Penjelasan Lengkap Tentang Obligasi (Keuntungan, Contoh dan Lainnya)

Apa Itu Obligasi?

Obligasi adalah surat pernyataan utang yang diterbitkan oleh suatu pihak yang disebut penerbit obligasi. Pihak yang menerbitkan obligasi ini berhutang kepada pihak lain yang disebut pemegang obligasi. Dalam surat pernyataan utang tersebut, terdapat informasi mengenai jatuh tempo pembayaran utang dan besaran bunga yang harus dibayarkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi. Obligasi biasanya memiliki jangka waktu pembayaran utang antara satu hingga sepuluh tahun.

Penerbit obligasi dapat berasal dari berbagai pihak, seperti perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), atau pemerintah daerah. Penerbit obligasi dapat menggunakan dana yang diperoleh dari penjualan obligasi untuk berbagai keperluan, seperti pembiayaan proyek infrastruktur, modal kerja perusahaan, atau pembiayaan defisit anggaran pemerintah.

Obligasi memiliki peran yang penting dalam dunia keuangan. Dengan menerbitkan obligasi, penerbit dapat menghimpun dana dari masyarakat luas sebagai sumber pendanaan. Penerbit obligasi juga dapat memanfaatkan dana yang diperoleh untuk membiayai kegiatan bisnisnya, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Jenis-Jenis Obligasi

Obligasi dapat dikategorikan berdasarkan berbagai faktor, seperti sisi penerbit, nominal, pembayaran bunga, dan imbal hasil. Berikut ini adalah beberapa jenis obligasi yang umum ditemui:

Sisi Penerbit

1. Obligasi Korporasi: Obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan swasta atau BUMN.
2. Obligasi Negara: Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat setiap tahun dan diberi nama Obligasi Negara Ritel (ORI).
3. Obligasi Daerah: Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah.

BACA JUGA :  Apa Itu Virtual Account BCA? Ini Fungsi dan Cara Membuatnya

Nominal

1. Obligasi Konvensional: Obligasi dengan nominal yang besar, biasanya sekitar 1 miliar rupiah per slot.
2. Obligasi Ritel: Obligasi dengan nominal yang lebih kecil, misalnya 1 juta rupiah per slot.

Pembayaran Bunga

1. Obligasi Kupon: Obligasi yang memberikan pembayaran bunga secara berkala kepada pemegang obligasi.
2. Obligasi Fixed Coupon: Obligasi dengan suku bunga tetap sampai jatuh tempo tertentu.
3. Zero Coupon Bond: Obligasi tanpa bunga dan tidak membayar secara berkala.
4. Obligasi Floating Coupon: Obligasi yang nilai bunganya dapat berubah tergantung pada indeks pasar uang.

Imbal Hasil

1. Obligasi Konvensional: Obligasi yang diterbitkan oleh suatu pihak untuk memperoleh pinjaman dan tambahan modal.
2. Obligasi Syariah: Obligasi yang diterbitkan dengan prinsip syariah, memberikan imbal hasil berupa uang sewa dengan perhitungan syariah.

Mengapa Lembaga Menerbitkan Obligasi

Ada beberapa alasan mengapa lembaga menerbitkan obligasi. Pertama, obligasi digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat luas sebagai sumber pendanaan tertentu. Dengan menerbitkan obligasi, lembaga atau perusahaan dapat memperoleh dana secara langsung untuk mendukung kegiatan bisnisnya.

Kedua, obligasi dapat digunakan untuk membiayai defisit anggaran pemerintah. Dalam hal ini, pemerintah dapat menerbitkan obligasi untuk memperoleh dana yang diperlukan guna menjalankan berbagai program pembangunan atau proyek infrastruktur.

Selain itu, obligasi juga memberikan manfaat bagi para pemegang obligasi atau investor. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari investasi obligasi antara lain:

1. Pemegang obligasi dapat mendapatkan laba dari kupon yang diberikan oleh penerbit obligasi. Ada dua jenis kupon yang dapat didapatkan, yaitu kupon tetap dan kupon mengambang.
2. Pemegang obligasi juga dapat memperoleh laba dari selisih harga obligasi. Jika harga obligasi di pasar sekunder naik, pemegang obligasi dapat menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dan memperoleh keuntungan.
3. Transaksi obligasi dilakukan secara aman dan teratur sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang.
4. Besaran kupon atau bunga obligasi umumnya lebih tinggi daripada bunga deposito, sehingga pemegang obligasi dapat memperoleh pendapatan yang lebih besar.
5. Obligasi dapat diperdagangkan di pasar sekunder sesuai dengan aturan yang berlaku di Bursa Efek Indonesia (BEI).
6. Obligasi dapat dijaminkan dengan agunan, seperti obligasi negara yang dijamin oleh pemerintah.

BACA JUGA :  Ini Dia Nomor Call Center BCA yang Bisa Dihubungi 24/7

Cara Membeli Obligasi

Untuk membeli obligasi, terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan:

1. Membuka Rekening

Langkah pertama adalah membuka rekening pada perusahaan sekuritas yang terdaftar. Pembukaan rekening ini penting untuk memperoleh informasi terkait perkembangan dan perdagangan obligasi.

2. Kenali dan Pahami Produk Obligasi

Sebagai calon investor, penting untuk mengenali dan memahami produk obligasi yang akan dibeli. Perusahaan sekuritas dapat memberikan informasi mengenai jenis-jenis obligasi yang tersedia.

3. Lakukan Analisis

Setelah mengenali produk obligasi, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap obligasi yang akan dibeli. Pertimbangkan faktor-faktor seperti risiko, imbal hasil, dan jangka waktu investasi sebelum memutuskan untuk membeli obligasi.

4. Berikan Amanat Beli

Setelah melakukan analisis, berikan amanat kepada perusahaan sekuritas untuk membeli obligasi yang telah dipilih. Pilih perusahaan sekuritas yang diinginkan dan sesuai dengan jenis dan harga obligasi yang akan dibeli.

5. Persiapkan Dana yang Dibutuhkan

Siapkan dana yang dibutuhkan untuk membeli obligasi. Besar dana yang dibutuhkan dapat bervariasi tergantung pada harga obligasi yang akan dibeli. Saat ini, sudah banyak obligasi yang dijual dengan harga mulai dari Rp50.000.000,00.

6. Penyelesaian Pembayaran Obligasi

Setelah dana disiapkan, pembayaran obligasi dapat dilakukan melalui transfer ke rekening perusahaan sekuritas. Setelah proses pembayaran selesai, tinggal menunggu proses settlement terkait transaksi pembelian obligasi.

Tempat Membeli Obligasi

Obligasi dapat dibeli melalui agen penjual yang ditunjuk oleh penerbit obligasi. Beberapa agen penjual yang umumnya digunakan adalah bank, lembaga sekuritas, atau platform investasi tertentu. Sebelum membeli obligasi, pastikan agen penjual tersebut terdaftar dan diawasi oleh otoritas yang berwenang, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pembelian obligasi tidak dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti saham, namun melalui agen penjual yang memiliki perjanjian dengan penerbit obligasi. Agen penjual bertindak sebagai perantara antara pemegang obligasi dan penerbit obligasi.

BACA JUGA :  digibank: Profil, Produk, dan Kelebihan Menjadi Nasabahnya

Cara Menjual Obligasi

Setelah memahami apa itu obligasi, penting juga untuk mengetahui cara menjual obligasi. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjual obligasi:

Pilih Waktu Tepat untuk Melakukan Transaksi

Salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan dari obligasi adalah dengan menjualnya pada waktu yang tepat. Pemegang obligasi dapat memperoleh keuntungan dari selisih harga obligasi di pasar sekunder. Jika harga obligasi naik, pemegang obligasi dapat menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dan memperoleh keuntungan.

Ikuti Rate Suku Bunga

Pergerakan harga obligasi dipengaruhi oleh suku bunga. Jika suku bunga naik, harga obligasi cenderung turun, dan sebaliknya. Oleh karena itu, penting bagi pemegang obligasi untuk mengikuti perkembangan suku bunga guna menentukan waktu yang tepat untuk menjual obligasi.

Pilih Penerbit Terpercaya

Sebelum menjual obligasi, penting untuk memilih penerbit obligasi yang terpercaya. Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah memiliki risiko yang lebih rendah karena dijamin oleh Undang-Undang. Contoh obligasi pemerintah adalah obligasi negara ritel dan sukuk.

Dalam menjual obligasi, pemegang obligasi dapat menghubungi agen penjual atau perusahaan sekuritas tempat pembelian obligasi dilakukan. Perusahaan sekuritas akan membantu proses penjualan obligasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Setelah mengetahui apa itu obligasi dan beberapa hal terkait pembelian dan penjualan obligasi, diharapkan dapat menjadi panduan bagi calon investor untuk mempertimbangkan obligasi sebagai salah satu pilihan investasi yang menjanjikan. Obligasi dapat menjadi alternatif investasi yang menguntungkan dengan tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan investasi lainnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *