintah daerah dalam rangka membiayai pembangunan dan pelayanan publik. Oleh karena itu, setiap pemilik bangunan atau tanah memiliki kewajiban untuk membayar PBB setiap tahunnya.

Pengenaan PBB didasarkan pada konsep nilai jual objek pajak (NJOP). NJOP merupakan harga pasar atau harga rata-rata dari suatu objek pajak pada transaksi jual beli. Kementerian Keuangan menetapkan NJOP berdasarkan beberapa faktor, seperti letak, peruntukan, kondisi lingkungan sekitar, dan pemanfaatan untuk bumi, serta bahan dasar, letak, rekayasa, dan keadaan di sekitar untuk bangunan.

Semakin tinggi nilai NJOP, semakin tinggi pula nominal pajak PBB yang harus dibayarkan. Namun, jika objek pajak bumi dan bangunan merupakan hasil waris, hibah, atau bentuk serupa yang tidak melalui prosedur transaksi jual beli, maka NJOP dapat ditentukan dengan membandingkan dengan objek lain yang sama dan letak yang dekat, menghitung semua biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan objek pajak, dan menentukan angka NJOP sesuai dengan hasil produk dari objek pajak tersebut.

Rumus dan Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan

Untuk menghitung pajak PBB yang harus dibayarkan, terdapat beberapa rumus yang harus diketahui. Pertama, rumus NJKP (Nilai Jual Kena Pajak) adalah 40% dari selisih antara NJOP dan NJOPTKP (Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak). NJOPTKP ditetapkan sebesar Rp12.000.000.

BACA JUGA :  Apa Saja Unsur-Unsur dalam Pajak? Para Pengusaha Wajib Tahu!

NJOP = Harga tanah + Harga bangunan
NJOP = (Luas tanah x Harga per meter persegi) + (Luas bangunan x Harga per meter persegi)

NJKP = 40% x (NJOP – NJOPTKP)

Selanjutnya, rumus PBB adalah tarif 0,5% dikali NJKP.

PBB = 0,5% x NJKP

Sebagai contoh, PT A memiliki lahan seluas 1.000 meter persegi dengan NJOP tanah sebesar Rp5.000.000 per meter persegi dan NJOP bangunan sebesar Rp1.000.000 per meter persegi. Maka, NJOP bumi dan bangunan PT A adalah:

NJOP = (1.000 x Rp5.000.000) + (800 x Rp1.000.000)
NJOP = Rp5.000.000.000 + Rp800.000.000
NJOP = Rp5.800.000.000

Selanjutnya, menghitung NJKP:

NJKP = 40% x (Rp5.800.000.000 – Rp12.000.000)
NJKP = Rp2.315.200.000

Terakhir, menghitung PBB:

PBB = 0,5% x Rp2.315.200.000
PBB = Rp11.576.000

Berdasarkan perhitungan di atas, PT A harus membayar pajak PBB sebesar Rp11.576.000 setiap tahunnya.

Cara Mengecek Tagihan PBB Secara Online

Untuk mengecek tagihan PBB secara online, Anda dapat mengunjungi halaman resmi PBB online setiap daerah dan memasukkan Nomor Objek Pajak (NOP) yang Anda miliki. NOP merupakan nomor identitas dari objek pajak yang digunakan untuk transaksi pajak dan pembayaran pajak. NOP untuk PBB terdiri dari 18 digit angka yang memiliki makna tersendiri, seperti kode provinsi, kode daerah kabupaten/kota, kode kecamatan, kode desa atau kelurahan, kode nomor blok, nomor urut objek, dan kode khusus berdasarkan aturan Direktorat Jenderal Pajak.

Dengan memasukkan NOP pada situs PBB online, Anda dapat mengetahui tagihan PBB tahunan yang harus dibayarkan. Pemeriksaan secara daring ini memudahkan pemilik bangunan atau tanah untuk mengetahui jumlah pajak yang harus dibayarkan tanpa harus datang ke kantor pajak.

Kesimpulan

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan bentuk pajak yang dikenakan atas suatu bangunan atau tanah yang telah ditempati dan memberikan manfaat kepada pemiliknya. Pengenaan PBB didasarkan pada konsep nilai jual objek pajak (NJOP) yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan. Semakin tinggi nilai NJOP, semakin tinggi pula

BACA JUGA :  Apa itu Cash Flow: Pengertian, Jenis dan Cara Menganalisisnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *