4 Keuntungan Investasi Saham Sejak Usia Muda

Investasi Saham, Apa Itu?

Investasi saham adalah salah satu jenis investasi yang dilakukan dengan membeli saham suatu perusahaan. Saat kamu membeli saham, artinya kamu memiliki bagian kepemilikan dari perusahaan tersebut. Saham yang kamu beli kemudian akan diperjualbelikan di bursa efek. Jika harga saham naik, kamu bisa menjualnya dan mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli.

Investasi saham sebenarnya tidak hanya cocok untuk orang yang sudah memiliki bisnis atau gaji yang besar. Bahkan generasi muda pun bisa melakukan investasi ini. Banyak keuntungan yang dapat didapatkan jika kamu memulai investasi saham sejak usia muda.

Mengapa Investasi Saham Sejak Dini Penting?

Investasi sendiri adalah proses memutar uang dengan harapan mendapatkan keuntungan tambahan. Namun, investasi tidak memberikan hasil yang instan. Butuh waktu untuk uang investasi menghasilkan keuntungan. Oleh karena itu, memulai investasi sejak dini sangat penting.

Dengan memulai investasi sejak usia muda, kamu memiliki waktu yang lebih lama untuk mengembangkan investasi dan memperoleh keuntungan yang lebih besar. Kamu juga memiliki lebih banyak waktu untuk belajar dan beradaptasi dengan cara kerja saham. Di usia muda, kamu memiliki rasa penasaran yang besar dan semangat untuk mencoba hal-hal baru. Jadi, mengapa tidak memanfaatkannya untuk belajar tentang investasi saham?

4 Keuntungan Investasi Saham Sejak Muda

Investasi saham sejak muda memiliki banyak keuntungan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

BACA JUGA :  Mau Kuliah di Luar Negeri? Ini 7 Universitas Terbaik di Belanda

1. Dapat Dividen dan Capital Gain

Keuntungan pertama dari investasi saham adalah kamu dapat memperoleh dividen dan capital gain. Dividen adalah pembagian keuntungan oleh perusahaan kepada pemegang saham. Jika perusahaan yang kamu beli sahamnya menghasilkan keuntungan besar, maka dividen yang kamu terima juga akan semakin besar. Selain itu, kamu juga dapat memperoleh capital gain saat harga saham yang kamu beli naik dan kamu menjualnya dengan harga yang lebih tinggi.

2. Likuiditas Tinggi

Saham memiliki tingkat likuiditas yang tinggi. Artinya, saham mudah dicairkan menjadi uang tunai. Jika kamu membutuhkan uang secara mendadak, kamu bisa menjual saham dengan mudah. Terutama jika saham yang kamu miliki sangat populer dan banyak dicari oleh orang lain, transaksi jual-beli saham akan selalu aktif. Tingkat likuiditas yang tinggi ini memudahkan kamu dalam mengakses dan mengelola investasi saham.

3. Mudahnya Akses Saham

Dulu, untuk berinvestasi saham, kamu harus menghubungi Bursa Efek secara rutin. Namun, sekarang ini, investasi saham menjadi lebih mudah. Kamu dapat berinvestasi dengan cepat menggunakan platform investasi online. Kamu bisa berinvestasi di mana saja dan kapan saja melalui smartphone dan koneksi internet. Bahkan, saat ini ada banyak platform yang menyediakan investasi saham dengan modal minim.

4. Menjamin Kehidupan Hari Tua

Salah satu keuntungan terbesar dari investasi saham sejak muda adalah kamu dapat mempersiapkan kehidupan hari tua dengan lebih baik. Uang yang kamu peroleh dari investasi saham dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan di masa tua. Dengan memiliki investasi yang menguntungkan, kamu tidak perlu khawatir tentang keuangan di masa depan. Kamu dapat hidup dengan tenang dan nyaman tanpa harus bergantung pada generasi mendatang.

BACA JUGA :  Cek Kuota Smartfren

Cara Mulai Investasi Saham

Untuk memulai investasi saham, kamu perlu mengikuti beberapa langkah berikut:

1. Buat Perencanaan Investasi

Tentukan kapan kamu ingin “memanen” hasil investasi. Periksalah kondisi keuanganmu dan pastikan bahwa kamu memiliki dana yang cukup untuk berinvestasi. Jangan memaksakan diri untuk berinvestasi jika kamu tidak memiliki dana yang cukup atau masih memiliki tanggungan keuangan lainnya.

2. Alokasikan Bujet

Alokasikan dana investasi dengan bijak. Gunakan hanya uang yang tidak digunakan untuk kebutuhan lain. Besaran dana investasi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuanganmu. Disarankan untuk tidak mengalokasikan lebih dari 20% total pendapatan bulananmu untuk investasi.

3. Pilih Emiten Saham

Pilih perusahaan yang sahamnya akan kamu beli. Untuk pemula, disarankan memilih saham blue chip atau saham yang terdaftar di LQ45. Saham-saham ini memiliki performa yang relatif stabil dan kurang berisiko.

Menghitung Potensi Keuntungan Investasi Saham

Untuk menghitung potensi keuntungan investasi saham, kamu perlu memperhatikan harga beli dan harga jual saham yang kamu miliki. Misalnya, kamu membeli 1.000 lembar saham dengan harga Rp2.000 per lembar. Setelah beberapa bulan, harga saham naik menjadi Rp4.000 per lembar. Jika kamu menjual semua saham, maka kamu akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp2.000.000.

Selain capital gain, kamu juga dapat memperoleh keuntungan dari dividen. Jika perusahaan yang kamu beli sahamnya membagikan dividen sebesar Rp500 juta untuk 1 juta saham yang beredar, maka kamu berhak atas dividen sebesar Rp500.000.

Investasi saham sejak usia muda memiliki banyak keuntungan. Dengan memulai investasi sejak dini, kamu memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan memiliki lebih banyak waktu untuk belajar dan beradaptasi dengan dunia saham. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak memanfaatkan kesempatan ini dan memulai investasi saham sejak usia muda.

BACA JUGA :  Apa Itu BI Fast Mandiri? Ini Penjelasan dan Cara Pakainya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *