Apa Itu Korporasi; Definisi, Karakteristik, Jenis dan Contohnya

Pengertian Korporasi

Korporasi merupakan istilah yang sudah sangat familier di telinga masyarakat awam di Indonesia. Penyebutannya kerap ditujukan untuk merujuk pada sebuah perusahaan yang mempunyai skala sangat besar. Namun, pengertian apa itu korporasi memang merujuk pada hal tersebut?

Di Indonesia, pengertian apa itu korporasi yang paling mendasar adalah sebuah badan usaha yang sah di mata hukum. Hanya saja, tidak semua perusahaan layak disebut sebagai korporasi. Penyebutannya secara khusus merujuk pada perusahaan yang sangat besar atau beberapa perusahaan yang pengelolaannya berada di bawah sebuah perusahaan besar. Black Law’s Dictionary 6th Edition menyebutkan pengertian korporasi sebagai entitas legal yang pembentukannya berada di bawah otoritas hukum sebuah negara. Pembentukan korporasi bisa dilakukan oleh beberapa individu atau entitas legal. Namun, Anda perlu memahami bahwa korporasi merupakan entitas yang terpisah dengan individu yang tergabung di dalamnya.

Ada pula pemahaman tentang apa itu korporasi menurut laman dewey.petra.ac.id yang mengatakan kalau istilah ini merupakan mekanisme yang bertujuan untuk membuka peluang berbagai pihak dalam memberikan modal, tenaga kerja, serta keahlian. Tujuannya, agar masing-masing pihak yang terlibat bisa memperoleh keuntungan maksimal.

Ciri dan Karakteristik Korporasi

Berkaitan dengan pemahaman tentang pengertian apa itu korporasi, Anda bisa mengenalinya lewat ciri-ciri yang ada. Ciri-ciri serta karakteristik dari sebuah korporasi tersebut di antaranya adalah:

1. Orientasi Bisnis

Ciri pertama yang bisa Anda kenali dari sebuah korporasi adalah pada orientasi bisnisnya. Dalam menjalankan aktivitas bisnis, korporasi mempunyai orientasi untuk mencari profit. Oleh karena itu, korporasi akan melakukan berbagai upaya dengan tujuan untuk memaksimalkan keuntungan yang bisa mereka dapatkan.

BACA JUGA :  Biaya Overhead: Pengertian, Jenis hingga Cara Menghitungnya

2. Modal Perusahaan

Kepemilikan modal dalam sebuah korporasi bisa Anda ketahui dalam bentuk obligasi dan saham. Setiap bukti kepemilikan pun tercatat secara rapi dengan disertai surat obligasi dan bukti sertifikat saham.

3. Tanggung Jawab Pemilik Saham

Kepemilikan saham memang menjadi bukti kepemilikan modal dalam sebuah korporasi. Meski begitu, para pemilik saham tidak mempunyai tanggung jawab secara menyeluruh terhadap kinerja perusahaan. Mereka hanya punya tanggung jawab berkaitan dengan modal yang disetorkan kepada perusahaan.

Selanjutnya, operasional perusahaan berada di bawah tanggung jawab direksi. Meski begitu, dalam praktik di lapangan, pemimpin dari sebuah perusahaan korporasi biasanya adalah mereka yang mempunyai kepemilikan saham di dalamnya.

4. Keuntungan Pemilik Saham

Pemilik saham memang tidak bisa terlibat secara langsung dalam operasional perusahaan korporasi. Meski begitu, mereka mempunyai hak untuk memperoleh hasil keuntungan dari operasional bisnis perusahaan dalam bentuk dividen. Besaran dividen yang didapatkan bergantung dengan perjanjian yang sebelumnya telah dibuat.

5. Kekuasaan di Dalam Perusahaan

Terakhir, Anda bisa mengenali ciri dari sebuah korporasi pada kepemilikan kekuasaan tertinggi di dalamnya. Direksi memang punya kuasa pada aktivitas operasional bisnis. Meski begitu, kekuasaan tertinggi pada sebuah perusahaan korporasi bukan ada di tangan direksi, melainkan para pemilik saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Bentuk Korporasi

Kalau merujuk pada bentuknya, Anda bisa mendapati ada beberapa korporasi yang ada, termasuk di antaranya adalah:

  • Korporasi perseroan
  • Korporasi BUMN
  • Korporasi PT Tbk (Perseroan terbatas terbuka)

Jenis-Jenis Korporasi

Selain memahami bentuk, Anda dapat pula menjumpai adanya beberapa jenis korporasi. Pembagian jenis korporasi perusahaan terbagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu:

Berdasarkan Lapangan Usahanya

Pembagian yang pertama adalah pengertian apa itu korporasi berdasarkan lapangan usaha. Berdasarkan pengertian ini, Anda bisa menemukan beberapa jenis perusahaan korporasi yang meliputi:

  • Perusahaan korporasi agraris. Jenis perusahaan korporasi ini menjalankan kegiatan bisnisnya dalam bidang pertanian. Namun, tak menutup kemungkinan perusahaan juga mempunyai usaha bidang lainnya seperti perkebunan, kehutanan, perikanan, dan lain sebagainya.
  • Perusahaan korporasi ekstraktif. Kelompok perusahaan korporasi ekstraktif mempunyai aktivitas bisnis berkaitan dengan pemanfaatan kekayaan alam. Contoh jenis korporasi ini di antaranya adalah perusahaan tambang.
  • Perusahaan korporasi industri. Korporasi dalam bidang industri menjalankan operasional bisnis lewat kegiatan produksi. Dari situ, mereka bisa membuat barang mempunyai nilai guna lebih baik. Produk yang bisa dihasilkan oleh korporasi industri dapat berupa barang setengah jadi atau barang jadi.
  • Perusahaan korporasi perdagangan. Bentuk korporasi ini memiliki aktivitas bisnis dalam bidang perdagangan. Mereka tidak menjalankan aktivitas pengolahan atau produksi.
  • Perusahaan korporasi jasa. Terakhir, ada perusahaan korporasi yang bekerja di sektor jasa. Contohnya adalah perusahaan jasa perhotelan, perusahaan jasa perbankan, dan lain-lain.

Berdasarkan Status Kepemilikan

Anda bisa pula menemukan jenis korporasi yang mempunyai perbedaan pada status kepemilikannya. Beberapa jenis korporasi yang bisa Anda ketahui berdasarkan kepemilikannya antara lain adalah:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *