Bank Garansi: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

Pengertian Bank Garansi

Istilah bank garansi mungkin kurang umum bagi nasabah perbankan secara umum. Namun, bagi Anda yang memiliki bisnis, Anda bisa saja pernah atau justru sudah menggunakan layanan perbankan ini. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan bank garansi?

Bank garansi adalah salah satu produk atau layanan perbankan yang akan memudahkan pelaksanaan proyek yang dilakukan oleh sebuah perusahaan yang menyerahkan proyek tersebut kepada pihak lain. Adanya bank garansi bertujuan agar pihak tersebut bisa memenuhi tanggung jawabnya sesuai dengan kontrak tanpa menyebabkan kerugian.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai apa itu bank garansi, jenis-jenis, serta manfaatnya, kita akan membahasnya secara lengkap dalam artikel ini. Simak sampai tuntas, ya!

Pengertian Bank Garansi

Ketika melaksanakan rencana bisnis, ada beberapa proyek yang mungkin tidak bisa Anda selesaikan sendiri dan harus diserahkan kepada pihak lain. Agar pihak yang diserahi proyek tersebut bisa memenuhi komitmen dengan baik, Anda membutuhkan sebuah jaminan. Pasalnya, ada kemungkinan proyek tersebut tidak terlaksana sesuai rencana dan mengakibatkan kerugian.

Untuk meminimalisasi risiko semacam ini, bank memberikan sebuah layanan yang disebut sebagai bank garansi atau bank guarantee. Lalu, apa itu bank garansi?

Dilansir dari situs resmi OJK, bank garansi merupakan agunan pembayaran yang diserahkan kepada pihak yang menerima agunan seandainya pihak yang dijamin tidak bisa menyelesaikan tanggung jawabnya. Contohnya saja Anda akan membangun sebuah supermarket dengan menggunakan jasa beberapa supplier atau kontraktor.

Untuk melaksanakannya, Anda mengadakan tender untuk memilih supplier dan kontraktor yang cocok. Selama proses tender, Anda meminta calon supplier dan kontraktor tersebut untuk memberikan Bid Bond (disebut juga sebagai Tender Bond atau agunan penawaran). Dengan adanya Bid Bond ini, mereka tidak bisa mengundurkan diri secara sepihak setelah memenangkan tender.

BACA JUGA :  Ingin Bangun Usaha, Ini 27 Ide Bisnis yang Menggiurkan Pada 2022

Umumnya, bowheer atau penyelenggara/pemilik proyek akan menyerahkan uang muka kepada pemenang tender agar proyek bisa segera dimulai. Agar uang muka tersebut tidak hilang jika pemenang tender melanggar kesepakatan, Anda sebagai bowheer memerlukan Advance Payment Bond (agunan pelaksanaan).

Selanjutnya, Anda juga membutuhkan Performance Bond sebagai jaminan bahwa proyek akan dilakukan sesuai dengan perjanjian, baik dari segi ketepatan waktu, spesifikasi, dan kualitasnya. Setelah proyek beres, Anda juga membutuhkan Retention/Maintenance Bond (agunan pemeliharaan) sebelum dilakukan serah terima proyek. Tujuannya agar pemenang tender memberikan layanan purna jual atau garansi seandainya ada bagian yang perlu diperbaiki atau di-maintenance dalam tempo tertentu.

Dalam proses pemberian bank garansi, bank akan menulis pengakuan yang isinya menyatakan bahwa bank mengikat diri kepada penerima jaminan dengan syarat dan tempo tertentu jika nasabahnya tidak bisa memenuhi kewajibannya kepada penerima jaminan. Bank garansi disediakan oleh bank konvensional maupun syariah.

Dari penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa bank garansi merupakan bentuk pembayaran yang disediakan oleh bank bagi penerima jaminan jika pihak yang dijami melakukan wanprestasi (tidak bisa memenuhi tanggung jawab atau ingkar janji).

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pihak yang menerima bank garansi:

  • Memastikan keabsahan atau keaslian dari bank garansi dengan menghubungi bank yang menerbitkannya.
  • Memeriksa jangka waktu berlakunya bank garansi dan menyesuaikannya dengan jangka waktu pelaksanaan proyek.
  • Mengecek dan memahami persyaratan klaim agar memudahkan klaim seandainya dibutuhkan nanti.

Sementara itu, bagi pihak yang dijamin oleh bank garansi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yakni:

  • Ketahui biaya apa saja yang harus dikeluarkan untuk mener

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *