Apa Itu Eksportir, Jenis-Jenisnya, dan Peluang Bisnisnya

Pengertian Exportir

Eksportir adalah salah satu jenis profesi dan pekerjaan yang memiliki peluang yang sangat luas dan cukup menjanjikan. Kegiatan perdagangan antarnegara ini juga memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perekonomian suatu negara. Namun, sebelum membahas lebih lanjut mengenai peluang bisnis eksportir, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu eksportir dan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

Eksportir berasal dari kata export yang memiliki arti pengiriman barang ke luar negeri. Dengan demikian, eksportir adalah pihak yang melakukan kegiatan ekspor, yang merujuk pada keperluan bisnis, bukan sekadar mengirim barang secara cuma-cuma seperti mengirim barang ke keluarga atau teman. Dalam konteks ini, eksportir bertindak sebagai perantara antara produsen atau pihak yang memiliki barang dengan pasar di luar negeri yang membutuhkan barang tersebut.

Menjadi eksportir bukanlah hal yang terbatas hanya untuk kalangan tertentu. Siapa pun bisa menjadi eksportir, baik perorangan maupun lembaga atau badan usaha, baik yang berbentuk hukum maupun bukan badan hukum. Dalam hal ini, pemerintah telah mengatur mengenai syarat dan ketentuan menjadi eksportir dalam Permendag No. 19 tahun 2021.

Untuk menjadi eksportir, seseorang atau perusahaan harus melakukan pendaftaran resmi di instansi pemerintah yang berwenang di bidang perdagangan. Pendaftaran ini dilakukan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang berada di pemerintah daerah kota atau kabupaten setempat, provinsi, atau instansi teknis lainnya yang terkait.

Jenis-Jenis Exportir

Secara umum, terdapat dua jenis eksportir, yaitu eksportir produsen dan eksportir non-produsen. Kedua jenis eksportir ini memiliki perbedaan dalam hal tugas, tanggung jawab, dan persyaratan yang harus dipenuhi.

BACA JUGA :  Syarat dan Rekomendasi Tempat Jual Emas Antam, Praktis!

– Eksportir Produsen: Eksportir produsen adalah eksportir yang memproduksi sendiri produk atau komoditas yang akan diekspor. Mereka memiliki kemampuan untuk menghasilkan barang yang memenuhi standar kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan oleh pasar luar negeri. Untuk menjadi eksportir produsen, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain mengisi dan mengumpulkan formulir yang sudah disediakan, memiliki izin usaha industri, memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan membuat serta menyerahkan laporan realisasi ekspor secara berkala.

– Eksportir Non-Produsen: Eksportir non-produsen, juga dikenal sebagai eksportir umum, adalah eksportir yang melakukan ekspor atas barang dari perusahaan atau pihak lainnya. Mereka bertindak sebagai perantara antara produsen atau pemilik barang dengan pasar di luar negeri. Syarat menjadi eksportir non-produsen juga berbeda dengan eksportir produsen. Beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain mengisi dan mengumpulkan formulir yang sudah disediakan, memiliki izin usaha perdagangan, memiliki NPWP, dan membuat serta menyerahkan laporan realisasi ekspor secara berkala.

Peluang Bisnis Eksportir

Setelah mengetahui apa itu eksportir dan jenis-jenis eksportir, saatnya untuk melihat peluang bisnis yang ada dalam menjadi eksportir. Meskipun terkadang eksportir diidentikkan dengan kelompok usia yang lebih dewasa, nyatanya peluang menjadi eksportir juga terbuka lebar bagi generasi muda. Bahkan, di tengah-tengah pandemi yang cukup menghantam perekonomian, Indonesia berhasil meningkatkan capaian ekspor pada tahun 2021 sebesar 41,88 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Selain itu, terobosan teknologi digital, seperti media sosial dan platform e-commerce, juga menjadi cara baru untuk membuka peluang ekspor yang lebih luas. Inovasi-inovasi ini meruntuhkan batasan waktu dan ruang dalam melakukan transaksi bisnis, sehingga memudahkan eksportir untuk menjual barang kepada siapa saja yang berada di luar negeri dengan lebih mudah dan cepat.

BACA JUGA :  6 Perbedaan Emas Antam dan UBS, Pilih yang Mana?

Terdapat banyak contoh kesuksesan dalam bisnis ekspor yang dilakukan oleh anak muda Indonesia. Salah satu contohnya adalah Monomolly, sebuah bisnis yang didirikan oleh Monica Amadea dan fokus pada produk fashion perempuan. Monomolly berhasil memperoleh ratusan hingga ribuan pesanan setiap harinya setelah mulai menjual produknya di salah satu platform e-commerce pada tahun 2017. Produk Monomolly juga sudah diekspor ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Selain itu, ada juga Kevasco yang didirikan oleh Kevin Naftali. Kevasco adalah bisnis yang berfokus pada produk fashion pria. Sejak menggunakan e-commerce sebagai salah satu channel penjualan, Kevasco mengalami peningkatan omzet hingga dua kali lipat. Kevasco juga berhasil melakukan ekspor ke Singapura dan Thailand, dan saat ini sekitar 20 hingga 25 persen omzet penjualan Kevasco berasal dari aktivitas ekspor.

Dari contoh-contoh kesuksesan di atas, dapat disimpulkan bahwa menjadi eksportir memberikan peluang bisnis yang menjanjikan, terutama jika didukung dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi digital. Dalam menjalankan bisnis ekspor, penting untuk melakukan riset pasar yang mendalam, memahami aturan ekspor-impor yang berlaku, dan menentukan strategi pemasaran dan penjualan yang tepat untuk mencapai kesuksesan.

Tips dan Cara Menjadi Eksportir

Jika kamu tertarik untuk menjadi eksportir dan meraih keuntungan dari kegiatan bisnis ini, berikut adalah beberapa tips dan cara yang dapat kamu lakukan:

1. Ketahui produk yang menjadi kebutuhan atau keinginan pasar: Sebelum memulai bisnis ekspor, penting untuk mengetahui produk apa yang memiliki potensi untuk diterima oleh pasar luar negeri. Lakukan perhitungan market size untuk mengetahui seberapa besar kemungkinan produk tersebut akan laku di pasar internasional.

2. Tentukan negara tujuan ekspor dan kondisi pasar di sana: Setelah menentukan produk yang akan diekspor, lakukan riset pasar untuk mengetahui negara mana yang menjadi tujuan ekspor yang potensial. Pelajari kondisi pasar di negara tersebut, termasuk kebutuhan dan preferensi konsumen, persaingan bisnis, dan aturan ekspor-impor yang berlaku.

BACA JUGA :  Panduan Singkat Kuliah di Swiss, Jangan Lupa Persyaratannya

3. Pelajari aturan ekspor-impor yang berlaku: Sebagai eksportir, penting untuk memahami aturan dan regulasi yang berlaku baik di Indonesia maupun di negara tujuan ekspor. Pastikan kamu memiliki izin dan dokumen yang diperlukan untuk melakukan ekspor dengan legal dan aman.

4. Tentukan strategi pemasaran dan penjualan yang tepat: Berdasarkan riset pasar yang telah dilakukan, tentukan strategi pemasaran dan penjualan yang tepat untuk mencapai target pasar yang diinginkan. Pelajari kriteria user persona dari pasar yang kamu sasar dan sesuaikan strategi pemasaran dan penjualan dengan karakteristik konsumen di negara tersebut.

Dengan mengetahui apa itu eksportir, peluang bisnis eksportir, dan tips serta cara menjadi eksportir, kamu dapat mempersiapkan business plan yang komprehensif untuk memulai bisnis ekspor yang sukses. Selain itu, untuk keperluan transaksi ke luar negeri seperti pembayaran ke mitra bisnis atau yang lainnya, kamu dapat memanfaatkan layanan dari sobatcloud.com Globe. sobatcloud.com Globe adalah sebuah produk yang menyediakan layanan kirim uang ke lebih dari 40 negara dengan mudah, aman, dan harga yang terjangkau.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *