7 Aplikasi Investasi Saham yang Diawasi OJK dan Ramah Pemula

Aplikasi Investasi Saham untuk Pemula

Investasi saham merupakan salah satu cara terbaik untuk mencapai kebebasan finansial yang diinginkan banyak orang di era ini. Namun, bagi sebagian orang, berinvestasi saham masih terasa asing dan berisiko besar. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa bisnis penipuan yang dimulai dengan embel-embel menanam saham. Namun, sebenarnya tidak demikian karena sekarang ada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertugas mengawasi dan mengatur jalannya investasi saham di Indonesia. Dengan adanya otoritas yang mengawasi jalannya investasi, orang yang baru terjun ke dunia saham bisa mendapatkan bantuan dan keamanan yang lebih terjamin.

Dalam perkembangan teknologi saat ini, berinvestasi saham tidak lagi memerlukan proses yang rumit dan memakan waktu lama. Pasalnya, sekarang telah ada tujuh aplikasi investasi saham yang bisa diunduh di smartphone dan langsung digunakan oleh siapa saja. Keunikan dari ketujuh aplikasi ini adalah adanya pengawasan dari OJK dan juga ramah pemula. Artinya, aplikasi-aplikasi ini dirancang khusus untuk memudahkan pemula dalam berinvestasi saham. Berikut ini adalah penjelasan lebih detail mengenai ketujuh aplikasi investasi saham tersebut.

Stockbit

Stockbit adalah salah satu aplikasi investasi saham yang sangat populer di Indonesia. Aplikasi ini menawarkan beberapa pilihan saham beserta seluruh informasi yang berhak diketahui oleh calon investor. Stockbit juga memungkinkan investor untuk memantau pergerakan bursa saham secara langsung. Yang membuat Stockbit unik adalah adanya fitur komunitas online yang menjadi tempat bertemu dan berkomunikasi para investor. Melalui fitur ini, investor pemula bisa memperoleh masukan dan tip dari investor berpengalaman yang tergabung dalam komunitas ini. Melalui fitur “stream” yang disebut sebagai media sosial untuk saham ini, investor dapat membuat lini waktunya sendiri dan memeriksa perkembangan sahamnya atau orang lain.

BACA JUGA :  6 Perbedaan Emas Antam dan UBS, Pilih yang Mana?

MOST Mandiri

MOST Mandiri adalah aplikasi investasi saham yang dikembangkan oleh Bank Mandiri. Oleh karena itu, hanya nasabah Bank Mandiri yang dapat menggunakan aplikasi ini. Namun, aplikasi ini juga menarik perhatian non-nasabah Bank Mandiri karena kemudahan penggunaannya yang dianggap sebagai yang terbaik di Indonesia. Salah satu fitur menarik dari MOST Mandiri adalah fitur auto order. Fitur ini memungkinkan investor untuk melakukan pembelian atau penjualan saham secara otomatis. Selain itu, MOST Mandiri juga menyediakan layanan Training untuk membantu investor pemula memahami penggunaan dan cara kerja saham. Sebagai setoran awal, MOST Mandiri mematok harga Rp2 juta untuk mahasiswa, lima juta rupiah untuk umum, dan seratus juta rupiah untuk jenis saham full service. Biaya penjualan saham di aplikasi ini adalah sebesar 0,28%, sedangkan biaya pembelian sahamnya adalah sebesar 0,18%.

RTI Business

RTI Business merupakan salah satu aplikasi investasi saham yang terkenal di kalangan para investor. Meskipun begitu, aplikasi ini tetap ramah bagi investor pemula dengan penyajian data yang cukup lengkap. Data yang disajikan oleh aplikasi ini meliputi profil perusahaan, laporan pemasukan, aliran keuangan, neraca, probabilitas, dan pendapatan perusahaan. Data ini dapat digunakan oleh pemula sebagai pertimbangan dalam menentukan perusahaan mana yang menarik untuk dijadikan tempat investasi. Selain itu, RTI Business juga menyediakan fitur simulasi trading saham. Jika masih perlu mempelajari atau belum yakin dengan saham, pengguna dapat mengikuti simulasi terlebih dahulu untuk mempelajari cara kerja saham.

IPOT

IPOT adalah aplikasi investasi saham milik PT Indo Premier Sekuritas. Aplikasi ini memiliki beberapa fitur menarik, salah satunya adalah adanya robot trading. Robot ini dapat menjalankan instruksi transaksi, baik pembelian maupun penjualan, sesuai dengan harga yang diinginkan oleh pengguna. Sebelum menggunakan fitur ini, pengguna juga dapat mempelajari tabel yang tersedia untuk melakukan analisis saham. IPOT juga sangat ramah pemula karena pengguna dapat melakukan deposit dengan nominal seminimal mungkin, sehingga sangat menarik bagi mereka yang masih ragu untuk berinvestasi saham. Biaya penjualan saham di aplikasi ini adalah 0,2%, sedangkan biaya pembelian sahamnya adalah 0,19%.

BACA JUGA :  Apa Itu Pajak Barang Ekspor? Berikut Definisi Serta Detail Tarif Pajak Ekspor yang Berlaku

Bibit

Bibit adalah aplikasi investasi saham yang sangat direkomendasikan karena aplikasi ini dapat memilihkan investasi terbaik bagi pengguna sesuai dengan usia, penghasilan, tingkat risiko, dan target investasi yang diinginkan. Melalui pertanyaan yang dijawab pada awal penggunaan aplikasi, pengguna dapat diarahkan untuk memprioritaskan investasi di saham, reksa dana, obligasi, atau pasar uang. Selain itu, pengguna juga dapat mencari investasi dengan nilai setoran awal mulai dari sepuluh ribu rupiah saja.

BCAS

BCAS adalah aplikasi investasi saham yang berada di bawah naungan Bank BCA. Oleh karena itu, aplikasi ini hanya dapat digunakan oleh nasabah Bank BCA. Namun, jika tertarik untuk berinvestasi saham melalui aplikasi ini karena beberapa fiturnya, pengguna hanya perlu membuka rekening di bank tersebut. Salah satu fitur menarik dari aplikasi ini adalah quick order, yang memungkinkan pengguna untuk melakukan jual-beli saham dengan cepat dan mudah. Untuk melakukan transaksi pembelian saham, pengguna harus membayar biaya sebesar 0,18%, sedangkan untuk transaksi penjualan saham, biayanya adalah sebesar 0,28%. Jika pengguna menggunakan jasa broker, biaya transaksinya akan meningkat menjadi 0,25% untuk pembelian saham dan 0,35% untuk penjualan saham.

Motion Trade

Motion Trade adalah aplikasi investasi saham yang dikembangkan oleh MNC Sekuritas, anak perusahaan dari MNC Group. Aplikasi ini memiliki biaya membuka saham sebesar Rp100 ribu dan menyediakan fitur voice command dan advanced charting yang membantu pengguna melakukan analisis. Selain itu, aplikasi ini dapat diakses dari berbagai perangkat, termasuk smartwatch. Biaya transaksi pembelian saham di aplikasi ini adalah 0,18%, sedangkan biaya transaksi penjualan saham adalah 0,28%.

Berdasarkan fitur dan biaya transaksi yang telah dijelaskan di atas, pemilihan aplikasi investasi saham dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing investor. Setiap aplikasi memiliki keunikan dan kelebihan tersendiri, sehingga penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor tersebut sebelum memutuskan aplikasi mana yang akan digunakan dalam berinvestasi saham. Penting juga untuk selalu melakukan riset dan analisis sebelum melakukan investasi saham agar dapat meminimalisir risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan.

BACA JUGA :  Penting! Ini Plus Minus Kirim Uang ke Luar Negeri Pakai Western Union

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *